<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295</id><updated>2011-12-03T04:39:18.648-08:00</updated><title type='text'>THORIQOH TIJANIYYAH</title><subtitle type='html'>Blog Untuk Mengenal Thoriqoh Tijaniyyah &amp;amp; Petikan Ajaran Tasawuf Lainnya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-362491508406375975</id><published>2011-12-03T04:35:00.001-08:00</published><updated>2011-12-03T04:35:46.224-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Hi para pembaca blog,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita &lt;a href="http://www.tdwclub.com/mengatur-keuangan"&gt;Mengatur Perencanaan Keuangan Pribadi&lt;/a&gt; secara GRATIS, sehingga bisa mengatur keuangan pribadi menjadi jauh lebih baik dan bertumbuh semakin sejahtera. segera kunjungi http://www.tdwclub.com/mengatur-keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hal yang bisa kita dapatkan ketika melakukan analisa ini di tdwclub.com adalah&lt;br /&gt;kita bisa mengetahui posisi keuangan kita saat ini sudah sampai mana. karena tanpa mengetahui posisi kita dimana yang sebenarnya, menggunakan peta secanggih apapun untuk mencapai impain anda sama saja tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua dengan mengetahui posisi keuangan kita disini, akan jauh lebih realistik dalam membuat peta perjalanan keuangan anda. karena anda sudah tau betul sejauh mana dan secepat anda bisa melaju. Nah masih banyak hal lain lagi yang bisa anda pelajari, segera kunjungi dan dapatkan manfaat dari program komplimen dari tdwclub.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-362491508406375975?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/362491508406375975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=362491508406375975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/362491508406375975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/362491508406375975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2011/12/hi-para-pembaca-blog-mari-kita-mengatur.html' title=''/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-2871009597302557784</id><published>2011-12-03T04:23:00.000-08:00</published><updated>2011-12-03T04:27:43.622-08:00</updated><title type='text'>Kajian Kitab Al Hikam - RIYA</title><content type='html'>Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary &lt;p&gt;“Bagian nafsu dalam kemaksiatan itu jelas nyata. Sedangkan bagian  nafsu di dalam ta’at, itu tersembunyi dan tidak nyata. Mengobati yang  tersembunyi itu sangat sulit terapinya.”&lt;br /&gt;Bahwa nafsu itu memiliki  kecenderungan maksiat dan melakukan tindak maksiat itu sangat nyata dan  jelas, karena naluri nafsu memang demikian. Namun ketika nafsu  menyelinap di balik aktivitas taat, kebajikan, amaliah, sangat  tersembunyi.    Alur nafsu dalam konteks ini memiliki tiga karakter:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Takut pada sesama makhluk,&lt;br /&gt;Ambisi rizki,&lt;br /&gt;Rela pada kemauan nafsu itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Munculnya ketiga karakter itu bersamaan dengan selera nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan perselingkuhan nafsu dibalik taat dan ibadah kita begitu  tersembunyi. Tiba-tiba ia merasa lebih tinggi dibanding orang lain,  lebih suci, kemudian muncul rekayasa untuk manipulasi, dengan tujuan  tertentu atau imbalan tertentu, yang menyebabkan riya’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari kita bertanya pada diri sendiri dibalik nafsu yang tersembunyi  ini. Apakah ketika kita beribadah, melakukan aktivitas kebajikan dan  amaliyah lainnya, agar kita disebut berperan? Agar disebut lebih  dibanding yang lain? Mendapat pujian  dan kehormatan orang lain? Anda  sendiri dan orang-orang sholeh yang memiliki matahatilah yang mengenal  karakter itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu nafsu sering bersembunyi dibalik bendera agama, dibalik  aktivitas ibadah dan gerakan massa keagamaan, bahkan nafsu merangsek  ornamen penampilan orang-orang saleh, agar disebut saleh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disnilah Ibnu Athaillah juga mengingatkan berikutnya: “Kadang-kadang  riya’ itu masuk padamu, ketika orang lain tidak memandangmu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenapa demikian? Karena riya’ itu bertumpu pada pandangan makhluk.  Ketika anda bersembunyi atau makhluk lain tidak mengenal anda, lalu anda  diam-diam merasa ikhlas, karena makhluk lain tidak melihatmu, itu pun  disebut riya’. Sebab unsur makhluk masih tersisa di hatimu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Fudhail bin ‘Iyadh, ra,  menegaskan, “Beramal demi pandangan  manusia itu adalah syirik. Sedangkan tidak melakukan amaliah karena agar  dipandang manusia, adalah riya’. Meninggalkan amal demi manusia adalah  syirik. Ikhlas, adalah Allah jika anda diampuni (lalu meninggalkan)  kedua faktor di atas.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika seseorang berlaku riya’, dalam kondisi khalwat, secara  diam-diam pula ia ingin disebut lebih utama dibanding yang lain. “Wah  saya sudah suluk, saya sudah baiat, saya sudah khalwat… Sedangkan kalian  kan belum… Jelas saya lebih baik dibanding anda…”. Bisikan lembut ini  adalah bentuk ketakaburan dan riya’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah mengapa Ibnu Athaillah melanjutkan: “Upayamu untuk meraih  kemuliaan agar makhluk mengetahui keistemewaanmu, menunjukkan bahwa  ubudiyahmu sama sekali tidak benar.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena, menurut Syeikh Zarruq, ra, manakala anda benar dalam ubudiyah  pada Tuhanmu, pasti anda tidak senang jika yang lainNya tahu amalmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian Sufi mengatakan, “Tak seorang pun benar pada Allah Swt, sama  sekali, kecuali jika ia senang bila cintanya tidak dikenal oleh yang  lain.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmad bin Abul Hawary ra, mengatakan, “Siapa pun bila senang  kebaikannya dipandang orang lain atau disebut-sebut, ia benar-benar  musyrik dalam ibadahnya. Karena orang yang berbakti pada cinta, tidak  senang bila baktinya dipandang oleh selain yang dijabdi.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sahl bin Abdullah ra, mengatakan, “Siapa yang senang pamer amalnya  pada orang lain ia telah riya’. Dan siapa yang ingin dikenal  kondisi  ruhaninya oleh orang lain, ia adalah pendusta.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibrahim bin Adham nengatakan, “Tidak benar bagi Allah orang yang senang dengan keterkenalan (popularitas).”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan menghapus riya’ dan membersihkannya, sudah seharusnya dilakukan  dengan memandang kepada Allah Swt dan menolak selain DiriNya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber : www.sufinews.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-2871009597302557784?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/2871009597302557784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=2871009597302557784' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/2871009597302557784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/2871009597302557784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2011/12/kajian-kitab-al-hikam-riya.html' title='Kajian Kitab Al Hikam - RIYA'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-3875833576397051074</id><published>2009-08-07T00:16:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T00:32:24.125-07:00</updated><title type='text'>Seri Kitab Al Hikam                                               Karya Syeikh Ibnu Atha'illah As Sakandary</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Ketentuan Dari Yang Maha Menentukan"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semangatmu Yang Menggebu Takkan Dapat Menembus Tirai Takdir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa takdir Allah itu urusanNya semata. Jika kau meyakini demikian, mengapa membuang banyak energi dan tenaga untuk mencurahkan sebuah niat dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang boleh bekerja keras, berikhtiar untuk mencapai tujuan dan cita - cita. Tetapi seringkali engkau lupa bahwa di depan sana ada semacam benteng yang kokoh, yang tak seorang pun mampu menembusnya. Benteng itu adalah hijab takdir atau kekuasaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau boleh berkehendak. Tetapi kehendakmu tak akan mampu mengalahkan kehendak Nya. Allah tak mau diatur oleh hambaNya yang memaksakan kehendak demi mencapai tujuan dan cita - cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa kita harus menanamkan itikad tentang takdir Allah. Tujuannya tak lain adalah agar manusia benar - benar menyadari bahwa daya upaya, energi dan kekuatannya itu tak sebanding dengan kuasa Allah. Sangat kecil dan tak berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara berpikir dan beriman semacam ini gunanya agar engkau tidak menyesal manakala tidak mampu meraih cita - citamu. Agar engkau tidak kecewa manakala menemukan kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-3875833576397051074?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/3875833576397051074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=3875833576397051074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/3875833576397051074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/3875833576397051074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2009/08/seri-kitab-al-hikam-karya-syeikh-ibnu.html' title='Seri Kitab Al Hikam                                               Karya Syeikh Ibnu Atha&apos;illah As Sakandary'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-5044526958338943652</id><published>2008-05-13T21:49:00.001-07:00</published><updated>2008-05-13T21:49:57.073-07:00</updated><title type='text'>Ijtima’ Wadzifah Hailalah</title><content type='html'>Oleh Dr. KH. Ikyan Badruzzaman&lt;br /&gt;Ijtima Wadzifah Hailalah (IWH) adalah kegiatan berdzikir lailaha illallah secara berjama’ah. Ini adalah amalan lazim Tarekat Tijaniyah. IWH dilaksanakan setiap hari Jum’at Ba’da Ashar sampai Magrib. IWH telah dimulai sejak masa kepemimpinan KH. Ismail Badruzzaman sebagai konsolidasi kepemimpinan. Pada saat itu penyelenggaraannya masih sangat terbatas yakni di tempat Tarekat Tijaniah generasi awal seperti Al-Falah Biru, Cimencek, Mulabaruk, Cisanca dengan kehadiran jamaah sekitar 1.000-2.000 orang. Materi ceramah yang dikemukakan dalam ijtima tersebut belum meyentuh substansi ajaran tarekat tetapi masih membicarakan hal-hal umum seperti kaitan Tarekat Tijaniah dengan syari’at dan sekitar pembicaraan tentang berkah mengikuti ajaran wali dalam hal ini Tarekat Tijaniyah selebihnya materi-materi umum yang tidak bersentuhan langsung dengan Tarekat Tijaniyah. Tidak heran pada waktu jamaah mempersepsi ajaran Tarekat Tijaniyah sebagai amalan littabaruk dan cenderung tidak mengikatkan diri dengan ketentuan-ketentuan tarekat.&lt;br /&gt;Setelah dikaji kitab yaqutatulfaridah disosialsasikan melalui IWH yang dirasakan muncul sebuah keberkahan dalam bentuk pengembangan jamaah dimana ijtima pada tahap ini melintasi lingkup daerah-daerah Tijaniah pada basis awal dan ijtima dilakukan antar kecamatan di Kab. Garut bahkan antar kabupaten seperti ijtima di Masjid Agung Garut, Mesjid Besar Kodya Bandung dan Taikmalaya. Melalui IWH inilah Tarekat Tijaniyah berkembang pesat. Sampai sekarang ijtima tidak kurang diikuti sekitar 5.000-10.000 jamaah dari total jamah sekitar 20.000 yang meliputi Garut dan Bandung. Orang yang meliputi kab. Garut yang tersebar hampir disetiap kecamatan. Melalui ijtima dimaksud secara langsung atau tidak langsung diajarkan tentang Tarekat Tijaniyah dan ini menarik orang untuk ingin tahu dan selanjutnya mengikuti amalan Tarekat Tijaniyah. Melihat pekembangan jamaah yang meluas melintasi basis-basis wilayah utama dirasakan pentingnya memuncukan suatu wadah untuk melakukan pembinaan berlajut menyangkut berbagai sektor kejamaahan, maka dimunculkan wadah kekhalifahan Tarekat Tijaniyah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-5044526958338943652?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/5044526958338943652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=5044526958338943652' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/5044526958338943652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/5044526958338943652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/05/ijtima-wadzifah-hailalah.html' title='Ijtima’ Wadzifah Hailalah'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-6292382281704647934</id><published>2008-05-13T21:42:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T21:47:06.941-07:00</updated><title type='text'>Ikhtisar Manakib Syekh Ahmad Al-Tijani</title><content type='html'>DR. KH. Ikyan Badruzzaman&lt;br /&gt;Sekilas tentang Syekh Ahmad al-Tijani&lt;br /&gt;Syekh Ahmad al-Tijani, dilahirkan pada tahun 1150 H. (1737 M.) di `Ain Madi, sebuah desa di Al-Jazair.&lt;br /&gt;Secara geneologis Syekh Ahmad al-Tijani memiliki nasab sampai kepada Rasulullah saw. lengkapnya adalah Abu al-Abbas Ahmad Ibn Muhammad Ibn Mukhtar Ibn Ahmab Ibn Muhammad Ibn Salam Ibn Abi al-Id Ibn Salim Ibn Ahmad al-`Alawi Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Abbas Ibn Abd Jabbar Ibn Idris Ibn Ishak Ibn Zainal Abidin Ibn Ahmad Ibn Muhammad al-Nafs al-Zakiyyah Ibn Abdullah al-Kamil Ibn Hasan al-Musana Ibn Hasan al-Sibti Ibn Ali Ibn Abi Thalib, dari Sayyidah Fatimah al-Zahra putri Rasuluullah saw. Beliau wafat pada hari Kamis, tanggal 17 Syawal tahun 1230 H., dan dimakamkan di kota Fez Maroko.&lt;br /&gt;Biografi Syekh Ahmad al-Tijani&lt;br /&gt;• Fase menuntut Ilmu&lt;br /&gt;Sejak umur tujuh tahun Syekh Ahmad al-Tijani telah hafal al-Qur’an dan sejak kecil beliau telah mempelajari berbagai cabang ilmu seperti ilmu Usul, Fiqh, dan sastra. Dikatakan, sejak usia remaja, Syekh Ahmad al-Tijani telah menguasai dengan mahir berbagai cabang ilmu agama Islam, sehingga pada usia dibawah 20 tahun beliau telah mengajar dan memberi fatwa tentang berbagai masalah agama.&lt;br /&gt;• Fase Menuntut Ilmu Tasawuf &lt;br /&gt;Pada usia 21 tahun, tepatnya pada tahun 1171 H. Syekh Ahmad al-Tijani pindah ke kota Fez Maroko. untuk memperdalam ilmu tasawuf. Selama di Fez beliau menekuni ilmu tasawuf melalui kitab Futuhat al-Makiyyah, di bawah bimbingan al-Tayyib Ibn Muhammad al-Yamhalidan Muhammad Ibn al-Hasan al-Wanjali. Al-Wanjali mengatakan kepada Syekh Ahmad al-Tijani : اَنَّكَ تُدْرِكَ مَقَامَ الشَّاذِلِى “Engkau akan mencapai maqam kewalian sebagaimana maqam al-Syazili”” . Selanjutnya beliau menjumpai Syekh Abdullah Ibn Arabi al-Andusia, dan kepadanya dikatakan : “الله ُ يَأخُذُ بِـيَدِكَ. (Allah yang membimbingmu); “Kata-kata ini di ulang sampai tiga kali”. Kemudian beliau berguru kepada Syekh Ahmad al-Tawwasi, dan mendapat bimbingan untuk persiapan masa lanjut. Ia menyarankan kepada Syekh Ahmad al-Tijani untuk berkhalwat (menyendiri) dan berzikir (zikr) sampai Allah memberi keterbukaan (futuh). Kemudian ia mengatakan : “Engkau akan memperoleh kedudukan yang agung (maqam ‘azim)”.&lt;br /&gt;• Fase Pengidentifikasian Diri &lt;br /&gt;Ketika Syekh Ahmad al-Tijani memasuki usia 31 tahun, beliau mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah swt., melalui amalan beberapa thariqat. Thariqat pertama yang beliau amalkan adalah thariqat Qadiriyah, kemudian pindah mengamalkan thariqat Nasiriyah yang diambil dari Abi Abdillah Muhammad Ibn Abdillah, selanjutnya mengamalkan thariqat Ahmad al-Habib Ibn Muhammaddan kemudian mengamalkan thariqat Tawwasiyah. Setelah beliau mengamalkan beberapa thariqat tadi, kemudian beliau pindah ke Zawiyah (pesantren sufi) Syekh Abd al-Qadir Ibn Muhammad al-Abyadh.&lt;br /&gt;Pada tahun 1186 H. Beliau berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Ketika beliau tiba di Aljazair, beliau menjumpai Sayyid Ahmad Ibn Abd al-Rahman al-Azhari seorang tokoh thariqat Khalwatiah, dan beliau mendalami ajaran thariqat ini. Kemudian beliau berangkat ke Tunise dan menjumpai seorang Wali bernama Syekh Abd al-Samad al-Rahawi. Di kota ini beliau belajar thariqat sambil mengajar tasawuf. Diantara buku yang diajarkannya adalah kitab al-Hikam. Kemudian beliau pergi ke Mesir. Di negeri ini beliau menjumpai seorang sufi yang sangat terkenal pada waktu itu yakni Syekh Mahmud al-Kurdi, ia seorang tokoh thariqat khalwatiyah. Dari tokoh ini Syekh Ahmad al-Tijani menyempurnakan ajaran thariqat Kholwatiyahnya. Dalam perjumpaan pertama dengan Syekh Mahmud al-Kurdi, kepada Syekh ahmad al-Tijani dikatakan: (أنت محبوب عندالله في الدنيا والاخرة ) Engkau kekasih Allah di dunia dan di akherat” lalu ia Al-Tijani bertanya (من اين لك هدا ) “Dari mana pengetahuan ini ?” Jawab Al-Kurdi ( من الله ) “Dari Allah”.&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari Syekh Mahmud al-Kurdy bertanya kepada Syekh Ahmad : “(مامطلبك ؟) Apa cita-citamu ?” Jawab Syekh Ahmad Al-Tijani (مطلبي القطبانـية لعظمى) “Cita-cita saya menduduki maqam al-Qutbaniyah al-‘Udzma”. Jawab al-Kurdi (لك اكثرمنها ) “Bagimu lebih dari itu” Berkata Syekh Ahmad Al-Tijani (عليك) “Engkau yang menanggungnya ?” Jawab al-Kurdi (نعم) “Ya”. Pada bulan Syawwal tahun 1187 H. Sampailah beliau ke Makkah pada waktu itu di Makkah ada seorang wali bernama Syekh al-Imam Abi al-Abbas Sayyid Muhammad Ibn Abdillah al-Hindi. Sewaktu Syekh Ahmad al-Tijani berkunjung kepadanya, ia mengungkapkan kepada Syekh Ahmad al-Tijani melalui surat lewat khadamnya yang berbunyi :&lt;br /&gt;أنت وارث علمي واسرارى وموا هبي وانوارى Artinya : “Engkau pewaris ilmuku, rahasia-rahasiaku, karunia-karuniaku dan cahaya-cahayaku”&lt;br /&gt;Selesai melaksanakan ibadah haji, Syekh Ahmad al-Tijani terus berziarah ke makam Rasulullah saw., di Madinah. Di kota ini beliau menjumpai seorang wali Quthb Syekh Muhammad Ibn Abd al-Karim al-Saman. Dalam salah satu pertemuannya, dikatakan bahwa Syekh Ahmad al-Tijani akan mencapai maqam kewalian al-Quthb’ al-Jami’. Pertemuan Syekh Ahmad al-Tijani dengan para wali sebagaimana disebutkan di atas, menunjukan hampir semua wali yang dikunjunginya melihat dan meyakini bahwa Syekh Ahmad al-Tijani akan mencapai maqam kewalian yang tinggi lebih dari apa yang dicita-citakannya.&lt;br /&gt;Pada tahun 1196 H., tepatnya ketika Syekh Ahmad al-Tijani berusia 46 tahun, beliau pergi ke pedalaman Aljazair, yaitu Abu Samghun, yang terletak di padang Sahara. Disitu beliau melakukan khalwat (kehidupan menyendiri). Di tempat inilah beliau mengalami pembukaan besar (al-Fath al-Akbar), beliau bertemu dengan Rasulullah saw., dalam keadaan jaga (yaqzhah). Selanjutnya Syekh Ahmad al-Tijani ditalqin (dibimbing) istighfar 100 kali dan shalawat 100 kali, selanjutnya Rasulullah saw. bersabda kepada Syekh Ahmad Al-Tijani :&lt;br /&gt;لامنة لمخلوق عليك من مشايخ الطريق فانا واسطتك وممدك على التخقيق. فاترك عنك جميع ما احذت من جميع الطريق. الزم هذه الطريقة من غير خلوة ولااعتزال عن الخلق حتى تصل مقامك الذى وعدت به وانت على حالك من غير ضيق ولاحرج ولاكثرة مجاهدة واترك عنك جميع الاولياء.&lt;br /&gt;Artinya : “Tak ada karunia bagi seorang makhlukpun dari guru-guru thariqat atas kamu. Maka akulah wasithah (perantaramu) dan pemberi dan atau pembimbingmu dengan sebenar-benarnya (oleh karena itu), tinggalkanlah apa yang kamu telah ambil dari semua thariqat. Tekunilah thariqat ini tanpa khalwat dan tidak menjauh dari manusia sampai kamu mencapai kedudukan yang telah dijanjikannya padamu, dan kamu tetap di atas perihalmu ini tanpa kesempitan, tanpa susah-susah dan tidak banyak berpayah-payah, dan tinggalkanlah semua para Wali.”&lt;br /&gt;Dua macam wirid sebagaiman telah disebutkan di atas, yaitu : Istighfar 100 kali dan Shalawat 100 kali berjalan selama 4 tahun dan pada tahun 1200 H., wirid itu disempurnakan Rasulullah saw., dengan ditambah Hailallah (la Ilaha Illa Allah) 100 kali. Pada bulan Muharram tahun 1214 H. Syekh Ahmad al-Tijani mencapai maqam kewalian yang pernah dicita-citakannya yakni maqam al-Quthbaniyyat al-‘Udhma. Dan pada tanggal 18 Safar pada tahun yang sama Syekh Ahmad al-Tijani mendapat karunia dari Allah swt., memperoleh maqam tertinggi kewalian ummat Nabi Muhammad yakni maqam al-Khatm wal-Katm atau al-Qutb al-Maktum dan Khatm al-Muhammadiyy al-Ma’lum.&lt;br /&gt;Dan setiap tanggal dan bulan tersebut murid-murid Syekh Ahmad al-Tijani, di Indonesia misalnya mensyukuri melalui peringatan ‘Idul Khatmi Lil Qutbil Maktum Syekh Ahmad al-Tijani Ra. Seperti halnya kita berkumpul disini.&lt;br /&gt;• Fase Pengembangan Dakwah&lt;br /&gt;Di Maroko, Syekh Ahmad al-Tijani dan Maulay Sulaiman (penguasa Maroko) bekerjasama dalam memerangi khurafat yang menimbulkan kebodohan, kejumudan, dan kemalasan, sampai beliau dilantik sebagai anggota “Dewan Ulama”.&lt;br /&gt;Dalam keadaan masyarakat yang demikian rusak baik secara moral maupun akidah Syekh Ahmad al-Tijani menyatakan bahwa : “Pada umumnya masyarakat pada waktu itu melakukan ziarah kepada wali-wali Allah hanyalah untuk tujuan yang rusak (agrad fasidat) yakni hanya untuk mengharapkan kesenangan dan syahwat duniawi.” Dalam posisi inilah Syekh Ahmad al-Tijani menetapkan batasan yang sangat ketat kepada murid-muridnya dalam melakukan ziarah kepada wali-wali Allah swt., hal ini dimaksudkan untuk memelihara kemurnian akidah dan kelurusan ibadah.&lt;br /&gt;Upaya Syekh Ahmad al-Tijani dalam melakukan dakwah-dakwah Islam, selain melaksanakan kerjasama dengan Maulay Sulaiman, beliau juga aktif memimpin Zawiyah di kota Fez Maroko, sampai wafatnya pada Hari Kamis tanggal 17 bulan Syawwal tahun 1230 H. Di Kota ini beliau sering dikunjungi orang-orang dari seluruh Maroko ataupun negara-negara tetangganya, dan membina orang yang berminat mendalami ajarannya, sampai melantiknya sebagai pemuka Thariqat Tijaniyah (muqaddam) di daerah masing-masing. Sampai saat menjelang wafatnya Syekh Ahmad al-Tijani tidak pernah lalai dalam melaksanakan tugas dakwahnya, beliau selalu aktif memberi petunjuk dan bimbingan kepada ummat Islam, terutama dalam membina dan mengarahkan murid beliau melalui Zawiyah yang beliau dirikan maupun melalui surat-surat yang beliau kirim keberbagai lapisan masyarakat (fukoro, masakin, agniya, pedagang, fuqaha dan umaro).&lt;br /&gt;Berikut sebagian kutipan surat dakwah syekh Ahmad al-Tijani:&lt;br /&gt;“Saya berwasiat pada sendiri dan kalian semua dengan perkara yang telah diwasiatkan dan diperintahkan oleh Allah swt. Yaitu menjaga batas-batas agama, melaksanakan perintah ilahiyah dengan segenap kemampuan dan kekuatan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada jaman sekarang, sendi-sendi pokok agama ilahi telah rapuh dan ambruk. Baik secara langsung dan global ataupun secara perlahan-lahan dan rinci. Manusia lebih banyak tenggelam dalam urusan yang mengkhawatirkan, secara ukhrawi dan duniawinya. Mereka tersesat tidak kembali dan tertidur pulas tidak terjaga. Hal ini dikarenakan berbagai persoalan yang telah memalingkan hati dari Allah swt., dan aturan-aturan (perintah dan larangannya). Pada masa dan waktu kini sudah tidak ada seorangpun yang peduli untuk mejalankan dan memenuhi perintah-perintah Allah dan persoalan-persoalan agama yang lainnya. Kecuali orang yang benar-benar ma’rifat kepada-Nya paling tidak orang yang mendekati sifat tersebut.&lt;br /&gt;Wasiat ini dilatarbelakangi atas keprihatinan terhadap kemunduran ummat Islam, baik secara akidah maupun ibadah. Sikap ini menunjukan kepedulian Syekh Ahmad al-Tijani sebagai shahibut thariqah terhadap problematika ummat Islam.&lt;br /&gt;Pada bagian lain dikatakan : Hendaklah kamu sekalian berusaha membiasakan bersedekah setiap hari jika mampu. Meskipun sekedar uang recehan ataupun sesuap makanan, disamping tetap menjaga pelaksaan perkara-perkara fardu yang di wajibkan dalam harta benda, seperti zakat. Sesungguhnya pertolongan Allah swt., lebih dekat kepada mereka yang selalu mengerjakan dan menjaga kewajiban-kewajiban yang bersifat umum/kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Pada bagian lain Syekh Ahmad al-Tijani mengatakan :&lt;br /&gt;“Hendaknya kamu sekalian selalu menjaga silaturahim/menyambung tali persaudaraan dengan norma-norma yang dapat membuat hati menjadi lapang dan menimbulkan rasa kasih sayang. Meskipun hanya menyediakan waktu luang dan memberikan salam. Jauhilah sebab-sebab yang menjadikan kebencian dan permusuhan di antara sanak saudara, atau perpecahan orang tua dan segala hal yang menyulut api dendam dalam relung hati sanak saudara”.&lt;br /&gt;“Hendaklah menjauhi segala pembicaraan yang mengorek aib dan kekurangan sesama muslim. Mereka yang gemar melakukan itu, Allah swt., akan membuka aib/cacat kekurangannya dan mengoyak kekurangan-kekurangan generasi setelahnya”. Wasiat ini menegaskan pentingnya membangun kepedulian sosial dan membangun keutuhan masyarakat, bangsa dan negara. Pada dasarnya, Syekh Ahmad al-Tijani tidak menginginkan seorang sufi yang hanya memusatkan perhatiannya pada kontemplasi dan zikir, dan mengabaikan masalah kemasyarakatan. Sufi, sebagaimana ditegaskan dalam pengamalan thariqat tijaniyah, harus senantiasa aktif berjuang bersama masyarakat.&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas peran dakwah Syekh Ahmad al-Tijani. Lewat ajarannya, dapat dilihat bagaimana beliau memandang penting arti tampilnya seorang sufi/wali di tengah masyarakat, hal ini merupakan bentuk lain dari ketaatannya pada Allah dan Rasul-Nya. Pada masa modern ini, murid tarikat tijaniyah terus aktif melakukan dakwah Islam, di berbagai kawasan Afrika dan mereka mendirikan Zawiyah (Pesantren Sufi). Sampai sekarang mereka aktif mengembangkan dakwah Islam di Amerika, Perancis, dan Cina.&lt;br /&gt;Pada tahun 1987 , Syekh Idris al-‘Iraqi, (muqaddam zawiyah thariqat tijaniyah Fez, Maroko) berkunjung ke Indonesia, menurut pengakuannya sampai saat ini di Perancis, terdapat puluhan zawiyah (pesantren sufi) thariqat tijaniyah.&lt;br /&gt;Pada tahun 1985/1406 H., di Kota Fez, Maroko diselenggarakan muktamar thariqat tijaniyah dan dihadiri utusan dari 18 negara, seperti : Kerajaan Maroko, Pakistan, Tunisia, Mali, Mesir, Mauritania, Nigeria, Gana, Gambia, Gina, Pantai Gading, Sudan Senegal, Cina, Amerika Serikat, Perancis dan Indonesia. Utusan dari Indonesia adalah KH. Umar Baidhowi dan KH. Badri Masduqi. Pada pembukaan muktamar tersebut, Raja Hasan II (Raja Maroko) berkenan memberikan sambutan.&lt;br /&gt;Gambaran di atas menunjukan efektifitas metoda tarikat dalam pengembangan dakwah Islam.&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas riwayat hiudp Syekh Ahmad al-Tijani, semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-6292382281704647934?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/6292382281704647934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=6292382281704647934' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/6292382281704647934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/6292382281704647934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/05/ikhtisar-manakib-syekh-ahmad-al-tijani.html' title='Ikhtisar Manakib Syekh Ahmad Al-Tijani'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-1877563148958989739</id><published>2008-05-13T21:40:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T21:42:51.522-07:00</updated><title type='text'>Polemik tentang Thariqat Tijaniyah di Indonesia</title><content type='html'>Oleh Dr. KH. Ikyan Badruzzaman&lt;br /&gt;Semenjak awal kehadirannya ke Indonesia, Thariqat Tijaniyah ini mendapat tantangan dari para ahli thariqat yang lain (non-Tijaniyah) yang cukup keras sehingga menimbulkan pertentangan diantara para ahli thariqat di Indonesia. Pertentangan dilakukan dengan berbagai cara. Pertentangan itu timbul karena adanya anggapan dari para penentang bahwa di dalam Thariqat Tijaniyah terdapat kejanggalan-kejanggalan. Pada tahun 1928 –1931 pertentangan terjadi dalam bentuk pamflet-pamflet yang berisikan tuduhan-tuduhan para penentang. Dan mereka mendapatkan rujukan ulama dari Madinah, Sayyid Abdullah Dahlan.&lt;br /&gt;Pada tahun 1930 terjadi perselisihan antara pesantren Buntet, pusat Tijaniyah, dengan Pesantren Benda Kerep, anti Tijaniyah –yang sebenarnya keduanya masih mempunyai hubungan keluarga. Pada tahun yang sama, Syekh Ahmad Ganaim, guru dari Mesir datang ke pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur. Dalam kedatangannya ini, ia menyerang Thariqat Tijaniyah dengan alasan bahwa penyebar Tijaniyah menjamin para pengikutnya masuk surga. Pertentangan terhadap Tijaniyah juga diungkapkan melalui penulisan kitab-kitab sanggahan. Misalnya, Sayyid Abdullah Dahlan menulis kitab sanggahan Tanbih al-Ghafil wa Irsyad al-Mustafid al-Aqil, yang kemudian diringkas menjadi kitab Wudluh ad-Dala’il: Muhammad al-Hilali menulis kitab al-Hidayah al-Hadiyah Li al-Tha’ifah al-Tijaniyah, yang berisikan hampir sama dengan kitab sanggahan Sayyid Abdullah Dahlan. Sayyid Abdullah Dahlan menyanggah beberapa masalah dalam Thariqat Tijaniyah. Secara umum ia mengatakan bahwa dalam Thariqat Tijaniyah terdapat banyak kejanggalan dan bertentangan dengan syari’at Islam. Muhammad Al-Hilal, dalam kitabnya al-Hidayah al-hadiyah,….., dan Ali Dakhilullah dalam kitabnya al-Tijaniyat mengupas kritikan yang hampir sama dengan Sayyid Abdullah Dahlan.&lt;br /&gt;Pertentangan tentang Thariqat Tijaniyah pernah dibahas dalam forum NU dan seminar Thariqat Tijaniyah di Cirebon. NU pernah membahas Thariqat Tijaniyah dalam dua kali muktamarnya: Muktamar III dan VI. Muktamar III memutuskan keabsahan (kemu’tabaran) Thariqat Tijaniyah dan muktamar VI menguatkan hasil keputusan muktamar III. Hasil keputusan kedua Muktamar itu menetapkan bahwa (1) Thariqat Tijaniyah mempunyai sanad Muttasil kepada Rasulullah saw., bersama bai’ah barzakhiyah-nya.(2) dapat dianggap sebagai thariqat yang sah dalam Islam,&lt;br /&gt;Polemik ini sengaja disajikan, untuk lebih melihat bagaimana kehadiran Thariqat Tijaniyah di Indonesia.&lt;br /&gt;Mengapa Terjadi Polemik&lt;br /&gt;Masalah yang terpenting dalam beberapa sanggahan terhadap Thariqat Tijaniyah adalah tentang : keunggulan maqam kewalian Syekh Ahmad al-Tijani, keistimewaan Thariqat Tijaniyah, dan keistimewaan pengamal Tijaniyah.&lt;br /&gt;Dalam melihat tiga hal di atas, ada beberapa kelemahan dari para penentang Thariqat Tijaniyah Kelemahan dimaksud adalah : (1) Tidak tuntasnya mereka dalam membaca dan memahami ungkapan-ungkapan Syekh Ahmad al-Tijani dan ajaran Tijaniyah, (2) Pemahaman mereka terhadap pernyataan-pernyataan Syekh Ahmad al-tijani lebih bersifat tekstual, sedangkan kalimat-kalimat ungkapan Syekh Ahmad al-Tijani banyak yang harus difahami berdasarkan pendekatan kontekstual, dan (3) mereka penentang Tijaniyah tidak mempelajari langsung dari guru-guru Tijaniyah, tetapi mereka mempelajarinya melalui pemahamannya sendiri sehingga penafsiran pemikiran mereka yang dominan lebih cenderung kurang relevan, menjadi subjektif dan bias. Tiga kelemahan para penentang dalam melihat Thariqat Tijaniyah sebagaimana disebutkan, memunculkan polemik. Sampai sekarang pertentangan dalam Thariqat Tijaniyah belum berakhir terutama melalui buku-buku yang diterbitkan dari Kerajaan Saudi Arabia, yang diikuti oleh majalah al-Risalah yang terbit di Solo.&lt;br /&gt;Penyelesaian Polemik&lt;br /&gt;Untuk dapat mengikuti dan atau memahami dengan baik dan benar mengenai persoalan tadi, ada tahapan-tahapan pemikiran yang harus dilalui. Lantaran penilaian, pengertian dan pemahaman yang didapat dari tahapan pemikiran akan menjadi pintu masuk dalam memahami pernyataan dan fatwa-fatwa Syekh Ahmad al-Tijani, tahapan dimaksud adalah :&lt;br /&gt;Tahapan pertama, pemahaman tentang al-Haqiqat al-Muhammadiyah dan atau masyrab al-Nabawi yang melekat dalam diri Khatm al-Nabiyyin yakni Nabi Muhammad saw., sebagai sumber kenabian seluruh para nabi. Seluruh para nabi sejak Nabi Adam as., hingga Nabi Isa as., mengambil cahaya kenabian dari Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu seluruh nabi hanyalah melakukan peran kenabian Nabi Muhammad saw., sebelum lahirnya jasad beliau. Berdasarkan hadis “kuntu Nabiyyan wa Adamu Bain al-Mai’ wa al-Thin”.&lt;br /&gt;Tahapan ini perlu dipahami terlebih dahulu sebagai bahan perbandingan memahami khatm al-Wilayah. Tahapan berikutnya memahami dan meyakini tentang khatm al-Wilayah dan atau masyrab kewalian yang melekat dalam diri seorang wali yang memperoleh maqam wali khatm, sebagai sumber kewalian seluruh wali-wali Allah. Seluruh wali-wali Allah sejak Nabi Adam hingga akhir zaman mengambil cahaya kewalian dari wali khatm ini, oleh karena itu seluruh wali hanya melakukan peran kewalian seorang wali yang memperoleh maqam wali khatm; yang menurut Ibn Arabi “… wa kadzalika khatm al-Awliya kana waliyyan wa Adamu bain al-Mai’ wa al-Thin”. Tahapan pemikiran ini merupakan hal yang sangat mendasar untuk bisa memasuki dan memahami pernyataan-pernyataan seorang wali yang memperoleh maqam wali khatm. Apabila pada dataran ini belum dipahami, maka sangat sulit untuk bisa memahami pemikiran dan pernyataan Syekh Ahmad al-Tijani sebagai wali yang mengaku memperoleh maqam wali khatm. Sebab pernyataan-pernyataan Syekh Ahmad al-Tijani yang terkait dengan keunggulan dirinya muncul dalam kapasitasnya sebagai wali khatm. Keunggulan yang melekat dan dimiliki syekh Ahmad al-Tijani sebagai wali khatm mengantarkan pada keunggulan ajaran thariqatnya, yakni Thariqat Tijaniyah. Keunggulan ajaran Thariqat Tijaniyah yang diajarkan wali khatm mengantarkan keunggulan ummat Islam yang mengikuti ajarannya.&lt;br /&gt;Dengan demikian pemahaman dan penerimaan terhadap pengakuan Syekh Ahmad al-Tijani tentang maqam kewaliannya merupakan syarat mutlak untuk bisa memahami terhadap pernyataan-pernyataan Syekh Ahmad al-Tijani, baik tentang dirinya, ajaran thariqat dan pengikutnya. Oleh karena itu sepanjang teori kewalian khususnya teori wali khatm belum diterima, terlebih pengakuan Syekh Ahmad al-Tijani terhadap maqam ini, selama itu pula Thariqat Tijaniyah akan terus dipermasalahkan dan tidak akan ada ujungnya. Namun apabila ada kelompok ummat Islam yang memahami wali khatm sekaligus menerima dan meyakini terhadap pengakuan Syekh Ahmad al-Tijani terhadap maqam wali ini, hemat saya tidak ada yang perlu dipersoalkan, karena persoalan tersebut merupakan hak intelektual seseorang dalam mengimani masalah kewalian sebagai mana paparan al-Qur’an dan hadis.&lt;br /&gt;Sungguhpun demikian dalam penyelesaian polemik tentang Thariqat Tijaniyah tidak sederhana, sebab pembahasan al-Haqiqat al-Muhammadiyah dan Khatm al-Wilayah termasuk pada wilayah pemikiran dan ummat Islam khususnya kaum tarekat yang mempunyai kemauan dan kemampuan memasuki wilayah ini sangat terbatas, keterbatasan ummat Islam khususnya pengikut tarekat wali Allah dalam memahami wali ini akan melihat bahwa pernyataan Syekh Ahmad al-Tijani tentang wali khatm dianggap asing dan akan semakin mengagetkan apabila dihadapkan dengan pengakuan Syekh Ahmad al-Tijani, yakni tentang keunggulan dirinya, thariqat dan muridnya dan akan muncul kebingungan ketika lebih banyak melihat pernyataan Syekh Ahmad al-Tijani.&lt;br /&gt;Oleh karena itu sepanjang ummat Islam khususnya kaum tarekat belum mamahami apalagi menerima dan taslim terhadap penagakuan Syekh Ahmad al-Tijani, terhadap wali khatm, selamanya akan terus bertabrakan dan atau bersebrangan dengan pernyataan Syekh Ahmad al-Tijani tentang wali khatm. Dan mereka akan menganggap sebuah hal yang aneh kelompok ini tidak akan aman dari mengkritik terhadap Syekh Ahmad al-Tijani. Disarankan kepada intelektual Thariqat Tijaniyah yang menggeluti dunia keilmuan untuk lebih banyak mengkaji dan mensosialisasikan teori wali Khatm. Hal ini bisa dilakukan melalui hal-hal berikut : pertama memasukan teori kewalian menjadi Silabi Mata Kuliah Tasawuf; kedua, menyelenggarakan seminar tentang teori kenabian dan teori kewalian diluar kalangan ahli Tijaniyah, terutama dikalangan Perguruan Tinggi; ketiga mengembangkan pusat kajian tasawuf yang berkedudukan di Jakarta.&lt;br /&gt;Hal ini diharapkan untuk lebih bisa menyelesaikan masalah Thariqat Tijaniyah secara bertahap, khususnya yang berkembang di Indonesia. Sebab hemat saya penyelesaian masalah Thariqat Tijaniyah, mesti dilakukan melalui pendekatan ilmiyah, melalui kajian tasawuf terutama teori kenabian dan kewalian. Sebab ada hal yang menarik dari Syekh Ahmad al-Tijani, beliau menggabungkan dua sisi dari tasawuf yang berkembang dalam sejarah Pemikiran Islam yakni tasawuf amali dan tasawuf falsafi. Sungguhpun secara amaliyah, hemat penulis Thariqat Tijaniyah dengan wirid istighfar, shalawat, dan dzikirnya merupakan hal yang disepakati oleh seluruh ummat Islam bahwa wirid tersebut merupakan amalan yang diperintahkan oleh Qur’an dan hadis. Persoalan ajaran Thariqat Tijaniyah tidak hanya sampai disitu melainkan menembus memasuki wilayah tasawuf falsafi terutama menyangkut hakekat nabi Muhammad saw., dan wali khatm. Hal ini hanya akan bisa diselesaikan melalui pendalaman tentang teori kenabian dan kewalian.&lt;br /&gt;Demikianlah setitik pokok-pokok pikiran untuk bahan diskusi pada forum yang mulia ini, semoga mendorong kita untuk memahami lebih jauh tentang keagungan Syekh Ahmad al-Tijani dan keuntungan murid Syekh Ahmad al-Tijani Ra. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-1877563148958989739?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/1877563148958989739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=1877563148958989739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1877563148958989739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1877563148958989739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/05/polemik-tentang-thariqat-tijaniyah-di.html' title='Polemik tentang Thariqat Tijaniyah di Indonesia'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-3628177882604136556</id><published>2008-05-13T21:34:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T21:36:47.082-07:00</updated><title type='text'>Proses Kelahiran Thariqat Tijaniyah</title><content type='html'>Oleh Dr. KH. Ikyan Badruzzaman&lt;br /&gt;Kelahiran Thariqat Tijaniyah berkait erat dengan kedudukan Syekh Ahmad al-Tijani sebagai wali al-Quthb al-Maktum, al-Khatm al-Muhammadiyyil Ma’lum; sebagai telah dikatakan dicapai melalui proses panjang dalam penempaan derajat kewalian. Sebelum diangkat secara resmi sebagai wali besar, sebagaimana telah dikatakan sejak usia 7 tahun telah hafal al-Qur’an kemudian sampai usia 20 tahun beliau mendalami berbagai cabang ilmu seperti : Ilmu Usul, ilmu Furu’ dan ilmu Adab. Kemudian mulai usia 21 tahun sampai 31 tahun beliau mendalami teori-teori ilmu tasawuf dan mengamalkan ajaran-ajaran sufi dan dari usia 31 tahun sampai 46 tahun beliau melakukan disiplin ibadah membersihkan jiwa tenggelam mengamalkan amalan wali-wali. Dibarengi kunjungan kepada para wali besar di berbagai belahan daerah di Tunisia, Mesir, Makkah, Madinah, Maroko, Fez, dan Abi Samgun. Kunjungan kepada wali besar itu dalam upaya silaturrahmi dan mencari ilmu-ilmu kewalian secara lebih luas. Pada saat itu pula para wali besar, sebagaimana telah dikatakan melihat dan mengakui bahwa Syekh Ahmad al-Tijani adalah wali besar bahkan lebih besar derajatnya dari yang lain. Kesaksian para wali besar atas derajat kewalian Syekh Ahmad al-Tijani yang tinggi diakui dan disaksikan dihadapan Syekh Ahmad al-Tijani. Ungkapan kesaksian demikian bisa terjadi, karena di dunia sufi diakui bahwa seorang wali bisa melihat wali, derajat kewalian hanya bisa diketahui oleh sesama wali, yang Hakekatnya berasal dari Allah swt. Derajat wali semata karena Allah, anugerah dari Allah, tidak bisa diketahui kecuali atas kehendak Allah, apabila seorang wali dengan ilmu ma’rifahnya dan atas anugerahnya bisa mengetahui derajat sesama wali.&lt;br /&gt;Proses panjang ilmu-ilmu kewalian, melalui perjalanan panjang kunjungan Syekh Ahmad al-Tijani kepada kepada pembesar wali, dengan kesaksian-kesaksiannya, berakhir di Padang Sahara, daerah tempat wali besar Abu Samghun. Pada tahun 1196 H., beliau pergi ke Sahara tempat Abu Samgun. Di tempat inilah (Pada tahun 1196 H.) Syekh Ahmad al-Tijani mencapai anugerah dari Allah, yaitu الفتح الأكبر “(pembukaan besar)”.&lt;br /&gt;Pada saat al-Fath al-Akbar ini Syekh Ahmad al-Tijani mengaku, berjumpa dengan Rasulullah saw., melihat Rasulullah saw., secara يقظة “(dalam keadaan sadar lahir batin)”, bukan dalam keadaan mimpi. Saat demikian menjadi momentum yang penting dan menentukan bagi Syekh Ahmad al-Tijani, pada saat al-Fath al-Akbar ini Syekh Ahmad al-Tijani mendapat talqin (pengajaran) tentang wirid-wirid dari Rasulullah saw., berupa Istighfar 100 kali, dan Shalawat 100 kali. Empat tahun kemudian (pada tahun 1200 H.) wirid itu disempurnakan lagi oleh Rasulullah saw., dengan hailallah (La Ilaha Illa Allah) 100 kali. Wirid-wirid yang diajarkan langsung oleh Rasulullah saw., melalui al-Fath, perjumpaan secara yaqzhah ini memberikan kepada Syekh Ahmad al-Tijani otoritas sebagai Shahib al-Thariqah.&lt;br /&gt;Sebagaimana telah dijelaskan, pada saat talqin, Rasulullah saw., juga menjelaskan ketinggian derajat dan kedudukan wirid yang diajarkan kepada Syekh Ahmad al-Tijani. Karena kedudukan dan derajat ajaran wiridnya yang sangat tinggi, Rasulullah saw. memerintahkan kepada Syekh Ahmad al-Tijani agar hanya berkonsentrasi pada pengamalan wirid itu, meninggalkan wirid-wirid yang lain, dan juga meninggalkan para wali yang lain. hal ini menunjukan jaminan Rasulullah saw., atas keunggulan wirid tersebut, atas wirid-wirid yang lain, dan jaminan Rasulullah saw., menjadi pembimbing, penanggung jawab, dan sekaligus perantara dihadapan Allah sebab, menurut Ali Harazim, melalui Rasulullah saw., segala sesuatu diturunkan dari Allah swt. Perintah meninggalkan thariqat dan wali yang lain disebabkan oleh kedudukan Syekh Ahmad al-Tijani yang tinggi, sebagaimana telah dijelaskan. Atas jaminan-jaminan demikian, mulailah Syekh Ahmad al-Tijani mengajarkan thariqatnya kepada setiap ummat Islam yang berminat.&lt;br /&gt;Sistem Dasar Pembentukan Thariqat Tijaniyah&lt;br /&gt;Menurut Syekh al-Sya’rani, sebagaimana dikutip oleh Ali Harazim, ajaran thariqat kaum sufi berlandaskan kepada al-Qur’an dan al-Sunnah, serta berasal dari metode suluk yang dipraktikan oleh Rasulullah saw. Dari landasan ini, unsur sanad (silsilah) yaitu urutan-urutan guru secara berkesinambungan sampai kepada Rasulullah saw., sangat penting dalam thariqat. Idealnya, setiap guru dalam sanad bertemu langsung dengan guru di atas dan seterusnya sampai sumber utama Rasulullah saw. Namun dalam kenyataannya tidak semua talqin thariqat menggunakan sanad demikian sebab ada talqin yang disampaikan langsung antara syekh Thariqat dengan Rasulullah saw. Setelah Rasulullah saw., meninggal dunia, sistem demikian biasa dinamakan sistem “Barzakhi”.&lt;br /&gt;Bimbingan Rasulullah saw., kepada para wali dalam keadaan jaga mengantarkan pada satu pemahaman bahwa amalan wirid para wali termasuk didalamnya amalan thariqat muncul sebagai buah mujahadahnya dan hal ini merupakan anugerah Allah swt. Oleh karena itu menurut KH. Badruzzaman banyak thariqat para wali dasar pembentukannya melalui talqin barzakhi. Untuk itu ia menyebutnya sebagai thariqat Barzakhiyah artinya amalan yang diterima dari Nabi Muhammad saw., setelah beliau meninggal dunia. Selanjutnya dikatakan bahwa semua amalan thariqat besar yang berkembang di dunia Islam terbentuk melalui talqin barzakhi kecuali thariqat Qadiriyah, karena sanad thariqat ini bersambung kepada Rasulullah saw. melalui Sayyidina Ali Kw.&lt;br /&gt;Thariqat Tijaniyah termasuk thariqat yang dasar pembentukannya menggunakan sistem barzakhi. Makna barzakhi dalam Thariqat Tijaniyah, sebagaimana tergambarkan dalam proses pembentukannya, bahwa ajaran-ajaran itu tidak diperoleh melalui pengajaran dari guru-guru sebelumnya, tetapi diperoleh langsung oleh Syekh Ahmad al-Tijani dari Rasulullah saw., dalam perjumpaan secara yaqzhah. Pejumpaan dengan melihat Rasulullah saw., walaupun telah berada di alam barzakh, yang dialami oleh Syekh Ahmad al-Tijani, adalah peristiwa yang menurut tradisi thariqat, merupakan hal yang biasa dan bisa terjadi terutama dialami oleh wali-wali besar.&lt;br /&gt;Bertemu dengan Rasulullah dalam keadaan jaga merupakan bagian dari kekaramatan wali. Dan karamah seperti inilah yang senantiasa diharapkan dan dicita-citakan oleh para wali Allah swt. Sebab berjumpa dengan Rasulullah saw., dan melihatnya dengan yaqzhah (dalam keadaan jaga) tidak dalam keadaan tidur atau mimpi menunjukan jaminan maqam kewalian seseorang dari Rasulullah saw., sebagaimana akan dilihat nanti.&lt;br /&gt;Melihat dasar pembentukan thariqat tijaniyah sebagai mana disebutkan di atas, bagi orang yang percaya bahwa hal tersebut memang terjadi, berarti mereka sudah meyakini bahwa Syekh Ahmad al-Tijani memperoleh kedudukan yang tinggi, dan berarti pula thariqat tijaniyah adalah thariqat yang mempunyai sanad sampai kepada Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu amalan Thariqat Tijaniyah adalah amalan Nabi Muhammad Saw.[]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-3628177882604136556?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/3628177882604136556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=3628177882604136556' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/3628177882604136556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/3628177882604136556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/05/proses-kelahiran-thariqat-tijaniyah.html' title='Proses Kelahiran Thariqat Tijaniyah'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-2353726268710472282</id><published>2008-05-13T21:24:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T21:28:55.015-07:00</updated><title type='text'>Profil Syekh Ahmad Al-Tijani</title><content type='html'>Oleh Dr. KH. Ikyan Badruzzaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Syekh Ahmad al-Tijani (1150-1230 H, 1737-1815 M) dikenal di dunia Islam melalui ajaran thariqat yang dikembangkannya yakni Thariqat Tijaniyah. Untuk mengetahui kehidupan Syekh Ahmad al-Tijani, penulis menelusurinya melalui Kitab-kitab yang memuat kehidupan dan ajaran Syekh Ahmad al-Tijani terutama kitab-kitab yang di tulis Khalifah Syekh Ahmad al-Tijani diantaranya kitab Jawahir al-Ma`ani (Mutiara-mutiara Ilmu). tulisan Syekh Ali Harazim.&lt;br /&gt;Dalam kitab-kitab yang menulis kehidupan Syekh Ahmad al-Tijani, disepakati bahwa Syekh Ahmad al-Tijani, dilahirkan pada tahun 1150 H. (1737 M.) di `Ain Madi, sebuah desa di Al-jazair. Mengenai tanggal kelahirannya sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Secara geneologis Syekh Ahmad al-Tijani memiliki nasab sampai kepada Rasulullah saw. lengkapnya adalah Abu al-Abbas Ahmad Ibn Muhammad Ibn Mukhtar Ibn Ahmab Ibn Muhammad Ibn Salam Ibn Abi al-Id Ibn Salim Ibn Ahmad al-`Alawi Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Abbas Ibn Abd Jabbar Ibn Idris Ibn Ishak Ibn Zainal Abidin Ibn Ahmad Ibn Muhammad al-Nafs al-Zakiyyah Ibn Abdullah al-Kamil Ibn Hasan al-Musana Ibn Hasan al-Sibti Ibn Ali Ibn Abi Thalib, dari Sayyidah Fatimah al-Zahra putri Rasuluullah saw.&lt;br /&gt;Nama al-Tijani diambil dari suku Tijanah yaitu suatu suku yang hidup di sekitar Tilimsan, Aljazair; dari pihak ibu, dan Syekh Ahmad al-Tijani berasal dari suku tersebut. Keluarga Syekh Ahmad Al-Tijani adalah keluarga yang dibentuk dengan tradisi taat beragama. Dikatakan, bahwa ayah Syekh Ahmad al-Tijani adalah seorang ulama yang disiplin menjalankan ajaran agama. Ketika Syekh Ahmad al-Tijani memasuki usia balig dinikahkan oleh ayahnya. Sejak usia berapa tahun beliau menikah? Dalam kitab-kitan yang menulis riwayat hidup Syekh Ahmad al-Tijani tidak dijelaskan. Namun apabila dihubungkan dengan tahun meninggal kedua orang tuanya, mereka meninggal berturut-turut pada tahun yang sama yakni tahun 1166 H. Diduga beliau nikah antara usia 15-16 tahun, sebab beliau lahir pada tahun 1150 H. Dari hasil pernikahannya beliau mempunyai dua orang putra yakni Muhammad al-Habib dan Muhammad al-Kabir yang kelak secara berturut-turut memimpin zawiyah (pesantren Sufi yang beliau dirikan).&lt;br /&gt;Mengenai tempat meninggalnya, dalam kitab-kitab yang menulis Syekh Ahmad al-Tijani, disepakati bahwa beliau wafat di kota Fez Maroko. Hal ini bisa dimengerti karena sebagaimana akan dilihat nanti, di kota ini Syekh Ahmad al-Tijani mempunyai kesempatan untuk mengembangkan ajarannya dengan dukungan penguasa. Dengan demikian tidak ada alasan bagi beliau untuk meninggalkan Maroko. Sebagaimana tempat wafatnya, tahun wafatnyapun disepakati, yakni beliau wafat pada tahun 1230 H., dengan demikian beliau wafat dalam usia 80 tahun, karena beliau lahir pada tahun 1150 H. Demikian juga mengenai hari dan tanggal wafatnya, disepakati bahwa beliau wafat pada hari Kamis, tanggal 17 Syawal dan dimakamkan di kota Fez Maroko.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-2353726268710472282?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/2353726268710472282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=2353726268710472282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/2353726268710472282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/2353726268710472282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/05/profil-syekh-ahmad-al-tijani.html' title='Profil Syekh Ahmad Al-Tijani'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-5654660687866930718</id><published>2008-04-18T03:35:00.000-07:00</published><updated>2008-04-18T03:38:06.327-07:00</updated><title type='text'>Nasab Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany RA.</title><content type='html'>Beliau adalah seorang bangsawan yang tergolong trah Ahlul Baiti Rasulullah Saw. dengan nasab dari Siti Fatimah dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallaahu Wajhahu (ba’Alawi / Alawiyyin) dari garis Sayyidina Hasan (Al Hasany). Beliau keturunan ke 24 dari Rasulullah Saw. lengkapnya adalah : Ahmad bin Muhammad bin Mukhtar bin Ahmad bin Muhammad bin Salim bin Al ‘iid bin Salim bin Ahmad Al Alwany bin Ahmad bin Ali bin Abdillah bin Abbas bin Abdil Jabbar bin Idris bin Ishaq bin Zainal ‘Abidin bin Ahmad bin Muhammad An Nafsiz Zakiyyah bin Abdullah al Kamil bin Hasan Al Mutsanna bin Hasan As Sibti bin Ali bin Abi Tholib dari Sayyidah Fatimah Al Zahra Al Batul binti Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu beliau adalah seorang wanita shalihah, Sayyidah Aisyah binti Sayyid Al Jalil Abi Abdullah bin Sanusi At Tijany Al Madhowi, Al Madhowi bernisbat pada desa Ain Al Madi sebuah desa yang terkenal di Gurun Sahara timur kota Maroko di Magribil Aqsha ( Afrika barat)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-5654660687866930718?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/5654660687866930718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=5654660687866930718' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/5654660687866930718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/5654660687866930718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/04/nasab-sayyidi-syeikh-ahmad-bin-muhammad.html' title='Nasab Sayyidi Syeikh Ahmad bin Muhammad At Tijany RA.'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-2727743399161196325</id><published>2008-03-10T21:05:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T21:06:27.135-07:00</updated><title type='text'>Ali bin Abi Thalib R.A Wa K.W.</title><content type='html'>‘Alī bin Abī Thālib (Bahasa Arab: علي بن أﺑﻲ طالب) (Bahasa Persia: علی پسر ابو طالب)‎ (599 – 661) adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad. Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. SedangkanSyi'ah berpendapat bahwa ia adalah Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW. Uniknya meskipun Sunni tidak mengakui konsep Imamah mereka setuju memanggil Ali dengan sebutan Imam, sehingga Ali menjadi satu-satunya Khalifah yang sekaligus juga Imam. Ali adalah sepupu dari Muhammad, dan setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra, ia menjadi menantu Muhammad.&lt;br /&gt;Perbedaan pandangan mengenai pribadi Ali bin Abi Thalib&lt;br /&gt;Syi'ah&lt;br /&gt;Syi'ah berpendapat bahwa Ali adalah khalifah yang berhak menggantikan Nabi Muhammad, dan sudah ditunjuk oleh Beliau atas perintah Allah di Ghadir Khum. Syi'ah meninggikan kedudukan Ali atas Sahabat Nabi yang lain, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;Syi'ah selalu menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Alayhi Salam (AS) atau semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;Sunni&lt;br /&gt;Sebagian Sunni yaitu mereka yang menjadi anggota Bani Umayyah dan para pendukungnya memandang Ali sama dengan Sahabat Nabi yang lain.&lt;br /&gt;Sunni menambahkan nama Ali dengan Radhiyallahu Anhu (RA) atau semoga Allah melimpahkan Ridha (ke-suka-an)nya. Tambahan ini sama sebagaimana yang juga diberikan kepada Sahabat Nabi yang lain.&lt;br /&gt;Sufi&lt;br /&gt;Sufi menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan Karramallahu Wajhah (KW) atau semoga Allah me-mulia-kan wajahnya. Doa kaum Sufi ini sangat unik, berdasar riwayat bahwa beliau tidak suka menggunakan wajahnya untuk melihat hal-hal buruk bahkan yang kurang sopan sekalipun. Dibuktikan dalam sebagian riwayat bahwa beliau tidak suka memandang ke bawah bila sedang berhubungan intim dengan istri. Sedangkan riwayat-riwayat lain menyebutkan dalam banyak pertempuran (duel-tanding), bila pakaian musuh terbuka bagian bawah terkena sobekan pedang beliau, maka Ali enggan meneruskan duel hingga musuhnya lebih dulu memperbaiki pakaiannya.&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib dianggap oleh kaum Sufi sebagai Imam dalam ilmu hikmah (divine wisdom) dan futuwwah (spiritual warriorship). Dari beliau bermunculan cabang-cabang tarekat (thoriqoh) atau spiritual-brotherhood. Hampir seluruh pendiri tarekat Sufi, adalah keturunan beliau sesuai dengan catatan nasab yang resmi mereka miliki. Seperti pada tarekat Qadiriyyah dengan pendirinya Syekh Abdul Qadir Jaelani, yang merupakan keturunan langsung dari Ali melalui anaknya Hasan bin Ali seperti yang tercantum dalam kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jilani (karya Syekh Ja'far Barzanji) dan banyak kitab-kitab lainnya.&lt;br /&gt;Riwayat Hidup&lt;br /&gt;Kelahiran &amp; Kehidupan Keluarga&lt;br /&gt;Kelahiran&lt;br /&gt;Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi[1] atau 600[2](perkiraan). Muslim Syi'ah percaya bahwa Ali dilahirkan di dalam Ka'bah. Usia Ali terhadap Nabi Muhammad masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 tahun.&lt;br /&gt;Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani diantara kalangan Quraisy Mekkah.&lt;br /&gt;Setelah mengetahui sepupu yang baru lahir diberi nama Haydar, Nabi SAW terkesan tidak suka, karena itu mulai memanggil dengan Ali yang berarti Tinggi(derajat di sisi Allah).&lt;br /&gt;Kehidupan Awal&lt;br /&gt;Ali dilahirkan dari ibu yang bernama Fatimah binti Asad, dimana Asad merupakan anak dari Hasyim, sehingga menjadikan Ali, merupakan keturunan Hasyim dari sisi bapak dan ibu.&lt;br /&gt;Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi Nabi SAW karena beliau tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi Nabi SAW bersama istri beliau Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya putra angkat. Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib yang telah mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga dewasa, sehingga sedari kecil Ali sudah bersama dengan Muhammad.&lt;br /&gt;Dalam biografi asing (Barat), hubungan Ali kepada Nabi Muhammad SAW dilukiskan seperti Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) kepada Yesus (Nabi Isa). Dalam riwayat-riwayat Syi'ah dan sebagian riwayat Sunni, hubungan tersebut dilukiskan seperti Nabi Harun kepada Nabi Musa.&lt;br /&gt;Masa Remaja&lt;br /&gt;Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tesebut atau orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada titik ini Ali berusia sekitar 10 tahun.&lt;br /&gt;Pada usia remaja setelah wahyu turun, Ali banyak belajar langsung dari Nabi SAW karena sebagai anak asuh, berkesempatan selalu dekat dengan Nabi hal ini berkelanjutan hingga beliau menjadi menantu Nabi. Hal inilah yang menjadi bukti bagi sebagian kaum Sufi bahwa ada pelajaran-pelajaran tertentu masalah ruhani (spirituality dalam bahasa Inggris atau kaum Salaf lebih suka menyebut istilah 'Ihsan') atau yang kemudian dikenal dengan istilah Tasawuf yang diajarkan Nabi khusus kepada beliau tapi tidak kepada Murid-murid atau Sahabat-sahabat yang lain.&lt;br /&gt;Karena bila ilmu Syari'ah atau hukum-hukum agama Islam baik yang mengatur ibadah maupun kemasyarakatan semua yang diterima Nabi harus disampaikan dan diajarkan kepada umatnya, sementara masalah ruhani hanya bisa diberikan kepada orang-orang tertentu dengan kapasitas masing-masing.&lt;br /&gt;Didikan langsung dari Nabi kepada Ali dalam semua aspek ilmu Islam baik aspek zhahir (exterior)atau syariah dan bathin (interior) atau tasawuf menggembleng Ali menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani dan bijak.&lt;br /&gt;Kehidupan di Mekkah sampai Hijrah ke Madinah&lt;br /&gt;Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur menampakkan kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.&lt;br /&gt;Kehidupan di Madinah&lt;br /&gt;Perkawinan&lt;br /&gt;Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan Nabi dengan putri kesayangannya Fatimah az-Zahra yang banyak dinanti para pemuda. Nabi menimbang Ali yang paling tepat dalam banyak hal seperti Nasab keluarga yang se-rumpun (Bani Hasyim), yang paling dulu mempercayai ke-nabi-an Muhammad (setelah Khadijah), yang selalu belajar di bawah Nabi dan banyak hal lain.&lt;br /&gt;Pertempuran yang diikuti pada masa Nabi saw&lt;br /&gt;Perang Badar&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah menikah, pecahlah perang Badar, perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman Nabi. Banyaknya Quraisy Mekkah yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun.&lt;br /&gt;Perang Khandaq&lt;br /&gt;Perang Khandak juga menjadi saksi nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud. Dengan satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;Perang Khaibar&lt;br /&gt;Setelah Perjanjian Hudaibiyah yang memuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, dikemudian hari Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut sehingga pecah perang melawan Yahudi yang bertahan di Benteng Khaibar yang sangat kokoh, biasa disebut dengan perang Khaibar. Di saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, Nabi saw bersabda:&lt;br /&gt;"Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya".&lt;br /&gt;Maka, seluruh sahabat pun berangan-angan untuk mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun, temyata Ali bin Abi Thalib yang mendapat kehormatan itu serta mampu menghancurkan benteng Khaibar dan berhasil membunuh seorang prajurit musuh yang berani bernama Marhab lalu menebasnya dengan sekali pukul hingga terbelah menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;Peperangan lainnya&lt;br /&gt;Hampir semua peperangan beliau ikuti kecuali perang Tabuk karena mewakili nabi Muhammad untuk menjaga kota Madinah.&lt;br /&gt;Setelah Nabi wafat&lt;br /&gt;Sampai disini hampir semua pihak sepakat tentang riwayat Ali bin Abi Thalib, perbedaan pendapat mulai tampak ketika Nabi Muhammad wafat. Syi'ah berpendapat sudah ada wasiat (berdasar riwayat Ghadir Khum) bahwa Ali harus menjadi Khalifah bila Nabi SAW wafat. Tetapi Sunni tidak sependapat, sehingga pada saat Ali dan Fatimah masih berada dalam suasana duka orang-orang Quraisy bersepakat untuk membaiat Abu Bakar.&lt;br /&gt;Pengangkatan Abu Bakar sebagai Khalifah tentu tidak disetujui keluarga Nabi Ahlul Baitdan pengikutnya. Beberapa riwayat berbeda pendapat waktu pem-bai'at-an Ali bin Abi Thalib terhadap Abu Bakar sebagai Khalifah pengganti Rasulullah. Ada yang meriwayatkan setelah Nabi dimakamkan, ada yang beberapa hari setelah itu, riwayat yang terbanyak adalah Ali mem-bai'at Abu Bakar setelah Fatimah meninggal, yaitu enam bulan setelah meninggalnya Rasulullah demi mencegah perpecahan dalam ummat&lt;br /&gt;Ada yang menyatakan bahwa Ali belum pantas untuk menyandang jabatan Khalifah karena umurnya yang masih muda, ada pula yang menyatakan bahwa kekhalifahan dan kenabian sebaiknya tidak berada di tangan Bani Hasyim.&lt;br /&gt;Sebagai khalifah&lt;br /&gt;Peristiwa pembunuhan terhadap Khalifah Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara. Pemberontak yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah memaksa beliau, sehingga akhirnya Ali menerima bai'at mereka. Menjadikan Ali satu-satunya Khalifah yang dibai'at secara massal, karena khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Sebagai Khalifah ke-4 yang memerintah selama sekitar 5 tahun. Masa pemerintahannya mewarisi kekacauan yang terjadi saat masa pemerintah Khalifah sebelumnya, Utsman bin Affan. Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim terjadi saat masa pemerintahannya, Perang Jamal. 20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul mu'minin Aisyah binti Abu Bakar, janda Rasulullah. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.&lt;br /&gt;Peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan yang menurut berbagai kalangan waktu itu kurang dapat diselesaikan karena fitnah yang sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi) oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup, dan diperparah oleh hasutan-hasutan para pembangkang yang ada sejak zaman Utsman bin Affan, menyebabkan perpecahan di kalangan kaum muslim sehingga menyebabkan perang tersebut. Tidak hanya selesai di situ, konflik berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Perang Shiffin yang melemahkan kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Beliau meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimami shalat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.&lt;br /&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-2727743399161196325?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/2727743399161196325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=2727743399161196325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/2727743399161196325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/2727743399161196325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/03/ali-bin-abi-thalib-ra-wa-kw.html' title='Ali bin Abi Thalib R.A Wa K.W.'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-8924642883000355894</id><published>2008-03-10T21:01:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T21:04:55.300-07:00</updated><title type='text'>Utsman bin Affan R.A.</title><content type='html'>Utsman bin Affan (bahasa Arab: عثمان بن عفان) (sekitar 574 - 656) adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang termasuk Khulafaur Rasyidin yang ke-3. Usman adalah seorang yang saudagar yang kaya tetapi sangatlah dermawan. Dialah yang berjasa membeli sumur dari orang Yahudi yang memonopoli air di Madinah. Beliau juga berjasa dalam hal membukukan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Beliau adalah kalifah ketiga yang memerintah dari tahun 644 hingga 656.&lt;br /&gt;Kisah Utsman Bin Affan R.A.&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Thabaqat, Taj al-Subki menceritakan bahwa ada seorang laki-laki bertamu kepada 'Utsman. Laki-laki tersebut baru saja bertemu dengan seorang perempuan di tengah jalan, lalu ia menghayalkannya. 'Utsman berkata kepada laki-laki itu, "Aku melihat ada bekas zina di matamu." Laki-laki itu bertanya, "Apakah wahyu masih diturunkan sctelah Rasulullah Saw wafat?" `Utsman menjawab, "Tidak, ini adalah firasat seorang mukmin." `Utsman r.a. mengatakan hal tersebut untuk mendidik dan menegur laki-laki itu agar tidak mengulangi apa yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;Selanjutnya Taj al-Subki menjelaskan bahwa bila seseorang hatinya jernih, maka ia akan melihat dengan nur Allah, sehingga ia bisa mengetahui apakah yang dilihatnya itu kotor atau bcrsih. Maqam orang-orang seperti itu berbeda-beda. Ada yang mengetahui bahwa yang dilihatnya itu kotor tetapi ia tidak mengetahui sebabnya. Ada yang maqamnya lebih tinggi karena mengetahui sebab kotornya, seperti 'Utsman r.a. Ketika ada seorang laki-laki datang kepadanya, `Utsman dapat melihat bahwa hati orang itu kotor dan mengetahui sebabnya yakni karena menghayalkan seorang perempuan.&lt;br /&gt;Artinya, setiap maksiat itu kotor, dan menimbulkan noda hitam di hati sesuai kadar kemaksiatannya sehingga membuatnya kotor, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah, "Sekali-kali tidak demikian, sesungguhnya apa yang mereka kerjakan itu mengotori hati mereka (QS Al-Muthaffifin [83]: 14).&lt;br /&gt;Semakin lama, kemaksiatan yang dilakukan membuat hati semakin kotor dan ternoda, sehingga membuat hati menjadi gelap dan menutup pintu-pintu cahaya, lalu hati menjadi mati, dan tidak ada jalan lagi untuk bertobat, seperti dinyatakan dalam firman Nya, Dan hati mereka telah dikunci mati, sehingga mereka tidak mengetahui kebahagiaan beriman dan berjihad. (QS Al Taubah [9]: 87)&lt;br /&gt;Sekecil apa pun kemaksiatan akan membuat hati kotor sesuai kadar kemaksiatan itu. Kotoran itu bisa dibersihkan dengan memohon ampun (istighfar) atau perbuatan-perbuatan lain yang dapat menghilangkannya. Hal tersebut hanya diketahui oleh orang yang memiliki mata batin yang tajam seperti 'Utsman bin `Affan, sehingga ia bisa mengetahui kotoran hati meskipun kecil, karena menghayalkan seorang perempuan merupakan dosa yang paling ringan, `Utsman dapat melihat kotoran hati itu dan mengetahui sebabnya. Ini adalah maqam paling tinggi di antara maqam-maqam lainnya. Apabila dosa kecil ditambah dosa kecil lainnya, maka akan bertambah pula kekotoran hatinya, dan apabila dosa itu semakin banyak maka akan membuat hatinya gelap. Orang yang memiliki mata hati akan mampu melihat hal ini. Apabila kita bertemu dengan orang yang penuh dosa sampai gelap hatinya, tetapi kita tidak mampu mengetahui hal tersebut, berarti dalam hati kita masih ada penghalang yang membuat kita tidak mampu melihat hal tersebut, karena orang yang mata hatinya jernih dan tajam pasti akan mampu melihat dosa-dosa orang tersebut.&lt;br /&gt;Ibnu `Umar r.a. menceritakan bahwa Jahjah al-Ghifari mendekati 'Utsman r.a. yang sedang berada di atas mimbar. Jahjah merebut tongkat 'Utsman, lalu mematahkannya. Belum lewat setahun, Allah menimpakan penyakit yang menggerogoti tangan Jahjah, hingga merenggut kematiannya. (Riwayat Al-Barudi dan Ibnu Sakan)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dikisahkan bahwa Jahjah al-Ghifari mendekati `Utsman yang sedang berkhutbah, merebut tongkat dari tangan `Utsman, dan meletakkan di atas lututnya, lalu mematahkannya. Orang-orang menjerit. Allah lalu menimpakan penyakit pada lutut Jahjah dan tidak sampai setahun ia meninggal. (Riwayat Ibnu Sakan dari Falih bin Sulaiman yang saya kemukakan dalam kitab Hujjatullah `ala al-Alamin)&lt;br /&gt;Diceritakan bahwa Abdullah bin Salam mendatangi `Utsman r.a. yang sedang dikurung dalam tahanan untuk mengucapkan salam kepadanya. 'Utsman bercerita, "Selamat datang saudaraku. Aku melihat Rasulullah Saw dalam ventilasi kecil ini. Rasulullah bertanya, "Utsman, apakah mereka mengurungmu?' Aku menjawab, `Ya.' Lalu beliau memberikan seember air kepadaku dan aku meminumnya sampai puas. Rasulullah berkata lagi, `Kalau kau mau bebas.niscaya engkau akan bebas, dan kalau kau mau makan bersama kami mari ikut kami.' Kemudian aku memilih makan bersama mereka." Pada hari itu juga, `Utsman terbunuh.&lt;br /&gt;Menurut Jalaluddin al-Suyuthi, kisah ini adalah kisah masyhur yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis dengan beberapa sanad berbeda, termasuk jalur sanad Harits bin Abi Usamah. Menurut Ibnu Bathis, apa yang dialami 'Utsman adalah mimpi pada saat terjaga sehingga bisa dianggap karamah. Karena semua orang bisa bermimpi ketika tidur, maka mimpi ketika tidur tidak termasuk kejadian luar biasa yang bisa dianggap sebagai karamah. Hal ini disepakati oleh orang yang mengingkari karamah para wali. (Dikutip dalam Tabaqat al-Munawi dari kitab Itsbat al-Karamah karya Ibnu Bathis)&lt;br /&gt;Sumber : Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan &amp;  http://kawansejati.ee.itb.ac.id/utsman-bin-affan-r-a&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-8924642883000355894?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/8924642883000355894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=8924642883000355894' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8924642883000355894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8924642883000355894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/03/utsman-bin-affan-ra.html' title='Utsman bin Affan R.A.'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-7326648628741842955</id><published>2008-03-10T20:59:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T21:00:50.836-07:00</updated><title type='text'>Umar bin Khattab R.A.</title><content type='html'>Umar bin Khattab (581 - November 644) (bahasa Arab: عمر بن الخطاب) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin.&lt;br /&gt;Latar belakang&lt;br /&gt;Ia memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Orangtuanya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.&lt;br /&gt;Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.&lt;br /&gt;Sebelum Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, "Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku".&lt;br /&gt;Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali. Tetapi, setelah masuk Islam, belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas. Sehingga ada kisah, Pada malam hari, Umar bermabuk-mabukkan sampai Subuh. Ketika waktu Subuh tiba, beliau pergi ke masjid dan ditunjuk sebagai imam. Ketika membaca surat Al-Kafirun, karena ayat 3 dan 5 bunyinya sama, setelah membaca ayat ke 5, beliau ulang lagi ke ayat 4 terus menerus. Akhirnya, Allah menurunkan larangan bermabuk-mabukkan yang tegas.&lt;br /&gt;Memeluk Islam&lt;br /&gt;Ketika ajakan memeluk Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad SAW, Umar mengambil posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya.&lt;br /&gt;Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad SAW. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu'aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur'an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur'an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.&lt;br /&gt;Kehidupan di Madinah&lt;br /&gt;Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yathrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;Kematian Muhammad SAW&lt;br /&gt;Setelah sakit dalam beberapa minggu, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari senin tanggal 8 Juni 632 (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah), di Madinah.&lt;br /&gt;Persiapan pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan kembali sewaktu-waktu. (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal)&lt;br /&gt;Abu Bakar yang kebetulan sedang berada di luar Madinah, demi mendengar kabar itu lantas bergegas kembali. Ia menjumpai Umar sedang menahan muslim yang lain dan lantas mengatakan.&lt;br /&gt;"Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan hidup selalu tak pernah mati."&lt;br /&gt;Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur'an :&lt;br /&gt;"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (surat Ali 'Imran ayat 144)&lt;br /&gt;Umar lantas menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan.&lt;br /&gt;Masa kekhalifahan Abu Bakar&lt;br /&gt;Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk menggantikannya.&lt;br /&gt;Menjadi khalifah&lt;br /&gt;Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).&lt;br /&gt;Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.&lt;br /&gt;Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk shalat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk shalat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia shalat.&lt;br /&gt;Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.&lt;br /&gt;Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di jaman itu, ia tetap hidup sebagaimana saat para pemeluk Islam masih miskin dan dianiaya.&lt;br /&gt;Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.&lt;br /&gt;Kematian&lt;br /&gt;Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk, seorang budak pada saat ia akan memimpin shalat. Pembunuhan ini konon dilatarbelankangi dendam pribadi Abu Lukluk terhadap Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-7326648628741842955?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/7326648628741842955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=7326648628741842955' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/7326648628741842955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/7326648628741842955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/03/umar-bin-khattab-ra.html' title='Umar bin Khattab R.A.'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-1325761659285821474</id><published>2008-03-10T20:56:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T20:58:33.336-07:00</updated><title type='text'>Abu Bakar Shiddiq R.A.</title><content type='html'>Abu Bakar (bahasa Arab أبو بكر الصديق, Abu Bakr ash-Shiddiq) (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13 H) termasuk di antara mereka yang paling awal memeluk Islam. Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar menjadi khalifah yang pertama pada tahun 632. Beliau bernama asli Abdullah ibni Abi Quhaafah.&lt;br /&gt;Arti nama&lt;br /&gt;Abu Bakar berarti 'ayah si gadis', yaitu ayah dari Aisyah istri Nabi Muhammad SAW. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Ka'bah (artinya 'hamba Ka'bah'), yang kemudian diubah oleh Rasulullah menjadi Abdullah (artinya 'hamba Allah'). Sumber lain menyebutkan namanya adalah Abdullah bin Abu Quhafah (Abu Quhafah adalah kunya atau nama panggilan ayahnya). Nabi Muhammad SAW juga memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya 'yang berkata benar'), sehingga ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar ash-Shiddiq.&lt;br /&gt;Memeluk Islam&lt;br /&gt;Abu Bakar dilahirkan di Mekkah dari keturunan Bani Taim, suku bangsa Quraish. Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, ia adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi. Berdasarkan keadaan saat itu dimana kepercayaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW lebih banyak menarik minat anak-anak muda, orang miskin, kaum marjinal dan para budak, sulit diterima bahwa Abu Bakar justru termasuk dalam mereka yang memeluk Islam dalam periode awal dan juga berhasil mengajak penduduk mekkah dan kaum Quraish lainnya mengikutinya (memeluk Islam).&lt;br /&gt;Awalnya ia dikenal dengan nama Abdul Ka'bah (pelayan Ka'bah), setelah memeluk Islam ia menggunakan nama Abdullah (pelayan Tuhan). Namun, ia lebih dikenal dengan nama Abu Bakar (dari bahasa arab Bakr yang berarti unta muda) karena minatnya dalam berternak unta.&lt;br /&gt;Era bersama Nabi&lt;br /&gt;Sebagaimana yang juga dialami oleh para pemeluk Islam pada masa awal. Ia juga mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh penduduk Mekkah yang mayoritas masih memeluk agama nenek moyang mereka. Namun, penyiksaan terparah dialami oleh mereka yang berasal dari golongan budak. Sementara para pemeluk non budak biasanya masih dilindungi oleh para keluarga dan sahabat mereka, para budak disiksa sekehendak tuannya. Hal ini mendorong Abu Bakar membebaskan para budak tersebut dengan membelinya dari tuannya kemudian memberinya kemerdekaan.&lt;br /&gt;Beberapa budak yang ia bebaskan antara lain :&lt;br /&gt;· Bilal bin Rabah· Abu Fakih· Ammar· Abu Fuhaira · Lubainah· An Nahdiah· Ummu Ubays· Zinnira&lt;br /&gt;Ketika peristiwa Hijrah, saat Nabi Muhammad SAW pindah ke Madinah (622 M), Abu Bakar adalah satu-satunya orang yang menemaninya. Abu Bakar juga terikat dengan Nabi Muhammad secara kekeluargaan. Anak perempuannya, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad beberapa saat setelah Hijrah.&lt;br /&gt;Menjadi Khalifah&lt;br /&gt;Selama masa sakit Rasulullah SAW saat menjelang ajalnya, dikatakan bahwa Abu Bakar ditunjuk untuk menjadi imam shalat menggantikannya, banyak yang menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan posisinya. Segera setelah kematiannya (632), dilakukan musnyawarah di kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar sebagai pemimpin baru umat Islam atau khalifah Islam.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi saat musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar sebagai khalifah adalah subyek yang sangat kontroversial dan menjadi sumber perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah menjadi kaum sunni dan syi'ah. Di satu sisi kaum syi'ah percaya bahwa seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi Muhammad) yang menjadi pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah SAW sendiri sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah SAW menolak untuk menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Rasulullah mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin.sementara muslim syi'ah berpendapat kalau rosulullah saw dalam hal-hal terkecil seperti sebelum dan sesudah makan,minum,tidur,dll,tidak pernah meninggal umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat terahir.dan juga banyak hadits di sunni maupun syi'ah tentang siapa khalifah sepeninggal rosulullah saw,serta jumlah pemimpin islam yang dua belas.kalau memang musyawarah kenapa tidak menampilkan tokoh bani hasyim,dan cobalah kita simak kembali jalan musyawarah di saqifah bani sa'idah.kalau memang penunjukkan pemimpin dengan musyawarah,bagaimana dengan kholifah umar yang memimpin dengan wasiat kholifah abu bakar,atau kenapa kholifah mu'awiyah merubahnya menjadi kerajaan monarki,dan kenapa dibenarkan khilafah abbasiah yang menggantikan khilafah bani umayah dengan pemberontakan dan peperangan.mungkin kita harus lebih dalam lagi membaca sejarah islam dengan refrensi lengkap. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat masing-masing kaum tersebut, Ali sendiri secara formal menyatakan kesetiaannya (berbai'at) kepada Abu Bakar dan dua khalifah setelahnya (Umar bin Khattab dan Usman bin Affan). Kaum sunni menggambarkan pernyataan ini sebagai pernyataan yang antusias dan Ali menjadi pendukung setia Abu Bakar dan Umar. Sementara kaum syi'ah menggambarkan bahwa Ali melakukan baiat tersebut secara pro forma,mengingat beliau berbaiat setelah sepeninggal fatimah istri beliau yang berbulan bulan lamanya dan setelah itu ia menunjukkan protes dengan menutup diri dari kehidupan publik.&lt;br /&gt;Perang Ridda&lt;br /&gt;Segera setelah suksesi Abu Bakar, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada. Beberapa diantaranya menolak membayar zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembahan berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad SAW dan dengan kematiannya komitmennya tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Ridda. Dalam perang Ridda peperangan terbesar adalah memerangi "Ibnu Habib al-Hanafi" yang lebih dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad SAW.Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid.&lt;br /&gt;Ekspedisi ke utara&lt;br /&gt;Setelah menstabilkan keadaan internal dan secara penuh menguasai Arab, Abu Bakar memerintahkan para jenderal Islam melawan kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Sassanid. Khalid bin Walid menaklukkan Irak dengan mudah sementara ekspedisi ke suriah juga meraih sukses.&lt;br /&gt;Qur'an&lt;br /&gt;Abu Bakar juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur'an. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah dalam perang Ridda, banyak penghapal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Abu Bakar lantas meminta Umar bin Khattab untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. Setelah lengkap koleksi ini, yang dikumpulkan dari para penghapal Al-Quran dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya, oleh sebuah team yang diketuai oleh shahabat Zaid bin Tsabit, kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga istri dari Nabi Muhammad SAW. Kemudian pada masa pemerintahan Usman bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al Qur'an hingga yang dikenal hingga saat ini.&lt;br /&gt;Kematian&lt;br /&gt;Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah.Abu Bakar dimakamkan di Masjid Nabawi, di samping makam Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-1325761659285821474?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/1325761659285821474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=1325761659285821474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1325761659285821474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1325761659285821474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/03/abu-bakar-shiddiq-ra.html' title='Abu Bakar Shiddiq R.A.'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-7013989473450445150</id><published>2008-03-10T20:30:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T20:56:25.128-07:00</updated><title type='text'>Khulafaur Rasyidin</title><content type='html'>Khalifah Ar-Rasyidin atau Khulafa'ur Rasyidin adalah empat khalifah pertama dalam tradisi Islam Sunni, sebagai pengganti Muhammad, yang dipandang sebagai pemimpin yang mendapat petunjuk dan patut dicontoh. Mereka semuanya adalah sahabat dekat Nabi Muhammad SAW, dan penerusan kepemimpinan mereka bukan berdasarkan keturunan, suatu hal yang kemudian menjadi ciri-ciri kekhalifahan selanjutnya.&lt;br /&gt;Sistem pemilihan terhadap masing-masing khalifah tersebut berbeda-beda, hal tersebut terjadi karena para sahabat menganggap bahwa Nabi Muhammad tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai pengganti beliau, yang ditolak oleh kalangan Syi'ah. Menurut Syi'ah, Muhammad sudah jelas menunjuk pengganti beliau adalah Ali bin Abi Thalib sesuai dengan Hadits Ghadir Khum.&lt;br /&gt;Khulafaur Rasyidin&lt;br /&gt;Khulafaur Rasyidin terdiri dari empat khalifah sahabat Nabi Muhammad SAW adalah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib.&lt;br /&gt;Abu Bakar&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW sakit keras, beliau tidak dapat mengimami shalat jamaah. Maka ditunjuklah Abu Bakar untuk menggantikannya. Bagi sebagian warga Madinah, ini adalah indikasi bahwa suksesi kepemimpinan Rasulullah SAW diteruskan kepada Abu Bakar. Ketika Rasulullah wafat, sebagian kalangan muslim Anshar dan beberapa orang dari pihak Muhajirin mengadakan pertemuan di Saqifah Bani Sa'idah. Sempat terjadi perselisihan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Dan akhirnya, terpilihlah Abu Bakar as-Siddiq sebagai Khalifah pertama.&lt;br /&gt;Umar bin Khattab&lt;br /&gt;Ketika Abu Bakar merasakan sakitnya semakin berat, ia mengumpulkan para sahabat besar dan menunjuk Umar bin Khattab sebagai Khalifah. Para sahabat setuju dan Abu Bakar meninggalkan surat wasiat yang menunjuk Umar sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;Utsman bin Affan&lt;br /&gt;Umar bin Khattab tidak dapat memutuskan bagaimana cara terbaik menentukan khalifah penggantinya. Segera setelah peristiwa penikaman dirinya oleh Fairuz, seorang majusi persia, Umar mempertimbangkan untuk tidak memilih pengganti sebagaimana dilakukan Rasulullah. Namun Umar juga berpikir untuk meninggalkan wasiat seperti dilakukan Abu Bakar. Sebagai jalan keluar, Umar menunjuk enam orang Sahabat sebagai Dewan Formatur yang bertugas memilih Khalifah baru. Keenam Orang itu adalah Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;Setelah melalui perdebatan yang cukup lama, muncul dua nama yang bersaing ketat yakni Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Keputusan terakhir diserahkan kepada Abdurrahman bin Auf sebagai ketua Dewan yang kemudian menunjuk Utsman bin Affan sebagai Khalifah&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;br /&gt;Para pemberontak terus mengepung rumah Utsman. Ali memerintahkan ketiga puteranya, Hasan, Husain dan Muhammad bin Ali al-Hanafiyah mengawal Utsman dan mencegah para pemberontak memasuki rumah. Namun kekuatan yang sangat besar dari pemberontak akhirnya berhasil menerobos masuk dan membunuh Khalifah Utsman.&lt;br /&gt;Umat yang tidak punya pemimpin dengan wafatnya Utsman, membaiat Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah baru.&lt;br /&gt;Lainnya&lt;br /&gt;Sebagian kalangan ulama menganggap bahwa Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang memperoleh petunjuk tidak terbatas pada keempat orang tersebut di atas, tetapi dapat mencakup pula para khalifah setelahnya yang kehidupannya benar-benar sesuai dengan petunjuk al-Quran dan Sunnah Nabi. Salah seorang yang oleh kesepakatan banyak ulama dapat diberi gelar khulafaur rasyidin adalah Umar bin Abdul-Aziz, khalifah Bani Umayyah ke-8.&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Khulafaur_Rasyidin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-7013989473450445150?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/7013989473450445150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=7013989473450445150' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/7013989473450445150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/7013989473450445150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/03/khulafaur-rasyidin.html' title='Khulafaur Rasyidin'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-1230298450053360778</id><published>2008-03-10T19:54:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T19:59:12.827-07:00</updated><title type='text'>Muhammad SAW menurut Michael H Hart Dalam Buku 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia</title><content type='html'>Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.&lt;br /&gt;Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.&lt;br /&gt;Sumber : http://media.isnet.org/iptek/100/Muhammad.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-1230298450053360778?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/1230298450053360778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=1230298450053360778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1230298450053360778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1230298450053360778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/03/muhammad-saw-menurut-michael-h-hart.html' title='Muhammad SAW menurut Michael H Hart Dalam Buku 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-4957737558088647452</id><published>2008-02-07T20:27:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:28:19.122-08:00</updated><title type='text'>Bagian 16 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>Kemudian ia berkata : Kembalikanlah ruh seorang Mukmin itu ke bumi. Sesungguhnya Aku, Tuhanmu telah menjanjikan kepada manusia bahwa Aku (Allah Swt) telah menciptakan manusia dari bumi dan kepadanya Aku mengembalikannya, dan daripadanya pula Aku mengeluarkannya di kesempatan yang lain. Maka dikembalikanlah ruh itu ke bumi dan masuk kembali ke jasadnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya ruh itu ke jasadnya datang dua Malaikat yang dengan kasar dan lantang menghampirinya dan mendudukkan hamba tersebut. Pada saat itulah dua Malaikat itu melontarkan berbagai pertanyaan kepadanya : &lt;br /&gt;من ربّك ؟ ومــا دينــك ؟ فيقـــول ربّى الله. ودينى الاسلام &lt;br /&gt;?Siapa Tuhanmu ? dan apa agamamu, ia pun menjawab : Allah adalah Tuhanku dan Islam adalah agamaku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Malaikat itu kembali melontarkan pertanyaan : &lt;br /&gt;فما تقول فى هذالرجل الذى بعث فيكم ؟ فيقول هو رسول الله : وما يدريك ؟ فيقــول جآءنا بالبيــنات من ربّنا فا منت به وصـدقّت. &lt;br /&gt;"Apa komentarmu kepada seorang laki-laki yang telah diutus kepada kalian semua ? Hamba itu menjawab : Ia adalah Rasulullah ! apa yang kamu ketahui tentang dia ? Hamba Mu?min itu menjawab : Dia datang kepada kita dengan membawa bukti yang jelas dari Tuhanku maka aku mengimaninya dan membenarkannya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini merupakan esensi makna dari sebuah firman Allah : يثبت الله الذين امنــوابالقــول الثابت فى الحيـاة الدنيا وفى الأخرة &lt;br /&gt;?Allah telah mengokohkan (keyakinan) orang-orang yang beriman dengan qoul al - Tsabit / ucapan yang tetap di dalam kehidupan dunia dan akhirat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda : Pada saat itu muncullah sebuah seruan menggema dari langit : Sungguh kebenaran telah ada pada hambaku. Maka ialah yang berhak atas surga, saat itulah surga dibentangkan dan dalam bentuk seorang laki-laki yang cakep wajahnya, wangi baunya dan bajunya indah menawan, seorang laki-laki jelmaan itu lantas berkata ; bersenang senanglah kalian semua atas apa yang telah Allah ?Azza Wajalla janjikan kepadamu, berbahagialah atas keridlaan dari Allah dan surga-surga yang didalamnya terhimpun beberapa kenikmatan yang ditetapkan. Seorang hamba mukmin itu menimpalinya dengan do?a mudah-mudahan Allah menyenangkan kamu dengan segala kebaikan ! siapakah kalian ? wajahmu hadir kepadaku dengan segala kebaikan ! maka lelaki jelmaan amal itupun menjawab hari ini adalah hari-harimu, dimana engkau menerima balasan yang dijanjikan, dan ini adalah ketentuan sebagaimana yang dijanjikan, aku adalah amalmu yang baik, demi Allah sungguh aku tidak menyaksikan engkau kecuali engkau senantiasa bergegas dengan penuh semangat di dalam taat kepada Allah Swt, dan engkau begitu lamban dan nyaris takmelakukan maksiatillah, maka mudah-mudahan Allah memberi balasan kebaikan kepada-Mu. Dan hamba Mukmin itupun berdo?a : Wahai Tuhanku datangkanlah hari Qiamat agar aku dapat kembali berkumpul dengan sanak keluarga dan hartaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda : Apabila seorang hamba berperilaku dosa dan penyelewengan, maka ketika seorang hamba itu tiba di hari akhirat dan terputus dari kehidupan dunia, datanglah seorang Malaikat, lantas ia duduk di dekat kepalanya dan berkata : ?Keluarlah wahai nyawa yang buruk, bersenang-senanglah kalian atas kebencian dan kemarahan Allah. maka turunlah Malaikat itu dengan wajah hitam nan garang dan pakaian kasar yang semerawut, ketika Malaikat itu mencabut ruhnya maka Malaikat yang lainpun berdiri dan mereka tidak menahan ruhnya digenggamannya sekejab matapun?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw bersabda : Jasad hamba yang berdosa itu menjadi terpisah-pisah lantas malaikat mengeluarkan ruh itu dengan tersendat-sendat hingga uratnya terputus-putus ibarat tusuk-tusuk sate yang besar dan tajam ditancap-tancapkan pada kain basah yang terbuat dari bulu-bulu domba, betapa pedihnya ! Ruh itu sengaja diambil oleh Malaikat sehingga ruh itu keluar dalam keadaan busuk dan betapa menjjikkan baunya, seandainya bau ruh itu ditebarkan di permukaan antara langit dan bumi niscaya penduduk bumi itu berujar Hiiih ........... bau ruh siapa ini ? begitu menjijikkan ! para Malaikatpun menyahut : Ini adalah ruh Fulan seraya menyebutkan nama yang begitu buruk, suara / informasi itupun menyeru ke seantero jagat langit dan bumi. Untuk itu Malaikat tidak bersedia membukakan pintu langit untuk hamba pendosa itu. &lt;br /&gt;Allahpun lantas berfirman : &lt;br /&gt;ردوه الى الارض ,انى وعدتهم اني منها خلقناهم, وفيهانعيدهم, ومنها نخرجهم تارة اخرى. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kembalikanlah ruh busuk itu ke bumi wahai para Malaikat, sesungguhnya Aku telah menyampaikan janji-Ku kepada mereka (manusia) bahwa Aku telah menciptakan mereka dari bumi, kepada bumi itu juga aku akan mengembalikan mereka dan nantinya Aku akan mengeluarkan kembali mereka dari bumi itu; maka ruh itupun lantas dicampakka ke bumi?. &lt;br /&gt;Imam Barrok berkata : selepas rasul mengisahkan riwayat ini, beliau lantas membacakan sebuah ayat : &lt;br /&gt;ومن يشرك با لله فكأ نما خر من السماء : الأية &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Barang siapa mempersekutukan Allah Swt, maka seolah-olah orang itu terjun terjungkal (ke bumi) dari langit?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hamba pendosa itu dikembalikan ke bumi beserta ruhnya. Kemudian dua sosok malaikat yang kasar mendatanginya dengan bentakan yang begitu keras, hingga hamba pendosa itu terduduk; dan Malaikat itupun mulai menanyainya: ?Siapa Tuhanmu ? dan apa agamamu !? Hamba itu memberanikan diri menjawabnya dengan tanpa jawaban, sambil gemetar ia berkata: ?Aku tidak tahu, tetapi sebenarnya aku pernah mendengar bahwa semua manusia mengucapkan / mengikrarkannya; Malaikat kembali membentaknya: Kok kamu ndak tahu ! pada saat itulah liang kubur menyempit dan menghimpit hamba fajir tersebut hingga tulang-tulang rusuknya ?mblesat? bercerai berai?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya segala amal buruk hamba itu menjelma menjadi seorang laki-laki yang jelek rupanya, baunya busuk dengan pakaian yang begitu kumal, dan iapun menyapanya : ?Berbahagialah kamu dengan adzab dan kebencian dari Allah Swt ! dengan segala kebengongan hamba itu berkata : siapa kamu ? kau datang dengan wajah dan pakaian yang begitu menjijikkan. Lelaki itu menjawab ; aku adalah amal keburukanmu ! Demi Allah aku tidak menyaksikan kamu kecuali malas dalam mengerjakan taat kepada Allah Swt dan engkau begitu antusias dan semangat dalam melakukan kemaksiatan kepada Allah Swt?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah lantas datang kepadanya seorang Malaikat yang tuli dan buta dengan membawa tongkat besi yang begitu besar, seandainya saja sebuah gunung dipukul dengan tongkat itu niscaya ia akan hancur lulur menjadi abu dan remukan-remukan batu. Malaikat itupun bertandang menghajar seorang hamba itu dengan kerasnya sehingga semua makhluk yang dibumi mampu mendengarnya kecuali jin dan manusia. Kemudia ruh dan jasad seorang hamba itu kembali menyatu setelah hancur lebur dan Malaikat kembali menghajarnya. Hadits ini merupakan riwayat yang mashur dan telah diriwayatkan oleh sejumlah para Imam yang menjadi sanadnya, termasuk didalamnya adalah Imam Ahmad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al ? Haramaini, Al ? Faqih Abu Bakar bin al ? ?Araby dan Al-Imam Syaifuddin berkata: ?Ulama Salaf al ? Shalih sebelum munculnya para penentang konsepsi dasar agama, secara bulat menyepakati atas ketetapan hidupnya kembali orang-orang yang telah meninggal dunia didalam kuburnya, adanya pertanyaan dari dua orang malaikat kepada manusia dan ketetapan tentang wujudnya adzab kubur bagi orang-orang yang berdosa dan orang-orang kafir. Hal ini menjadi keyakinan yang kokoh dengan landasan firman Allah SWT : &lt;br /&gt;وأحييتنا اثنتين &lt;br /&gt;?Dan aku menjadikan dua kehidupan yang lain (setelah kematian )? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini ditafsiri dengan hidupnya kembali orang yang telah mati, karena hendak menghadapi pertanyaan dua malaikat dialam kubur. Dan hidupnya kembali orang yang mati dihari penggiringan mereka kealam makhsyar. Oleh karena itulah dua kehidupan itu telah Allah Swt. informasikan kepada segenap manusia. Sedangkan kehidupan yang pertama yakni kehidupan didunia, Allah Swt. telah menginformasikannya kepada manusia. Namun paska munculnya rang-orang yang kontra terhadap masalah ini beberapa ulama tidak menyepakatinya, tetapi mayoritas dari ulama Salafuna al ? Shalih tetap menyepakatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ketahuilah bahwa apa saja yang terkandung dalam hadist ini yakni keberadaan malikat maut, malaikat Mungkar Nakir, dan malaikat-malaikat yang lain, termasuk juga tempat-tempat yang yang ada dihari qiyamat nanti adalah merupakan hal-hal yang memiliki kesamaran didalam sifatnya, dan hampir saja tidak ada jalan yang cukup rasional didalam mengungkap sifat-sifat itu secara mendetil, kalau bukan karena keimanan. Oleh karenaitu seorang hamba sengaja diuji oleh Allah Swt sejauh mana kekokohan keimanannya dalam menyikapi hal-hal yang ghaib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Ahli al ? Sunnah wa al- Jama?ah menyepakati bahwa orang-orang yang telah meninggal dunia dapat mengambil dua kemanfaatan yang dapat memberikan pertolongan kepadanya yakni; segala bentuk usaha (ibadah) yang ia lakukan sendiri semasa hidupnya. Yang kedua adalah do?a dari orang-orang mukmin, permohonan ampun mereka untuk simayyit, pahalanya shadaqah dan ganjaran ibadah haji yang dilakukan oleh ahli waris untuk mayit. Sedangkan tentang berbagai bentuk ibadah-ibadah yang bersifat badaniah termasuk puasa, shalat, menbaca Al ? Qur?an, dan berzikir, dikalangan ulama Ahli al ? Sunnah wa al ? Jama?ah sendiri masih dipertentangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontroversi ini ?Jumhuri al ? Salaf al ? Shaleh? menyatakan sampainya pahala ? pahala yang bersifat badaniyyah yang dilakukan oleh orang yang masih hidup untuk mayit. Tetapi sebagian dari ahli al ? bid?ah itu dapatlah kita bantah dengan landasan Al ? Kitab dan Al ? Sunnah. Berkaitan dengan istidlal (pencarian dalil) yang menjadi alasan bagi ahli bid?ah yakni Firman Allah Swt : &lt;br /&gt;وان ليس للانسان الا ما سعى &lt;br /&gt;?Dan tidaklah tetap bagi manusia kecuali apa yang ia usahakan?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat lah kita tolak, bahwa sesungguhnya Allah Swt. tidaklah menangghkan pengambilan kemanfaatan seseorang atas usaha orang lain. Dan yang Allah Swt nafikan adalah orang lain tidak dapat ikut memiliki hasil usaha (ibadah) dari orang yang selainnya. Adapun apa saja yang diusahakan oleh orang lain adalah menjadi miliknya sendiri sehingga ia memiliki kebebasan , apakah ia menghendaki untuk menyerahkan pahala amal ibadahnya kepada orang lain, atau ia menetapkan pahala dari apa yang ia usahakan itu untuk dirinya sendiri. Dalam hal ini jelaslah bahwa Allah Swt tidak menyatakan bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak boleh mengambil kemanfaatan sama sekali kecuali terhadap apa yang ia usahakan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan ini adalah merupakan akhir dari isi kitab yang saya karang ?Wallahu A?lam bi al ? Shawab?, dan hanya kepada Allahlah tempat kembali, dan Dia-lah Dzat Yang memberikan kecukupan kepadaku. Dan sebaik-baiknya Dzat yang diserahi segala urusan. ?Laa Haula walaa Quwwata illa billahi al - ?Aliyyi al ? ?adzimi? Tidaklah ada kekuatan untuk dapat menghindari segala bentuk kemaksiatan dan kesanggupan dalam memenuhi segala bentuk ketaatan dalam beribadah kecuali hanya dengan pertolongan Allah Swt Dzat yang Maha Luhur dan Maha Agung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan shalawat dan salam senantiasa tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad Saw. segenap keluarganya dan pengikut-pengikutnya yang tetap berpegang teguh kepada kebaikan hingga hari qiamat nanti. &lt;br /&gt;?Wa al ? Hamdulillahi Rabbi al ? ?Alamiin? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jember, 7 Syawwal 1426 H &lt;br /&gt;Penerjemah &lt;br /&gt;Ahmad Zainul Hakim,S.EI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-4957737558088647452?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/4957737558088647452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=4957737558088647452' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/4957737558088647452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/4957737558088647452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-16-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 16 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-808007731522550792</id><published>2008-02-07T20:26:00.001-08:00</published><updated>2008-02-07T20:26:54.733-08:00</updated><title type='text'>Bagian 15 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>SEBUAH PASAL &lt;br /&gt;TENTANG CERITA ORANG?ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA DIMANA MEREKA TETAP MAMPU DIAJAK DIALOG, MEREKA TAHU SIAPA YANG MEMANDIKANNYA, SIAPA PULA YANG MEMIKUL DAN MENGKAFANINYA, JUGA SIAPA YANG MEMASUKKANNYA KELIANG KUBUR, DAN JUGA CERITA-CERITA TENTANG BAGAIMANA ORANG YANG TELAH WAFAT ITU KEMBALI MENJALANI KEHIDUPAN BARUNYA SETELAH KEMBALINYA RUH PADA JASAD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan mengenai kemampuan orang-orang yang telah wafat bahwa ia dapat mendengar dan berdialog dapatlah dikemukakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al ? Bukhari di dalam kitab shohinya dari sahabat Anas bin Malik AS dari nabi Muhammad Saw beliau bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;العبد اذا وضع فى قبره وتولى وذهب عنه اصحابه حتى أنه يسمع قرع نعالهم اتاه ملكان فيقولان له : ما كنت تقول فى هذا الر جل محمد ؟, فيقول : أشهد أنه عبد الله ورسوله , فيقول انظر الى مقعدك من النار, أبدلك الله به مقعدا من الجنة . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Seorang hamba Allah ketika ia disemayamkan di dalam kuburnya dan sahabat-sahabat yang mengantarkan jenazahnya berpaling dan kembali pulang hingga ia masih dapat mendengar suara detak sandal mereka, tiba-tibalah datanglah dua Malaikat menghampirinya. Keduanya lantas bertanya (kepadanya) : Apa komentar anda tentang seorang laki-laki yang bernama ?Muhammad?. Dia menjawab : Sesungguhnya beliau adalah hamba Allah yang menjadi utusan-Nya, selanjutnya dikatakan kepadanya : Lihatlah tempat-tempat (tempat tinggalmu) di neraka, Allah telah menggantikan tempat itu dengan suatu tempat yang bernama surga?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulillah Saw bersabda : ?Seorang yang telah mati itu dapat menyaksikan dan tempat tinggal yang diperuntukkan kepadanya (tempat dineraka dan tempat surga) sekaligus?. Sedangkan orang kafir atau munafiq ia hanya berkata : ?saya tidak tahu, bagaimana saya harus mengatakan apa yang dikatakan oleh manusia ? kemudian dikatakan kepadanya : Tidak mungkin kamu tahu, karena kamu tidak membacanya. Kemudian mereka (orang-orang kafir atau munafik) itu dipukul dengan palu dari besi tepat pada bagian anggota yang ada diantara kedua telinganya dan menjeritlah ia dengan suara keras, sehingga apa saja yang ada disekelilingnya dapat mendengar suara jeritan tersebut kecuali dua makhluk penghuni bumi yakni manusia dan jin?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروى البجارى عن أبى سعيد الحدرى رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : اذا وضعت الجنازة واحتملها الرجال على أعناقهم, فان كانت صالحة قالت : قدمونى , فان كانت غير صالحة قالت يا ويلها أين تذهبون بها ؟, يسمع صوتها كل شىء الا الانسان , ولو سمعه صعق . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abi Said Al Khudri RA sesungguhnya rasulullah Saw bersabda : ?Ketika jenazah diletakkan dalam keranda dan beberapa orang memikulnya di atas pundak mereka, maka ketika jenazah itu termasuk hamba yang shalih, maka ia akan berkata percepatlah perjalanan kalian semua, tetepi sebaliknya bila jenazah itu bukan hamba yang shalih, maka ia merintih ............. aduh ! sungguh kecelakaan menimpa diriku, kemanakah kalian pergi membawa jenazahku ? Pada saat itu segala apapun yang ada dapat mendengar suara itu kecuali manusia, seandainya manusia dapat mendengar suara itu niscaya ia akan pingsan?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga diriwayatkan oleh Imam Al ? Bukhari dari sahabat Al ? Laist bin Said, sebagaimana esensi makna verbal hadits di muka. Beliau berkata : ?Jenazah itu mengeluh kepada keluarganya : Aduuh ........ bencana menimpa diriku?. Sahabat Al ? Lais dalam riwayatnya melanjutkan : ?Seandainya manusia dapat mendengarkan rintihan itu niscaya ia akan pingsan seketika?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah riwayat dikisahkan oleh Imam Al ? Tabrani di dalam kitab Al ? Ausad dari sahabat Abi Said Al ? Khudri RA. Sesungguhnya nabi Muhammad Saw bersabda : ?Sesungguhnya mayit mengetahui siapa saja yang memandikannya, orang yang menggendongnya atau memikulnya, mengkafaninya, dan orang yang memasukkannya ke liang kubur?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Said bin Jubair RA berkata : ?Apa saja yang diceritakan oleh orang yang hidup, informasi itu juga akan sampai kepada orang-orang yang telah mati, maka tidaklah seorangpun yang memiliki ikatan tali cinta kasih kepada kerabatnya kecuali berita tentang keadaannya akan sampai juga kepada mayit. Apabila kabar kerabat itu berupa kebaikan, maka mayit ikut merasakan kesenangan dan berbahagia. Namun bila yang terjadi dalam keluarga kerabatnya adalah keprihatinan atau ketidakharmonisan, maka mayit itupun tampak tak ceria dan bersedih hati?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Munabbih RA berkata : ?Sesungguhnya Allah Swt membangun sebuah rumah di langit yang ketujuh dan Dia memberinya nama ?Al Baidho?. Di rumah itulah ruh-ruh orang Mukmin yang telah meninggal dunia berkumpul, ketika salah seorang Mukmin dari penduduk ahli dunia wafat, maka arwah-arwah itu menjemputnya dan merekapun lantas menanyakan bagaimana cerita, khabar dan informasi tentang kondisi dunia dan penghuninya sebagaimana pertanyaan yang seringkali terjadi dan dipertanyakan oleh seorang musaffir yang pergi meninggalkan sanak saudaranya dan kerabatnya, ketika ia datang dari bepergiannya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Abu Nu?aim di dalam kitab Al ? Hilyah ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan munculnya kehidupan baru dengan kembalinya ruh kepada jasadnya sebuah riwayat datang dari sahabat Al ? Barra? bin Azib RA. berupa hadits panjang yang menerangkan kewajiban-kewajiban yang muncul pada orang-orang yang telah meninggal dunia termasuk sebuah hadits yang menjelaskan tentang kembalinya ruh pada jasad, Imam Al ? Barra? menjelaskan : Pada suatu waktu saya keluar bersama Rasulillah Saw untuk hadir memberikan penghormatan pada jenazahnya seorang laki-laki dari sahabat Anshor, lantas kami mendatangi kuburan, pada saat itu liang kubur belum digali, kemudian Rasulillah Saw duduk, kami bersama sahabat yang lain juga duduk dengan tenang penuh hikmah di sekitar rasulillah seolah ada seekor burung di atas kepala kami hingga tak berani menengadah. Tiba-tiba nabi mengangkat pandangannya, sorot matanya lepas memandangi langit, kemudian beliau menundukkan kembali pandangannya dan menyaksikan bumi, kemudian nabi berdo?a : ?Aku mohon perlindungan-Mu Ya ...... Allah dari siksa alam kubur?. Rasulillah melafadzkan do?a ini berulang-ulang, lantas beliau bersabda : Sesungguhnya seorang hamba yang Mukmin ketika ia memasuki pintu menuju akhirat dan berpisah dengan alam dunia maka datanglah seorang Malaikat menghampirinya. Ia duduk tepat di sisi kepalanya dan berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أخرجى ايتـها النفــس المطــمئنة الى مغفـــرة من الله ورضــوان &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Wahai Nafsu Al Mutma?innah keluarlah kalian menuju ampunan dari Tuhanmu dan menerima Keridloan-Nya?. Maka ruh itupun keluar, ia mengalir bagai tetesan hujan. Pada saat itulah para Malaikat penghuni surga turun mengerumuni orang yang hendak wafat itu. Dengan wajah-wajah mereka yang putih bersih dan berseri-seri seolah-olah wajah mereka begitu ceria bagaikan cerah mentari dipagi hari, mereka datang dengan membawa kain-kain kafan dari surga dan minyak-minyak wangi dari pengharum surga, mereka semuanya duduk dengan rapinya, sepanjang sorot mata mereka memandang lepas, dan ketika ruh ?Nafsu al ? Mutmainnah? itu dicabut oleh seorang Malaikat, maka para Malaikat itu menyambut ruh tersebut dengan menghimpunnya dalam genggaman dan tidaklah mereka melepaskannya sekejap matapun. Hal ini sebagaimana terungkap dalam firman Allah Swt : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;توفتــــه رســـلنا وهــــم لايفرطـــــون &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Para Malaikat-Ku mewafatkan seorang hamba, dimana sedikitpun mereka tidak berbuat kasar". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulillah Saw berkata : Maka keluarlah nafas / ruh seorang hamba itu seperti bau semerbaknya minyak wangi, lantas Malaikat membawa naik ruh seorang hamba itu, dan Malaikat itupun tidak datang pada sekumpulan manusia. Pada sebuah riwayat dikisahkan; bahwa ruh yang dibawa oleh Malaikat itu senantiasa melintasi ruh-ruh umat terdahulu dan generasi-generasi yang telah mandahuluinya bagaikan kumpulan belalang yang berhambur diantara langit dan bumi. Segerombol belalang itu seraya berkata : ?Ini ruh siapa ?, maka dikatakanlah bahwa ruh itu adalah ruh si Fulan dengan menyebut nama terbaiknya hingga para Malaikat itu sampai di pintu langit terendah, maka pintu itupun dibuka mempersilahkan ruh seorang hamba yang Mukmin itu. Para Malaikat penjaga langit itupun lantas mengantarkan ruh itu menembus langit demi langit hingga sampai ke langit ke tujuh. Kemudian Allah berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أكتبوا كتابه فى عليين , وما أدراك ما عليون , كتاب مرقوم, يشهده المقربون &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tuliskanlah (wahai para Malaikat) catatan amalnya (seorang hamba Mukmin) itu pada buku catatan amal kebaikannya yang tinggi ! Apakah yang anda ketahui tentang apa arti ?Illiyyun ? Ia adalah kitab catatan amal yang diukir dengan segala keindahan dan yang akan menyaksikannya adalah para Malaikat ?Al - Muqarrabin? disalinlah amal kebaikan seorang hamba untuk di bukukan? .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-808007731522550792?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/808007731522550792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=808007731522550792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/808007731522550792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/808007731522550792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-15-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 15 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-9203976481957373270</id><published>2008-02-07T20:20:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:24:24.978-08:00</updated><title type='text'>Bagian 14 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>Suatu ketika rasulullah Saw. menuturkan munculnya Al ? Daabah Hayawan melata, saya berkata : Wahai Rasulullah, darimana keluarnya Daabah itu ? Rasul menjawab : ?Dia muncul dan keluar dari beberapa masjid kemuliaan Allah Taala. Suatu ketika nabi Isa As. melakukan Thawaf di Baitullah dan bersamanya sejumlah kaum Muslimin, saat itulah terjadi gempa bumi, bukit shofa yang bersebelahan dengan tempat pelaksanaan Sa?i terbelah, bersamaan dengan itu seakan binatang melata muncul dari bukit Shofa yang terbelah itu. Kepala binatang itu mengkilat, ia memiliki bulu-bulu yang halus dan bulu-bulu yang kasar, siapapun yang hendak mengejarnya tidak seorangpun mampu mengejarnya dan tak seorangpun yang mampu menemukannya, sebaliknya orang yang lari, karena ketakutan tidak akan mungkin dapat lepas dari cengkramannya, binatang itu lantas menyengat. Semua manusia baik yang Mu?min maupun yang kafir, bedanya sengatan binatang itu kepada orang mukmin akan membekaskan tanda diwajah orang mukmin itu seolah-olah wajahnya bagaikan bintang gumintang yang mencorong, dan ia menuliskan stempel ?Mu?min? diantara kedua matanya. Sedangkan terhadap orang yang kafir binatang itu lantas mematuk jidatnya hingga menggoreskan titik hitam. Dan menuliskan identitas ?Kafir? diantara kedua matanya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن عبد الله بن عمرو رضى الله عنه قال : تخرج الدابة من شعب جياد, فتمس رأسها السحاب, ورجلاها فى الارض &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar RA beliau berkata ?Binatang melata itu keluar dari sela-sela gunung yang terbelah, kemudian segumpalan mega meraih kepalanya, sementara kedua kaki tetap merangkak di bumi?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk tanda Qiamat kubra yang lain adalah munculnya matahari dari arah barat, berkaitan dengain ini di dalam kitab Shohih Bukhari pada ?Kitabu Bad?i Al ? Kholqi? disebutkan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبى ذر رضى الله عنه قال : قال لى النبى صلى الله عليه وسلم حين غربت الشمس : تدرى أين تذهب ؟, قلت : الله ورسوله أعلم , قال : فانها تذهب حتى تسجد تحت العرش , فتستأذن فلا يؤذن لها, ارجعى من حيث جئت فتطلع من مغربها, فذلك قوله تعالى : &lt;br /&gt;( والشمس تجرى لمستقرّ لها, ذلك تقدير العزيز العليم )  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Dzarrin RA ia berkata : Nabi Muhammad Saw bersabda kepadaku : ?Ketika matahari tenggelam; Tahukah kamu kemana matahari itu berkelana ? Aku menjawab : Allah dan rasul ? Nya yang lebih tahu. Rasulillah Saw. lantas menjelaskan : Sesungguhnya matahari itu pergi untuk bersujud di bawah Arsy. Ia meminta izin dan iapun mendapat izin. Kemudian diperintahkan kepadanya kembalilah, darimana asalmu datang, maka muncullah ia dari arah barat?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itulah yang merupakan interpretasi dari firman Allah Swt. dalam Al - Qur?an : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والشمس تجرى لمستقر لها, ذ لك تقدير العزيز العليم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Dan matahari itu beredar pada porosnya, demikianlah ketetapan Tuhan Yang Maha Luhur lagi Maha Mengetahui?, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab Fathul Al ? Bari, Imam Ibnu Hajar menjelaskan : ?Patutlah sekiranya apa yang dimaksud dengan makna ?Sujud? pada riwayat di muka adalah sujudnya para Malaikat yang diserahi tugas untuk mengurus matahari atau dapat pula diinterpretasikan dengan sujudnya matahari itu sendiri dengan cara dan bentuk yang sesuai dengan keadaannya, sehingga sujudnya matahari itu kepada Allah merupakannya ?kinayah? atau isyarat ketundukan / kekhusuan dan penghambaannya pada saat tersebut?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al ? Nawawi Rahimahullahu Ta?ala ?Anhu menjeneralisir bahwa sesungguhnya sejudnya matahari menunjukkan kemampuan Allah Swt untuk membedakan dan memberikan pengetahuan tentang penciptaan Allah terhadap matahari, Wallahu A?lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan berkaitan dengan Asroti al ? Sa?ah al ? kubra yang lain yakni turunnya nabi Isa dan keluarnya Ya?juz ma?juz. Maka dalam kitab Shohih Muslim didapati sebuah keterangan sebagai berikut; yang artinya : &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Nawas bin Sama?an RA ia berkata : pada sebuah pagi Rasulullah Saw menuturkan sebuah berita tentang Dajjal. Tiba-tiba Rasulullah melirihkan suaranya, dan lantas mengeraskan suaranya kembali, sehingga kita menyangka bahwa seolah-olah Dajjal berada di dalam serumpun pohon kurma. Ketika kami bergegas menuju Rasulullah, beliaupun kemudian tahu kegundahan yang ada dibenak kami, nabi lantas bertanya apa yang kalian risaukan ? kamipun menjawab : Wahai Rasulullah Saw di saat pagi seperti ini engkau menuturkan tentang Dajjal itu keluar, Engkau melirihkan suara dan lantas mengeraskannya sehingga kami menyangka bahwa dajjal berada di serumpunan pohon kurma. Nabi berkata : Bukanlah terhadap dajjal aku menghawatirkan kalian semua, apalagi aku berada di tengah-tengah kalian semua, maka akulah yang ada pada bagian terdepan untuk menghadapinya, tetapi jika ia keluar dan aku tidak sedang berada di tengah-tengah kalian semua, maka secara individual ia harus menghadapinya. Pada saat seperti itu hanya Allahlah yang menjadi tumpuan atas keselamatan kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda yang berambut keriting, kedua matanya seperti anggur yang menjorok keluar, seolah-olah aku mempersamakannya dengan ?Abdi Al ? Azzy bin Qattan. Jika diantara kalian semua ada yang menemuinya. Maka bacakanlah untuknya beberapa ayat pembuka dalam surat Al ? Kahfi, ia keluar melalui jalan tembus yang menghubungkan negeri Syam dan Irak, dia membuat kerusakan terhadap apa saja yang ada disamping kanan dan sisi kirinya. Wahai seluruh hamba Allah tetapkanlah pada eksistensi kalian semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita bertanya : Wahai Rasulullah ? Seberapa lama ia akan tinggal di bumi ? Rasul menjawab sampai empat puluh hari, satu hari ada yang sama dengan setahun, ada yang seperti sebulan, ada yang sama dengan satu jum?at dan sebagian dari harinya yang lain sebagaimana ukuran hari-hari kalian. Kami kembali bertanya : Wahai Rasulillah ! pada sebuah harinya yang seperti setahun, apakah cukup bagi kami untuk melakukan sholat sehari saja ? rasul menjawab : tidak cukup ! lantas ? kalian semua akan memperkirakan waktu-waktu yang ada di dalam hari-harinya sebagai hari-harimu. Kami terus mengejar dengan pertanyaan ; Wahai Rasulillah, seperti apakah kecepatan Dajjal dalam menjelajah bumi ini ? Rasul menjawab : seperti hujan yang dihempaskan oleh angin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan mendatangi kamu dan mengajak kamu untuk mengikutinya. Maka banyak diantara mereka yang mengimaninya dan mengikuti jejak langkahnya. Dajjalpun kemudian memerintahkan kepada langit untuk menurunkan hujan, dan kepada bumi agar menumbuhkan rerumputan yang hijau dan pepohonan, maka manusiapun menggembalakan ternak-ternaknya hingga pulang petang. Dengan demikian ternak-ternak mereka menjadi gemuk badannya, lebih montok susu perahannya dan lebih panjang lambungnya. Kemudian suatu ketika akan datang sekelompok kaum untuk menghadap Dajjal dan menolak segala apa yang dikatakan Dajjal, merekapun kemudian pulang, namun keesokan harinya mereka semuanya menemui kelaparan, tidak sedikitpun mereka memiliki sesuatu dari harta bendanya, ketika itu pula Dajjal kembali menelusuri bumi yang telah rusak dan porak poranda, iapun lantas berujar, wahai bumi yang telah rusak keluarkanlah apa saja yang menjadi simpanan kekayaanmu ! bumi mematuhinya dan segala macam kekayaan yang dikandung bumipun mengikutinya, sebagaimana lebah mengikuti rajanya. Kemudian Dajjal memanggil seorang pemuda yang sangat pemberani dan gagah, tetapi tragis kejadiannya ia bertandang memenggal pemuda itu menjadi dua potongan, dia kemudian melemparkannya ke arah yang bertolak belakang sejauh anak panah yang meluncur dari busurnya. Lantas ia memanggilnya kembali, kedua potongan jasad itu datang dan menyatu kembali, wajahnya tampak berseri-seri dan tertawa terbahak-bahak. Pada saat Dajjal melakukan hal yang sama secara terus menerus, Allah kemudian mengutus nabi Isa Al Masih bin Maryam AS. ia turun tepat di atas menara putih yang terletak di sebelah timur kota Damaskus, dia diapit oleh dua kain berwarna kuning dalam posisi meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap dua Malaikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di bumi, nabi Isa Al Masih lantas menundukkan kepalanya tampak dari wajahnya hendak meneteskan sesuatu, ketika ia mengangkat kepalanya, runtuhlah tetesan air bening yang mengkristal bagaikan butiran-butiran intan permata itu. Tidaklah halal bagi orang kafir menghirup nafas yang dihembuskan oleh nabi Isa, padahal hembusan nafas beliau memenuhi cakrawala hingga sejauh pandangan matanya. Nabi Isa Al Masih pun kemudian bertandang mencari Bromo Corah Dajjal, hingga ia menemukannya di suatu tempat yang kemudian disebut sebagai ?Babu Luddin? pintu sebuah lembah, lantas ia membunuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa bin Maryam lalu mendatangi seluruh kaum yang telah dijaga dan diselamatkan oleh Allah Swt dari sergapan Dajjal. Beliau mengusap wajah-wajah mereka sambil menghibur dengan cerita-cerita tentang derajat keluruhan tempat-tempat mereka di surga. Pada saat itulah Allah Swt menurunkan wahyu-Nya kepada nabi Isa AS. &lt;br /&gt;انى قد اخرجت عُبّادا لى لايدان لأحد بقتالهم, فحرزعبادى الى الطور. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sesungguhnya aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku. Tidak ada satu kekuasaanpun yang aku berikan kepada seorangpun untuk dapat membunuh mereka, maka ungsikanlah hamba-hamba-Ku itu ke Gunung Tursina?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua peristiwa di atas berlangsung, Allah Swt kemudian mengutus Ya?juz Ma?juz, mereka berjalan dengan cepat menelusuri setiap penjuru bumi. Dia memulai langkah pengembaraannya yang pertama pada sebuah samudera kecil yang ada di daerah ?Thobariyyah? mereka lantas meminum air samudera itu hingga habis, mereka tergenangi air. Nabi Musa AS dan seluruh sahabatnya mulai terkepung oleh sekawanan Ya?juz Ma?juz, hingga pada hari itu, kepala seekor sapi menjadi lebih berharga dari pada seratus dinar. Pada saat embargo itulah Nabi Musa dan para sahabatnya memohon kepada Allah Swt agar meraka diselamatkan dari cengkraman Ya?juz Ma?juz, Allah Swt mengabulkan permohonan itu, kemudian Allah mengutus ulat-ulat kecil yang ada dihidung onta untuk menyiksa dan masuk ke leher-leher Ya?juz Ma?juz sehingga mereka terbunuh semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah nabi Isa dan sahabat-sahabatnya kembali turun ke bumi. Satu hal yang sangat meresahkan mereka adalah bahwa mereka tidak menemukan sejengkalpun tempat di muka bumi ini kecuali dipenuhi oleh lemak yang berceceran dari serat-serat daging Ya?juz Ma?juz sehingga menebarkan bau busuk yang menyesakkan. Karena itulah nabi Isa dengan kaumnya kembali memohon kepada Allah agar Allah menyirnakan bau yang menjijikkan itu, Allah kemudian menolong mereka dengan mengutus burung sebesar onta untuk mengangkut serpihan-serpihan daging Ya?juz Ma?juz dan membuangnya ke suatu tempat dimana Allah menghendaki, lantas Allah Swt menurunkan hujan untuk kembali menetralisir bumi sehingga bumi menjadi bersih dan bening bagaikan kaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bumi telah benar-benar menjadi bersih lantas dikatakan kepada bumi. Wahai bumi : ?Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah keberkahanmu!, maka sejak itulah segolongan manusia mulai memakan dan merasakan kembali buah delima, merekapun lantas menjadikan pelepah-pelepah dan kelopok-kelopak pepohonan sebagai tempat berteduh. Demikian pula barokah itu nampak pada susu yang dikandung oleh hayawan, bahkan ketika hayawan ternak itu hendak melahirkan pun air susunya tampak melimpah ruah sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia seluruhnya. Pada suatu waktu keberkahan yang kesekian kalinya juga dapat dirasakan oleh segolongan manusia yakni : ketika Allah mengutus angin yang semerbak wangi menghampiri manusia dan menyelinap di ketiak mereka, untuk selanjutnya angin itu dengan kelembutan dan kemesraannya mencabut ruh setiap individu yang beridentitas muslim dan mukmin, hingga yang tersisa di muka bumi adalah mereka manusia-manusia bejat yang selingkuh dan melakukan hubungan seks bebas seperti khimar-khimar yang tak sedikitpun punya rasa malu dan hati nurani, dan kepada mereka semuanyalah ditimpakan dasyatnya hari Qiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Asyrati Al ? Sya?ah (tanda-tanda hari Qiamat) yang lain yakni nyala api yang keluar dari negara Yaman, yakni kobaran api yang akan menggiring manusia. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits. Berkaitan dengan peristiwa ini sejumlah ulama menjelaskan : ?Peristiwa penggiringan manusia ini terbagi di dalam empat kategori dalam dua periode. Dua peristiwa yang pertama terjadi di dunia dan yang pertama dimulai dengan penghardikan yang dilakukan oleh nabi Isa AS terhadap kaum Yahudi dari kota Madinah menuju daerah Syam, sedangkan yang kedua adalah penggiringan manusia melalui kobaran api menjelang hari Qiamat untuk menuju Padang Makhsyar, penggiringan ini juga menimpa pada seluruh makhluk hidup sebelum terjadinya tiupan sangkala yang pertama. Manusia yang tergiring itu seluruhnya adalah orang-orang kafir yang masih hidup. Sedangkan kaum Muslimin telah wafat sebelumnya oleh kelembutan tiupan yang mempesonakan mereka. Sedangkan dua peristiwa pada periode yang kedua adalah terjadi di akherat yakni berkumpulnya manusia pada saat setelah kebangkitan mereka dari alam kuburnya dan bubarnya manusia dari padang makhsyar menuju tempat abadi mereka masing-masing yaitu surga dan atau neraka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-9203976481957373270?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/9203976481957373270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=9203976481957373270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/9203976481957373270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/9203976481957373270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-14-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 14 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-8829415726204167233</id><published>2008-02-07T20:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:20:42.767-08:00</updated><title type='text'>Bagian 13 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>قال البيهقى وغيرهم رحمهم الله تعالى : ا لأمارات منها صغار, وقد مضى اكثرها, ومنها كبار ستأتى . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Imam al ? Baihaqi dan ulama yang lain berkata : ?Tanda-tanda akan datangnya hari Qiamat sebagaimana disebutkan dimuka kesemuanya adalah merupakan tanda-tanda yang kecil, sebagian besar daripadanya telah terjadi dan berlalu?. Dan akan saya tuturkan tanda-tandanya yang agung. Untuk itulah saya (penulis, pen) mengakhiri hadits yang telah disebutkan dimuka, dengan sebuah riwayat Imam Muslim di dalam kitab shohih-nya. &lt;br /&gt;عن حذيفة ابن أسدالغفارى رضى الله عنه قال : اطلع النبى صلى الله عليه وسلم علينا ونحن نذاكر , فقال : ماتذاكرون ؟, قالوا : نذاكر الساعة, قال : انها لن تقوم حتى ترون قبلها عشر ايات, فذكر الدخان, والدجال, والدابة, وطلوع الشمس من مغر بها, ونزول عيس بن مر يم صلى الله عليه وسلم, ويأجوج ومأجوج, وثلاثة خسوف, خسف بالمشرق, وخسف بالمغرب, وخسف بجز يرة العرب, وأخر ذلك نار تخر ج من اليمن تطرد الناس الى محشرهم.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hudaifah bin Asid Al ? Ghifari RA ia berkata : &lt;br /&gt;?Suatu ketika nabi Muhammad Saw muncul ditengah-tengah kita, pada saat itu kita sedang berdialog, lantas Rasulullah menyapa : ?Apa yang kalian perbincangkan ? Para sahabat berkata ; kami membicarakan tentang hari Qiamat ! Nabi bersabda Hari Qiamat itu tidak akan segera tiba sehingga kalian semua sebelumnya menyaksikan sepuluh tanda-tandanya yakni : 1) Terjadinya mendung, 2) Keluarnya Dajjal, 3) munculnya hayawan melata yang berkeliaran, 4) Munculnya matahari dari Barat, 5) Turunnya nabi Isa bin Maryam AS, 6) Munculnya Ya?juz Ma?juz dan terjadinya tiga gempa bumi secara bersamaan, 7) Gempa dibagian timur, 8) Amblesnya bumi dibagian barat, 9) Tanah longsor di Jazirah Arab, 10) Sebagai akhir dari peristiwa-peristiwa itu keluarlah asap dari tanah Yaman untuk menggiring manusia menuju tempat berkumpul?. &lt;br /&gt;اما الدخان فقد ذكر العلامة الخازن فى تفسيره فقال : قال حذيفة رضى الله عنه : يارسول الله ماالدخان ؟, فتلا هذه ا لاية (يوم تأتي السماء بدخان مبين), يملاء مابين المسرق والمغرب يمكث أربعين يوما وليلة, أما المؤمن فيصيبه منه كهيئة الزُكام, واما الكافر فهو كالسكران, يخر ج من منخريه وأذنيه ودبره &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan terjadinya mendung Al ? ?Allamah al ? Khozin di dalam kitab Tafsirnya beliau mengisahkan; sahabat Hudlaifah RA bertanya : Ya ..... Rasulullah Apakah gerangan mendung itu ? lantas Rasulullah membacakan sebuah ayat : &lt;br /&gt;يوم تأتى الســـمآء بدخــــان مبـــين &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendung menyelimuti seluruh belantara bumi bagian timur maupun barat selama 40 hari 40 malam, pada saat itu, orang yang beriman sepertinya tertimpa influenza sedangkan orang-orang kafir ibarat orang yang mabuk. Asap keluar dari hidungnya dari kedua telinganya hingga duburnyapun mengepulkan asap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun keterangan tentang Dajjal, maka dalam kitab shahih muslim kita dapati sebuah Riwayat Hadits. &lt;br /&gt;عن هشام ابن عروة رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ما بين خلق أدم الي قيام الساعة خلق اكبر من الدجال, معناه اكبر فتن &lt;br /&gt;Dari sahabat Hisyam bin ?Urwah R.A. dia berkata : Saya mendengar Rasululloh SAW bersabda : ?Sejak diciptakannya Nabi Adam AS. hingga terjadinya hari qiyamat tidaklah ditemukan makhluk yang besar menfitnahnya ketimbang Dajjal?. &lt;br /&gt;Didalam kitab Shohih Bukhori Muslim juga diriwayatkan sebuah hadits : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن انس رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما من نبى إ لا وقد أنذر أمته ا لأعور الكذاب, أ لا انه أعور, وان ربكم ليس باعور, مكتوب بين عينية , مكتوب بين عينيه كافر . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Anas R.A. ia berkata : Rasululloh SAW bersabda : ?Tidaklah luput setiap seorang Nabi senantiasa memperingatkan umatnya untuk berhati-hati / antisipatif terhadap makhluk yang kece matanya dan banyak bohongnya. Ingatlah bahwa Dajjal itu buta sebelah (kece) dan sesungguhnya Tuhan kalian semua bukanlah Dzat yang buta; Diantara kedua belah matanya tertulis lafadz kafir?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al ? Baghowi R.A mengisahkan sebuah riwayatnya : &lt;br /&gt;عن أسماء بنت يزيد الانصاريه رضى الله عنها أن من اكبر فتنته انه يأتي الاعرابي فيقول :ارأيت ان أحييت لك اباك, الست تعلم إنى ربك؟, فيقو ل : بلى, فيتمثل له الشيطان نحو ابله كأحسن ما تكون ضروعا, واعظمه امنمه, ويأتي الرجل قد مات أ خوه ومات ابوه فيقول : ارأيت ان أحييت اخاك و اباك, اليت تعلم انى ربك؟, قيقول : بلى, فيتمثل له الشيطان نحو اخيه و ابيه.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Asma binti Yazid al-Anshoriyah R.A. Sesungguhnya fitnah yang paling besar muncul dari Dajjal adalah : Suatu ketika Dajjal datang menghadap seorang ?Aroby, kemudian ia berkata : Tidaklah anda tahu bahwa aku adalah Tuhanmu ? orang Arabi itupun berkata : Iya. Kemudian syaitan merubah wujudnya sama persis seperti keberadaan onta milik A?rabi baik susunya, maupun besarnya punuk atau punggungnya, kemudian Dajjal mencoba untuk mendatangi seorang A?rabi yang lain, dimana saudara dari ayahnya telah meninggalkan keduanya, lantas Dajjal berkata : Kusampaikan berita kepadamu, jika aku dapat menghidupkan saudaramu dan ayahmu, tidakkah engkau yakin bahwa aku adalah Tuhanmu ? Maka orang itupun berkata, Iyaa?Syaitanpun kemudian menjelmakan dirinya sama persis seperti saudara dan orang tua seorang Arabi tersebut? &lt;br /&gt;وعن المغيرة بن شعبة رضى لله عنه قال : ما سأل احد رسول الله صلى الله عليه وسلم عنالدجال ما سألته , وأنه قال لى :ما يضرك , قلت انهم يقولون : إن معه جبل خبز ونهرماء , قال هو اهون على الله من ذلك .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Mughiroh bin Syu?bah R.A. ia berkata : Tidak seorangpun pernah mengajukan sebuah pertanyaan seperti yang saya tanyakan kepada Rasululloh SAW tentang Dajjal. Dan sesungguhnya Rasululloh berkata kepadaku: ?Tidakkah mungkin Dajjal dapat memperdayakanmu?, aku berkata : Manusia mengatakan bahwa Dajjal itu memiliki segunung roti dan air sepanjang sungai. Rasul menimpali ?Dajjal itu sangat sepele menurut pandangan Alloh atas semuanya itu". &lt;br /&gt;روى الترمذى عن أبى بكر الصديق رضى الله عنه حدثنا رسول الله صلىالله عليه وسلم الدجال, يخرج بأرض المشرق يقال لها خرسان , يتبعه أقوام كأن وجوههم المجان المطرقه &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Imam Al ? Turmudzi R.A. Ia berkata: ?Suatu waktu Rasululloh SAW bercerita kepada kita tentang Dajjal, bahwa dia keluar dari bumi kulon (sebelah barat) tepatnya muncul dari tanah Khurasan. Dia diikuti oleh sejumlah kaumnya, seolah-olah wajah mereka seperti topeng kepala dari besi yang dipukuli dengan palu?. &lt;br /&gt;وعن انس رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يتبع الدجال من يهود اصبهان سبعون الفا عليهم الطيالسة  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Anas R.A Ia berkata: Rasululloh SAW bersabda : ?Kelompok Yahudi yang mengikuti Dajjal adalah berasal dari tanah Asbihan, jumlah mereka mencapai 70.000, mereka semua memakai jubah?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al ? Nawawi dan Al ? Qodli ?Iyad Rahimahullah Ta?ala anhu berkata : Hadits-hadits yang datang dan mengisahkan tentang Dajjal adalah hujjah / argumentasi bagi madzhabu al ? Haqqi didalam keshahihan wujudnya Dajjal. Ia adalah sosok yang diciptakan oleh Allah sebagai pencoba bagi hamba-hambanya, Allah juga memberikan kemampuan kepada Dajjal untuk melakukan apa saja dari sebagian kekuasaan Tuhan seperti dia dapat menghidupkan makhluk yang mati. Karena ia sengaja membunuhnya sendiri. Ia mampu menciptakan dan menampakkan keindahan dunia, kesuburan buminya surga dan nerakanya, dan gudang-gudang logistiknya ketika ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka terjadilah hujan, demikian juga ketika ia memerintahkan kepada bumi untuk menumbuhkan tanaman, maka bumipun menumbuhkannya. Semua kemampuan Dajjal itu terjadi atas qudrat dan iradah Allah sebagai salah satu bentuk fitnah Allah kepada hambanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah peristiwa besar Dajjal itu terjadi, lantas Allah mencabut segala kemampuan yang dimiliki oleh Dajjal, sehingga ia tidak lagi dapat mematikan seorangpun juga makhluk yang lainnya, dengan ini pula batallah seluruh perkara dan aktivitas Dajjal. Kemudian Allah mengutus kembali Nabi Isa bin Maryam A.S untuk membunuh Dajjal, sejak itulah Allah kembali mengukuhkan eksistensi orang-orang yang beriman dengan ikatan ?Al ? Qouli Al ? Tsabit? inilah keabsahan informasi tentang wujudnya Dajjal yang dipegangi oleh Ahli al ? Sunnah, seluruh Muhaditsiin dan para ahli fiqh (fuqoha?) hal ini berbeda dengan pandangan para pengingkar peristiwa besar ini termasuk di dalamnya adalah kelompok / sekte Khawarij, Jahmiah dan sebagian pengikut Mu?tazilah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya berkaitan dengan peristiwa munculnya ?Al ? Daabah? hayawan melata dari bumi, Imam Al ? ?Alamah Al ? Khozin di dalam kitab tafsirnya melalui transmisi periwayatan sanat Al ? Tsa?laby dari Hudzaifah bin Al ? Yaman RA menyebutkan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم الدابة, قلت : يا رسول الله , من اين تخرج ؟ , قال من أعظم المساجد حرمة على الله فبينما عيسى يطوف بالبيت ومعه المسلمون , اذ تضطرب الارض, وينشق الصفا مما يلى المسعى , وتخرج الدابة من الصفا اول ما يخرج منها , رأسها ملمعة ذات وبر وريش, لن يدركها طالب ولن يفوتها هارب , تسم الناس مؤمناوكافر ا, فأما المؤمن فتترك وجهه كأنه كوكب دري وتكتب بين عينه كافر.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-8829415726204167233?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/8829415726204167233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=8829415726204167233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8829415726204167233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8829415726204167233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-13-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 13 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-4478014518381017944</id><published>2008-02-07T20:16:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:19:28.194-08:00</updated><title type='text'>Bagian 12 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>?Tidaklah umat ini sirna sehingga disaksikan seorang laki-laki datang menjumpai seorang wanita, lantas mereka melakukan perzinaan ditengah jalan. Orang yang terbaik pada kondisi zaman yang sudah sedemikian parah kerusakannya adalah ia yang berkata : Seandainya saja kita dapat menyembunyikan diri /menyingkir sedikit dibalik tembok, niscaya kita tidak menyaksika adegan panas itu?. (HR. Abu Ya?la dari Abi Hurairah RA) &lt;br /&gt;ومنها لاتقــوم الســاعة حتـى توجد المرأة نهارا تنكـــح اى تجـــامع وسط الطر يق, لاينكر ذلك أحد, فيكون أمثلهم يومئذ الذى يقول : لو نحيتها عن الطر يق قليلا, فذلك فيهم مثل أبى بكر وعمر فيكم ( رواه الحاكم ابو عبد الله عن أبى هريرة رضى الله عنه) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah hari Qiamat itu akan terjadi sehingga dijumpai seorang wanita yang melakukan perzinaan / hubungan seksual disiang bolong di tengah jalan, sementara itu tidak seorangpun mengingkarinya, keberadaan orang yang hidup pada masa itu dan mau berkata : ?Hendaklah menyingkir sedikit saja dari tengah jalan?. Maka ia yang berkata demikian, dialah orang yang berpredikat sama seperti Abu Bakar dan Umar RA diantara kalian semua?. (HR. Al ? Hakim Abu Abdillah dari Abu Hurairah RA) &lt;br /&gt;Pada sebuah hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Al ? Tabrani dari Abi Umamah beliau menyebutkan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما روى الطبرانى عن ابى أمامة رضى الله عنه : وحتّى تمر المرأة على القوم, فيقوم احدهم فيرفع بذيلها كما يرفع ذنب النعجة, فيقول بعضهم : الا واريتها وراء الحائط, فهو يومئذ فيهم مثل ابى بكر وعمر فيكم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Al ? Tabrani dari Abi Umamah beliau menyebutkan : &lt;br /&gt;?Dan sehingga ditemukan seorang wanita yang lewat ditengah-tengah kaum, kemudian salah seorang diantara mereka berdiri lantas menyingkap rok yang dikenakan wanita tersebut seperti mengangkatnya ekor sapi pedet, kemudian sebagian kaum itu berujar : Seyogyanyalah ia sedikit menyingkir bersama wanita itu dan bersembunyi di belakang tembok. Pada era rusaknya zaman yang sudah sedemikian parah ia yang berani mengatakan hal itu adalah memiliki derajat yang menyamai Sayyidina Abu Bakar dan Umar RA, diantara kalian semua?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها لا تقوم الساعة حتى تتناكر القلوب وتختلف الأ قاويل ويختلف الأخوان من الأب والأم فى الدين, ( رواه الديلمى عن حذيفة رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah akan terjadi hari Qiamat itu sehingga terjadi perpecahan dan nurani yang saling mengingkari, pendapat yang selalu bertentangan dan bertolak belakang, terpisahnya persaudaraan dari jalur ayah dan ibu di dalam masalah agama?. (HR. Al Dailami dari sahabat Hudaifah RA) &lt;br /&gt;ومنها لا تقوم الساعة حتى تتخذ المساجد قناطر, فلا يسجد لله فيها, وحتى يبعث الغلام الشيخ بر يدا بين الأفقين, وحتى يبلغ التاجر بين الأفقين فلا يجد ربحا, ( رواه الطبرانى عن ابن مسعود رضى الله عنه) وهو كناية عن عدم الرغبة فى الصلاة, وعدم توقير الصغير الكبير, وعدم البركة فى التجارة لغلبة الكذب والغش على التجار &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah hari Qiamat itu akan tiba sehingga masjid-masjid berubah fungsinya menjadi perkantoran, karena itu masjid tidak lagi digunakan sebagai tempat bersujud kepada Allah Swt, sehingga anak kecil mengutus tukang pos untuk menyampaikan pesannya kepada orang tua yang ada di desa sebelah, sehingga seorang pedagang sampai melalang buana diantara dua kota sehingga ia tak mendapatkan keuntungan?. &lt;br /&gt;(HR. Tabrani dari Ibnu Mas?ud RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas mengandung arti kinayah (kiasan) yang menggambarkan tentang tidak lagi ada orang yang menyukai dan punya perhatian pada sholatnya, anak kecil tidak lagi mau memuliakan orang tuanya, dan tidak adanya keberkahan dalam perdagangan karena kentalnya kebohongan dan ketidakjujuran para pedagang?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها يأتى على الناس زمان همتهم بطونهم, وشرفهم متاعهم, وقبلتهم نساؤهم, ودينهم دراهمهم ودنانيرهم, اولئك شر الخليق, &lt;br /&gt;لا خلاق لهم عند الله &lt;br /&gt;?Akan datang suatu zaman dimana Himmah / perhatian manusia pada saat itu tertuju pada perut-perut mereka adalah isteri dan wanita-wanita diantara mereka. Agama mereka adalah uang. Merekalah seburuk-buruk ciptaan Allah dan tidaklah ada bagian dan tempat mereka di sisi Allah S?. &lt;br /&gt;ومنها لا تذهب الأيام والليالى حتى يخلق القرآن فى صدور أقوام من هذه الأمة كما يخلق الثياب, ويكون ما سواه أعجب لهم, ويكون أمرهم طمعا كله, لا يخالطه خوف ان قصّر فى حقّ الله تعالى, منّتْه نفسه الأمانى, وان تجاوز الى مانهى الله عنه قال : أرجو ان يتجاوز الله عنى. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Hari demi hari malam demi malam berlangsung sehingga Al-Qur'an menjadi rusak dan sirna dari dada-dada masyarakat umat ini sebagaimana rusaknya baju, dan apapun selain Al-Qur'an menjadi lebih menakjubkan bagi mereka. perkara atau persoalan yang mereka hadapi adalah tinggal angan-angan saja, tidaklah kecemasan itu meliputi angan-angannya sekalipun ia mengesampingkan dan sembrono dalam menjaga Haqqullah. Hatinya senantiasa diiming-imingi oleh berbagai keinginan penuh lamunan. Bila ia melanggar apa yang menjadi larangan Allah, maka dengan entengnya ia berkata : ?Aku berharap Tuhan mengampuniku? &lt;br /&gt;ومنها يدرس الاسلام كما يدرس وشي الثوب, حتى لايدرى ما صيام ولاصلاة ولانسك ولا صدقة, ويبقى طوائف من الناس الشيخ الكبير والعجوز الكبيرة, ويقولون : أدركنا آباءنا على هذه الكلمة لااله الا الله فنحن نقولها .(رواه ابن ماجاه عن حذيفة بن اليمان رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Islam rusak seperti rusaknya hiasan batik baju, pada saat itulah orang tidak lagi mengenal apa itu puasa, apa itu sholat, ibadah haji dan apa itu shodaqoh, yang tersisa hanyalah segolongan generasi manusia-manusia tua renta yang berkata : Kami mendapati orang tua / nenek moyang kami menetapi kalimat لااله الا الله maka kamipun mengucapkannya?. &lt;br /&gt;ومنها لا تقوم الساعة حتى لايقال فى الارض لااله الاالله &lt;br /&gt;?Tidaklah datang hari Qiamat sehingga lafadz-lafadz لا اله الا الله tidak lagi dijumpai / didzikirkan di muka bumi ini. &lt;br /&gt;ومنها لا تقوم الساعة حتى يظهر الفحش والبخل, ويخون الأمين, ويؤتمن الخائن, وتهلك الوعول, وتظهر التحوت, قالوا : يارسول الله وما التحوت والوعول ؟, قال : الوعول وجوه الناس وأشرافهم, والتحوت الذين كانوا تحت اقدام الناس .  &lt;br /&gt;( رواه الطبرانى عن ابى هر يرة رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;?Tidaklah akan terjadi hari Qiamat itu, sehingga perbuatan keji dan kebakhilan tampak jelas merajalela, orang yang dapat dipercaya dianggap menyimpang dan justeru orang yang menyimpang dipercaya dan diberi kepercayaan. Orang-orang yang mulia berangsur-angsur tiada dan yang tersisa hanyalah orang-orang yang rendahan !. para sahabat bertanya Wahai Rasulullah ........... apa makna ?Al ? Tahutu Wa Al ? Wa?ulu? ? Rasulullah menjawab : Al ? Wa?ulu adalah para pemimpin dan semulia-mulianya manusia, sedangkan Al ? Tahutu adalah mereka yang posisinya rendah dihadapan manusia?. &lt;br /&gt;(HR. Al Tabrani dari Abu Hurairah RA) &lt;br /&gt;ومنها لا تقوم الساعة حتى تخر ج سبعون كذابا, قالت : وما ايتهم ؟, قال : يأتونكم بسنة لم تكونوا عليها, يغيرون بها سنتكم, فاذا رأيتموهم فاجتنبوهم. &lt;br /&gt;( رواه البخارى عن ابدالله بن عمرو بن العاص رضى الله عنهما ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah akan terjadi hari Qiamat itu, sehingga keluarnya 70 pembohong. Seorang sahabat nabi berkata : Bagaimana tanda-tanda mereka itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab mereka semua datang kepada kalian dengan membawa ?sunnah? akan tetapi mereka tidak melakukannya. Jika kalian semua telah menyaksikan mereka, maka jauhilah mereka ?! &lt;br /&gt;(HR. Al Bukhari dari sahabat ?Amr Bin al-Asy RA) &lt;br /&gt;ومنها اذا ظهر القول, وخزن العمل, وائتلفت الالسن, واختلفت القلوب, وقطع كل ذى رحم رحمه, فعند ذلك لعنهم الله واصمهم واعمى ابصارهم. &lt;br /&gt;(رواه الامام أحمد وعبد بن حميد عن سلمان الفارسى رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Termasuk ?min asrati al sa-ah? adalah maraknya komentar namun jauh dari implementasi, lisan-lisan mereka membuat satu kesepakatan tetapi hati-hati mereka berselisih, setiap yang memiliki ikatan persaudaraan berusaha untuk di cerai beraikan, ketika kondisinya telah sedemikian, maka Allah menurunkan laknatnya kepada manusia, Allah menulikan telinga-telinga mereka dan membutakan penghianatan mereka?. &lt;br /&gt;(HR. Al?Imam Ahmad dan ?Abdun bin Humaid dari sahabat Salma Al ? Fansi RA) &lt;br /&gt;ومنها اذا الناس اظهروا العلم, وضيعوا العمل, وتحابوابالالسن, وتباغضوا بالقلـوب, وتقاطـعوا فى الارحام لعنهم الله عند ذلك, فاصمهم واعمى ابصارهم.( رواه ابن ابى الدنيا عن الحسن رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;?Ketika manusia telah hanya menampakkan kemampuan intelektualitas mereka dan mengabaikan untuk mengamalkannya. Suara mereka mengikrarkan cinta dan kasih sayang, tetapi hati-hati mereka mengobarkan permusuhan dan pemutusan tali persaudaraan. Pada saat itulah Allah menimpakan laknat kepada mereka, mentulikan mereka dan membutakan mata hati dan penglihatan mereka?. &lt;br /&gt;(HR. Ibnu Abi Al ? Dunya dari Al ? Hasan RA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-4478014518381017944?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/4478014518381017944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=4478014518381017944' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/4478014518381017944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/4478014518381017944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-12-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 12 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-4742269881029197492</id><published>2008-02-07T20:15:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:16:09.828-08:00</updated><title type='text'>Bagian 11 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>ومنها ان تزخرف المحارب وتخرب القلوب ( رواه الطبرانى عن ابن مسعود رضى الله عنه) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Termasuk tanda-tanda segera terjadinya hari Qiamat adalah tempat-tempat ibadahdihiasi sedemikian indah, tetapi hati-hati mereka kosong tanpa jiwa?. (HR. Al Thabrani dari sahabat Ibnu Mas?ud RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها فشوّ التجارة حتى تعين المرأة زوجها على التجارة , وقطع الأرحام , وفشوالقلم , وظهور الشهادة بالزور &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( رواه الإمام أحمد والبخارى عن ابن مسعود رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Termasuk tanda-tanda terjadinya hari Qiamat adalah maraknya bisnis dan mengglobalnya perdagangan (perdagangan bebas) sehingga seorang isteri terlibat langsung untuk membantu suaminya untuk mengelola bisnis dan perdagangan, terputusnya tali silaturahim, maraknya media cetak, dan banyaknya persaksian penuh dengan kebohongan?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Imam al ? Ahmadi dan al ? Bukhari dari sahabat Ibnu Mas?ud RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya media cetak dan banyaknya kegiatan tulis menulis ini menunjukkan semakin sedikitnya orang yang berperan sebagai ulama. Dan karena mudahnya mendapatkan fasilitas ini, manusia menganggap cukup dengan belajar melalui media cetak, elektronika, dan lewat tulisan itu. Bersamaan dengan itu pula seseorang terstimulir untuk aktif dalam kegiatan tulis menulis, menyampaikan opini dan tanggapan. Mereka bermaksud untuk segera mendapatkan popularitas dan bisa berkumpul dengan kelompok-kelompok elite. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk tanda ? tanda akan datangnya hari qiyamat adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها ان يتّخذ الأمانة مغنما والزكاة مغرما, ويتعلّم العلم لغير دين &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( رواه الترمذى عن ابى هريرة رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Ketika amanat (kekuasaan) telah dijadikan sebagai kendaraan untuk menjarah kekayaan. Zakat telah dirubah substansinya menjadi pengganti kerugian dan ilmu dipelajari bukan karena tujuan keagamaan?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Imam Al ? Turmudzi dari Abi Hurairah RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها إذا أطاع الرجل إمرأته وعقّ أمّه, وادنى صديقه وأقصى أباه, وارتفعت الأصوات فىالمساجد ( رواه الترمذى عن ابى هريرة رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Min Asroothi Youmi al ? Qiamah, ?Ketika seorang suami telah kalah dan mentaati isterinya, anak berani kepada ibunya, ia berusaha selalu dekat dengan teman/ sahabatnya dan menjauhi ayahnya, sementara masjid-masjid hanya berlomba-lomba dalam memperkeras suara?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. At Turmudzi dari Abu Hurairah RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها إذا ظهرت القينات والمعارف وشر بت الخمور, ولعن أخير هذه الأمّة أوّلها ( رواه الترمذى عن أبى هريرة رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Termasuk juga ketika banyak bermunculan para penyanyi dan selebritis dengan berbagai alat musik, minum khomr menjadi kebanggaan dan generasi yang akhir dari umat ini secara frontal dan berani melaknat generasi sebelumnya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( HR. al-Tirmidzi dari Abi Hurairah Ra.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها ان أمام الدجال سنون خدعات, يكذّب فيها الصادق, ويصدّق فيها الكاذب ويخوّن فيها الأمين, ويؤتمن فيها الخائن, ويتكلم فيها الرويبضة, قيل وما الرويبضة ؟ قال الرجل التافه يتكلم فى امر العامة ( رواه إمام الأحمد والزاو عن انس ابن مالك رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Para pembesar berwatak Dajjal dan berperilaku membujuk, sebagai pembohong. Ia menganggap orang yang benar dianggap bohong, Orang yang bohong ia benarkan. Ia mengklaim orang yang dapat dipercaya sebagai penghianat. Tapi ia justeru mempercayai orang yang berbuat khianat, pada saat orang-orang hina dan rendahan (Al Ruwaibidhoh) memberikan komentar?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanyakan kepada Rasulullah, siapakah Al ? Ruwaibidhoh itu, ya........Rasulullah ? Rasul menjawab; ?Ia adalah seorang yang hina dan bodoh tetapi ia ikut campur dalam mengurus masalah-masalah umat?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Al ? Imam Ahmad dan Al Bazzar dari Anas bin Malik RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها لاتقوم الساعة حتى تروا أمورا عظاما لم تحدّث بها أنفسكم يتفاقم شأنها فى انفسكم وتسألون هل نبيّكم ذكر لكم منها ذكرا وحتّى تروا الجبال تزول عن أماكنها &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( رواه الا مام أحمد والطبرانى عن سمرة ابن جندب رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah akan terjadi hari Qiamat itu sehingga mereka menyaksikan banyak persoalan-persoalan besar, tetapi mereka tidak memperbincangkan masalah-masalah besar itu untuk memberi manfaat pada diri mereka sendiri. Keberadaan masalah-masalah itu menjadi tampak gawat dan membahayakan diri mereka. Merekapun lantas bertanya apakah nabi kalian semua telah menuturkan masalah itu secara gamblang. Carut marutnya masalah ini akan kalian saksikan hingga gunung-gunung berpindah dari tempat-tempatnya?. (HR. Imam Ahmad al- Tabrani dari Samroh bin Jundab RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها إذا وسدّ الأمر الى غير أهله فانتظروا الساعة &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( رواه البخاري عن أبى هريرة رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Ketika sebuah urusan itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggu dan nantikanlah hari Qiamat (kehancurannya)?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Al Bukhari dari Abu Hurairah RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها لاتقوم الدنيا حتى يمر الرجل على القبر فيتمرغ عليه ويقول : يا ليتنى كنت مكان صاحب هذا القبر(رواه مسلم عن ابى هريرة ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Dunia tidak akan sirna sehingga ada seorang yang melintasi kuburan, lantas ia berguling-guling, dan ia pun berkata dengan penuh harap ; seandainya aku menjadi penghuni kuburan itu?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Bukhari dan Abu Hurairah RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها لاتقوم الساعة حتى يتفاسد البهائم فى الطرق (رواه الطبرانى عن ابن عمر رضى الله عنه) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah akan terjadi hari Qiamat sehingga manusia melakukan perzinaan secara fulgar, sebagaimana kawinnya binatang-binatang di tengah jalan?. (HR. Al - Tabrani dari Ibnu Umar RA). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها لاتفنى هذه الأمة حتى يقوم الرجل الى المر أة فيفترشها &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فى الطر يق, فيكون خيارهم يومئذ من يقو :لو وارينا ورأ هذالحائط , &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( رواه ابو يعلى عن أبى هريرة رضى الله عنه )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-4742269881029197492?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/4742269881029197492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=4742269881029197492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/4742269881029197492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/4742269881029197492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-11-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 11 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-7379676169610612299</id><published>2008-02-07T20:11:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:12:30.803-08:00</updated><title type='text'>Bagian 10 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>PASAL &lt;br /&gt;TENTANG TANDA-TANDA DEKATNYA HARI QIAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali tanda-tanda akan terjadinya hari qiamat, antara lain tidak adanya orang yang bersedia menolong dan mengamalkan agama. Tentang tanda-tanda akan terjadinya hari qiamat ini beberapa hadits Nabi menyebutkan antara lain : Rasulillah Muhammad saw. Bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(رواهيأتى على الناس زمان الصابر على دينه كالقابض على الجمر  الترمذى عن أنس بن مالك رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Akan datang suatu zaman atas manusia seluruh alam, dimana orang yang bersabar dalam mempertahankan agama itu bagaikan orang yang menggenggam bara api.? (HR. Al ? Turmudzi dari Anas bin Malik Ra.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يكون فى أخر الزمان عبّاد جهال وقر اء فسّقة ( رواه ابو نعيم فى الحلية والحاكم فى المستدرك عن أنس رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Pada zaman akhir akan dijumpai banyak hamba-hamba Allah yang bodoh dan orang-orang yang ahli membaca Al-Qur'an tetapi berperilaku fasiq.? (HR. Imam Abu Nu?aim di dalam kitab Hilyahnya, dan Imam al ? hakim di dalam kitab Mustadroknya, juga dari sahabat Anas bin Malik Ra.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لايقوم الساعة حتّى يتباهى الناس فى المسجد ( رواه امام احمد فى منذه وابو داواد فى سننه عن أنس رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga manusia bermegah-megahan dalam menbangun masjid.? (HR. Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya, dan Imam Abu Dawud di dalam kitab sunnahnya dari sahabat Anas Ra.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk tanda-tanda akan tibanya hari Qiamat adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قطيعه الرحم , وتـخــوين الامين , وائـتمان الخائن  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( رواه الطبرانى عن انس ابن مالك رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Terputusnya tali silaturrahim (persaudaraan), orang yang dapat dipercaya dianggap menyimpang, dan orang yang menyimpang dan berdusta justeru dipercaya? (HR.Al ?Thabrani dari sahabat Anas bin Malik RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها انتفاخ الأهلة ,وان يرى الهلال قبلا بفتحتين اى سلعة مايطلع فيقال لليلـتين ( رواه الطبرانى عن ابن مسعود رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Naiknya kwalifikasi tanggal, sehingga pada suatu waktu peninggalan itu dapat muncul dan diselesaikan pada awal mulanya, tetapi pada saat yang lain tidak disaksikan lagi, sehingga dinyatakan bahwa tanggal itu adalah merupakan sebuah tanggal untuk dua malam?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Al ? Thabrani dari sahabat Anas bin Malik RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها يذهب الصالحون الأول, وتبقى حشالة كحثالة الشعير اوالتمر &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( رواه إمام أحمد والبخارى ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Lenyapnya orang ? orang yang shaleh dari satu generasi ke generasi selanjutnya, dan yang tersisa hanyalah orang-orang yang bodoh ibarat sampah gandum atau ampasnya kurma? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Al ? Thabrani dari sahabat Ibnu Mas?ud RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها لاتقوم الساعة حتى يكون الزهد رواية والورع تصنّعا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(رواه ابو نعيم فىالحلية) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidak akan terjadi hari Qiamat sehingga orang zuhud hanyalah tinggal ceritanya, dan orang yang berperilaku wara? tidak lain hanyalah dibuat-buat.? (HR. Abu Nuz?im di dalam kitab Al - Hilyah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومنها ان يكون الولد غيضا , المطر قيضا , وتفيض اللئام قيضا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( رواه الطبرانى عن ابن مسعود رضى الله عنه) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Keberadaan anak yang terlahirkan hanyalah menjadi penyebab kemarahan/ keberingasan, hujan yang justeru menambah panas, penyebab kepanikan, dan tampak merajalelanya orang ? orang yang berperilaku tercela?. (HR. Al Thabrani dari Ibnu Mas?ud RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاتقوم الساعة حتى يسود كل قبيلة منا فقوها , وكان زعيم القوم أرذلهم , وساد القبيلة فاسقوهم ( رواه الطبرانى عن عبد الله ابن مسعود رضى الله عنه , والترمذى عن أبى هريرة رضى الله عنه ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah akan terjadi hari qiamat sehingga setiap suku bangsa menyimpan dan melindungi orang-orang munafiknya, penghuni suatu kaum tinggallah orang-orang yang bodoh, dan penduduk suku tersebut mengangkat orang-orang munafik sebagai pemimpin mereka? (HR. Al Thabrani dari abdullah bin Mas?ud RA dan juga diriwayatkan oleh Imam Al ? Turmudzi dari sahabat Abi Hurairah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-7379676169610612299?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/7379676169610612299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=7379676169610612299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/7379676169610612299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/7379676169610612299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-10-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 10 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-8147414928468167307</id><published>2008-02-07T20:10:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:11:16.071-08:00</updated><title type='text'>Bagian 09 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>PASAL &lt;br /&gt;PERPECAHAN UMMAT RASULULLAH MUHAMMAD SAW. MENJADI 32 SEKTE DAN PENJELASAN TENTANG DASAR-DASAR KESESATAN YANG TERJADI PADA GOLONGAN-GOLONGAN TERSEBUT, JUGA TENTANG GOLONGAN YANG SELAMAT YAKNI ?AHLU SUNNAH WAL JAMAAH?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Dawud, Al-Turmudzi dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairoh Ra. Sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إفترقت اليهود على احدى وسبعين فرقة , وتفرقت النصارى على اثنين وسبعين فرقة , وتفرقت أمتى على ثلاث وسبعين فرقة , كلها فى النار الا واحدة , قالوا: ومن هم يا رسولالله ؟ قال : هم الذين على الذى أنا عليه واصحابى . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kaum Yahudi telah terpecah belah menjadi 71 golongan, dan kaum Nasrani terkotak-kotak menjadi 72 kelompok, dan ummatkupun akan terpecah belah menjadi 32 sekte, semua golongan tersebut masuk neraka kecuali hanya satu golongan saja. Para sahabat tercengang dan lantas bertanya : ?Siapa (satu golongan yang selamat itu) Yaa Rasulullah Saw. ?? Rasulullah Saw. Menjawab : ?Golongan yang selamat itu adalah kelompok ahli sunnah wal jama?ah mereka adalah orang-orang yang eksis dan tetap punya komitmen dalam mengikutiku dan para sahabatku?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al ? Syihabu al ? Din al ? Khofaji Ra. di dalam kitabnya Nasimu al ? Riyadz menyebutkan : Golongan yang selamat itu adalah kelompok ?Ahli al ? Sunnah Wa al ? Jamaah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hasyiyah (catatan pinggir )-nya Imam al ? Syanwani terhadap kitab ringkasan (mukhtasor)-nya Imam Ibnu Jamroh dinyatakan bahwa : Kelompok yang selamat itu adalah mereka yang berafiliasi kepada Imam Abu al ? Hasan al ? Asy?ary dan jamaahnya yaitu ?Ahli al ? Sunnah ? dan ?Aimatu al ? Ulama ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah swt. telah menjadikan ?Jama?ah? atau kelompok ini sebagai hujjah / argumentasi bagi mahluknya, dan kepada Imam al ? Asy?ari dan jamaahnyalah, masyarakat memiliki kecondongan dalam mengembalikan berbagai permasalahan agama mereka. Kelompok inilah yang pada hakekatnya dimaksudkan oleh Rasulullah saw. Dalam sabdanya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تجــتمع أمـــتي على ضــــلا لة &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sesungguhnya Allah ta?ala tidak akan mengumpulkan ummatku untuk bersekongkol, sepakat dalam berbuat kesesatan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Mansyur bin Thohir al ? Tamimi dalam menjelaskan hadits ini mengemukakan : Sungguh orang ? orang yang memiliki perbedaan ? perbedaan pendapat itu mengetahui bahwa Rasul Allah swt. tidak bermaksud mengidentifisir kelompok yang tercela itu ditujukan kepada golongan yang berselisih dalam menyikapi masalah-masalah fiqih yang bersifat Furu?iyyah (cabangan) yang berkaitan dengan hukum halal dan haram. Tetapi mereka menyadari bahwa yang dikehendaki oleh Nabi adalah : mencela seseorang yang menentang dan keluar dari Ahlu al ? Haq di dalam permasalahan dasar-dasar Tauhid / Teologi, di dalam menetapkan perbuatan baik dan buruk, di dalam memberikan batasan-batasan/syarat-syarat kenabian dan kerasulan, dan juga di dalam masalah bagaimana mencintai para sahabat, dan hal apa saja yang berkaitan dengan masalah ? masalah tersebut di atas. Karena mereka yang berselisih dan berbeda pendapat dalam masalah ? masalah ini telah saling mengkafirkan satu sama lainnya.Berbeda dengan ikhtilaf yang terjadi pada kelompok pertama. Mereka berbeda pendapat dalam masalah ? masalah fiqih tanpa mengkafirkan yang lain dan tanpa menfasiq-kan kelompok lain yang berbeda pendapat. Oleh karena itulah interpretasi yang benar adalah disandarkan pada perbedaan ? perbedaan pendapat dalam masalah-masalah aqidah, bukan pada masalah-masalah furu?iyyah dalam fiqih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa akhir kepemimpinan sahabat, terjadi pergolakan yang dipacu oleh perselisihan yang terjadi di dalam tubuh golongan Qodariyyah antara Ma?bat Al-Juhain dan para pengikutnya, dalam persengketaan ini sejumlah sahabat muta?akhirin mengambil posisi independen, diantara mereka adalah : Sahabat Abdullah bin Umar, Sahabat Jabir, Sahabat Anas bin Malik dan para pengikutnya, Radliyallahu ?Anhum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, bermunculan perbedaan-perbedaan pendapat, dan sedikit demi sedikit meruncing dan terjadi ketegangan hingga sempurnalah perpecahan diantara ummat Islam itu menjadi 72 golongan yang sesat, dan golongan yang ke 73 adalah ?Ahli al ? Sunnah wa al ? Jamaah? sebagai kelompok yang mendapat jaminan keselamatan dari Rasulullah saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dikatakan apakah sekte-sekte itu kesemuanya diketahui dan populer di tengah ? tengah kita ?, Maka jawaban yang dapat dikemukakan adalah : Kita mengetahui perpecahan sekte ? sekte tersebut secara umum dan dasar ? dasar yang dianut oleh masing ? masing golongan tersebut, dan kita mengetahui juga bahwa golongan ? golongan itu juga terbagi-bagi lagi dalam beberapa kelompok, walaupun secara mendetil kita tidak mengetahui nama dari masing ? masing firqoh itu sekaligus madzhab yang mereka anut masing ? masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara beberapa sekte yang memiliki dasar-dasar teologi antara lain : golongan Haruriyah, Qodariyah, Jahmiyah, Murji?ah, Rofidloh dan Jabariyah berdasarkan penelitian sebagian dari para intelektual ahli ilmu, Rahimakumullah Ta?alaa ?Anhu menegaskan bahwa konsepsi-konsepsi dasar teologis yang dianut oleh enam sekte tersebut di muka adalah golongan-golongan yang di klaim sebagai golongan yang sesat. Masing-masing dari 6 kelompok sekterianisme di muka terpecah belah menjadi 12 firqoh hingga terhitunglah jumlah komunalnya menjadi 72 firqoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Ruslan Ra. berkata : Sebuah pendapat mengemukakan bahwa secara rinci golongan-golongan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi; 20 golongan. Diantara mereka termasuk golongan Rowafid, 20 sekte yang lain masuk dalam golongan Khowarij, 20 sekte berikutnya muncul dari firqoh Qodariyah. 7 golongan juga muncul dari sekte Murji?ah dan satu firqoh lagi adalah sekte Najjariyah. Masing-masing itupun tersekat-sekat kembali menjadi lebih dari 10 golongan, tetapi perpecahan kelompok-kelompok itu hanya dihitung sebagai satu firqoh saja misalnya firqoh Hururiyah saja, atau satu firqoh Jahmiyah, dan 3 firqoh dari golongan Karromiyah, dari rincian inilah secara keseluruhan terhitung jumlah sekte yang muncul adalah 72 golongan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-8147414928468167307?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/8147414928468167307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=8147414928468167307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8147414928468167307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8147414928468167307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-09-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 09 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-8551052153122116468</id><published>2008-02-07T20:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:09:01.460-08:00</updated><title type='text'>Bagian 08 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>PASAL : &lt;br /&gt;BEBERAPA HADITS DAN QOULU AL?SHOHABAH YANG MENJELASKAN TENTANG HILANGNYA ILMU DAN TUMBUHNYA KEBODOHAN, SERTA PERINGATAN NABI MUHAMMAD SAW DAN PEMBERITAHUANNYA BAHWA ZAMAN AKHIR ADALAH ERA TERBURUK. DIMANA UMAT BELIAU AKAN MENGIKUTI MODEL ? MODEL PEMBAHARUAN, BID?AH DAN HAWA NAFSU. AGAMA HANYA AKAN DIANUTOLEH MANUSIA-MANUSIA TERTENTU SAJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar al ? ?Asqolani Rahimahu Allohu Ta?ala didalam kitab Fathul al ? Baari berkata : Allah akan mencabut/ mewafatkan ulama dan besertaan dengan itu pula Allah melenyapkan ilmu. Pada saat itulah kaum intelektual muda belia saling timpang tindih, tunggang langgang dengan segala kontradiksinya, situasi ini ibarat onta menerjang dan melompati onta-onta yang lain sehigga orang-orang tua yang melahirkan mereka dianggap lemah tak berdaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah riwayat diceritakan oleh Abu Umamah RA : ketika berlangsung haji wada? Rasulullah Saw berdiri di atas ontanya yang coklat seraya berpidato menyampaikan amanatnya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ياايهاالناس خذوا من العلم قبل أن يقبض وقبل أن يرفع من الأرض , ألا إن ذهاب العلم ذهاب حملته فسأله أعر ابى فقال : يارسول الله كيف يرفع العلم منا , وبين اظهرنا المصاحـف وقد تعلمنا مافيها وعلمناها أبناءنا ونساءنا وخدمنا ؟ فرفع اليه رأسه وهو مغضب , فقال : وهذه اليهود والنصارى بين أظهرهم المصاحف ولم يتعلق منها بحرف فيما جآءهم به أنبياؤهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Wahai segenap manusia segeralah kau gengam ilmu sebelum ia dicabut dan sebelum ia lenyap dari permukaan bumi, Ingatlah bahwa sesungguhnya hilangnya ilmu itu bersamaan dengan kewafatan pembawanya. Seorang Baduwi lantas bertanya kepada Nabi, Ya Rasulullah, bagaimana ilmu itu dilenyapkan dari kita, sementara dihadapan kita terbentang mushaf-mushaf, sungguh kita telah mempelajari apa yang ada didalamnya, dan kami mengajarkannya kepada anak-anak kita, istri-istri kita dan pembantu-pembantu kita ? Rasulillah memfokuskan pandangannya kepada orang ?Araby itu, beliau tampak marah dan berkata : Kaum Yahudi dan Nasrani ini dihadapannya juga terpampang kitab-kitab mereka tetapi mereka sedikitpun tidak berpegang teguh kepada apa-apa yang telah diajarkan oleh para Nabinya kepada mereka?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Mas?ud RA berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لايز ال الناس مشتملين خيرما أتاهم العلم من اصحاب محمد صلى الله عليه وسلم وأكابرهم , فاذا أتاهم العلم من قِبل أصاغرهم وتفرقت اهواؤهم هلكوا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah akan sirna eksistensi kemanusiaan selama ia masih berselimutkan dengan segala kebaikan (kemurnian) ilmu yang datang kepada mereka dari para sahabat Nabi Muhammad Saw dan para pembesarnya. Tetapi ketika ilmu yang diterima oleh mereka itu bersumber dari orang-orang rendahan diantara mereka dengan segala kepentingan hawa nafsu yang berbeda maka rusaklah manusia seluruhnya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dalam kitab shohinya meriwayatkan sebuah hadits dari Abi Hurairah RA : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاتقوم الساعة حتى تأ خذ أمتى بأ خذ القرون قبلها شبرا بشبر وذراعا بذراع, فقيل يا رسول الله كفارس والر وم , فقال ومن الناس إلاهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah akan terjadi hari Qiamat sehingga umatku sedikit demi sedikit menjauh dalam mengambil tutuntunan hidup sebagaimana yang diambil oleh generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, lantas diucapkan Wahai Rasulillah ! sedemikian itu adalah sebagaimana yang terjadi pada kaum Persia dan Romawi ? Rasulillah menjawab : ?Siapalagi manusia itu ? kalau bukan mereka ( kaum Persia dan Romawi) ?! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Said al ? Khudri RA dari Nabi SAW beliau bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لتتبعن سنن من كان قبلكم شبرا شبرا وذراعا ذراعا حتى لودخلوا فى حجر ضب تتبعوهم , قلنا يارسول الله اليهود والنصارى ؟ قال فمن ؟ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sungguh kalian semua pada saatnya nanti akan mengikuti tuntunan-tuntunan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta-demi sehasta, sehingga kalau saja mereka masuk ke dalam liang biawak, mereka tetap akan mengikutinya. Kemudian dikatakan : ?Wahai Rasulillah, merekakah orang-orang Yahudi dan Nasrani? Rasul menjawab : ?Siapa lagi kalau bukan mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Mas?ud RA dari Rasulillah Saw : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن اول هذه الأمة خيارهم, واخرها شرارهم مختلفين متفرقين , فمن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فلتأته ميتته وهو يأتى الى الناس ما يحب أن يؤتى إليه &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sesungguhnya generasi pertama dari ummatku ini adalah sebaik-baiknya generasi, dan periode akhirnya adalah seburuk-buruknya generasi umatku, mereka semua berselisih dan berpecah belah. Barang siapa mengimani Allah dan hari akhir maka segeralah menjemput kematiannya, sementara itu ia datang menghampiri manusia menyampaikan sesuatu yang ia menyenanginya bila hal itu didatangkan kepadanya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah diriwayatkan dari Hisyam bin Urwah RA suatu ketika ia mendengar ayahnya bercerita : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لم يز ل أمر بنى اسرائيل مستقيما حتى حدث فيهم المولدوا أبناء سبايا الأمم, فاحدثوا فيهم القول بالرأى وأضلوا بنى اسرائيل, قال وكان أبى يقول السنن السنن , فإن السنن قوام الدين &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidaklah pernah sirna perkara yang ada ditengah-tengah kaum Bani Israil, dan itu tetap kokoh dipegangi sehingga datang ditengah-tengah mereka anak-anak yang terlahirkan dari para tawanan umat mereka. Generasi baru itu melakukan pembaharuan ditengah-tengah mereka dengan mengemukakan/ menyampaikan pendapat mereka sendiri. Di saat itulah mereka menjerumuskan kaum Bani Israil, Hisyam berkata : Ayahku lantas mewasiatkan:?tetaplah kalian memegangi tuntunan, teguhkanlah dirimu untuk tetap berpegang teguh pada al- Sunnah, karena tuntunan itu merupakan tiang agama?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah riwayat yang lain diceritakan dari Ibnu Wahbin dari Ibnu Shihab Al ? Zuhri RA ia berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ان اليهود والنصارى إنما انسلخوا من العلم الذى كان بأيديهم حين استقلوا الرأى وأخذوا فيه &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani mulai melepaskan diri dari keilmuan mereka yang selama ini ada pada genggaman mereka ,yakni pada saat mereka semua bebas sebebas-bebasnya untuk melontarkan pendapat-pendapat mereka sendiri dan menjadikannya sebagai pedoman hidupnya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروى البخارى فى صحيحه عن عروة رضى الله عنه قال : حح علينا عبد الله بن عمرو رضي الله عنه سمعـت النبى صلى الله عليه وسلم يقول: إنّ الله لاينزع العلم بعد أن اعطاهموه إنتزاعا , ولكنّ ينتزعه منهم مع قبض العلماء بعلمهم فيبقى ناس جهّال يستفتون , فيفتون برأيهم فيَضلون ويُضلّون &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhori di dalam kitab shohihnya meriwayatkan sebuah hadits dari Urwah Ra. Ia berkata: Abdullah bin Umar Ra. menunaikan haji bersama kita, lantas aku mendengar Nabi Muhammad SAW. Bersabda : ?Sesungguhnya Allah swt. tidak akan mencabut ilmu, setelah ilmu itu ia berikan kepada suatu kaum dari dada mereka secara mendadak, tetapi Allah mencabutnya besertaan dengan kewafatan para ulama sebaagi pemegangnya, sehingga yang tersisa tinggallah manusia-manusia bodoh, kaumnya meminta fatwa pada mereka, dan merekapun menyampaikan fatwa atas dasar pendapatnya sendiri, sehingga mereka sendiri tersesat dan menyesatkan kaumnya, kesesatanpun merajalela.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini lantas aku ceritakan kepada Dewi Aisyah Ra, istri Rasululah saw. Kemudian ketika Sayyidina Abdullah bin Umar melaksanakan ibadah haji lagi pada tahun berikutnya. Dewi A?iyah menghampiriku : ?Wahai putra saudara perempuanku, pergilah dan temuilah Abdullah dan mintalah pengukuhan sebuah hadits yang telah ia sampaikan kepadaku.? Maka sayapun datang dan menanyakannya. Kemudian Abdullah bin Umar menyampaikan sebuah hadits sebagaimana yang pernah ia tuturkan. Setibanya dari sana, saya datang kepada Dewi Aisyah untuk menginformasikan hasil pertemuanku dengan Abdullah bin Umar. Dewi Aisyah Ra. menyatakan pengukuhannya : ?Demi Allah, sungguh Abdullah bin Umar menghafal hadits tersebut.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab Fathu al ? Bahri juga diriwayatkan sebuah hadits dari Masruq dari Ibnu Mas?ud Ra. ia berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لايأتى عليكم زمان الا وهو أشر مما كان قبله , إما أنى لاأعين أميرا خيرا من أمير ولا عاما خيرا من عام , ولكن علماؤكم وفقهاؤكم يذهبون ثم لا تجدون منهم خلفا , ثم يجئ قوم يفتون فى الامور برأيهم فيثلمون الاسلام ويهدمونه . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Tidak akan datang sebuah zaman kepada kalian semua, kecuali zaman itu lebih buruk dari era sebelumnya, ingatlah sesungguhnya aku tidak akan menentukan seorang pemimpin yang lebih baik dari pemimpin yang lain juga tidak pada sebuah masyarakat yang lebih baik dari masyarakat yang lain. Tetapi ulama-ulama dan ahli fiqih kalian telah wafat meninggalkan kita, hingga tidak didapati lagi pengganti mereka. Kemudian datanglah sekelompok kaum yang menyampaikan fatwa tanpa sadar tentang suatu masalah menurut pendapatnya sendiri, mereka merusak Islam dan merobohkan sendi-sendi agama?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG DOSANYA SESEORANG YANG MENGAJAK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA JALAN YANG SESAT DAN PERBUATAN YANG BURUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ليحملوا اوزارهم كاملة يوم القيامة ومن اوزار الذين يضلّونهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?(Ucapan dan perbuatan mereka)-lah yang menyebabkan mereka harus memikul dosa-dosa mereka dengan sepenuh-penuhnya pada hari Qiamat, dan juga dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu?. (Al-Nahl : 25) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairoh Ra. Ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من دعا الى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لاينقص ذلك من أجورهم شيئا , ومن دعا الى ضلالة كان عليه من الإثم مثل أثام من تبعــه لاينقـص ذلك من أثامـهم شيئا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Barang siapa mengajak menuju hidayah Tuhan maka baginya pahala sebagaimana pahalanya orang-orang yang mengikutinya tanpa sedikitpun berkurang. Namun senaliknya barang siapa mengajak orang lain pada kesesatan jalan Tuhan maka baginya dosa sebagaimana dosanya orang-orang yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun dari dosa-dosa mereka.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat Imam Muslim menceritakan dari Abdur Rahman bin Hilal dari Jarir bin Abdullah al?Bakhliy Ra. dalam sebuah haditsnya yang cukup panjang ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من سنّ فى الإسلام سنة حسنة فله اجرها وأجر من عمل بها بعده من غير ان ينقص من أجورهم شيئا , ومن سن فى الإسلام سنة سيّئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من اوزارهم شيئا. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Barang siapa merintis sebuah tuntunan yang baik di dalam Islam, maka baginya mendapatkan pahala kebaikan tersebut dan juga pahalanya orang-orang setelahnya yang mengamalkan tuntutan kebaikan tersebut, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Dan barang siapa membuat tuntutan pada jalan keburukan dalam agama Islam, maka dilimpahkanlah dosa baginya, dan iapun harus mennaggung dosa-dosa orang-orang setelahnya yang mengikuti jalan keburukan tersebut tanpa berkurang sedikitpun dari dosa-dosa mereka?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Mujahid Ra. ketika menafsiri ayat yang dituturkan di muka menyebutkan : ?Mereka (yang berkata dan berbuat keburukan) harus menanggung, dosa-dosa mereka sendiri dan dosa orang-orang yang mengikuti dan mentaati mereka tanpa ada keringanan pembebasan sedikitpun dari orang-orang yang mengikuti mereka?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits dari Amr bin ?Auf Ra. Rasulullah bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من أحي سنة من سنتى قد أميتت بعدى كان له من الأجر مثل أجرمن عمل بها من غير أن ينقص ذلك من أجورهم شيئا , ومن إبتدع بدعة ضلالة لاترضى الله ورسوله كان عليه مثل أثام من عمل بها لاينقص ذلك من اوزار الناس شيئا. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Barang siapa menghidupkan tuntunan dari sunnahku yang telah mati, setelah kewafatanku, maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana pahalanya orang-orang yang mengamalkan tuntunan kebaikan itu tanpa berkurang sedikitpun dari pahala-pahala mereka, dan barang siapa menciptakan bid?ah atau tuntunan menyesatkan yang tidak di ridloi oleh Allah swt. dan Rasul ? Nya, maka dilimpahkan padanya dosa dan dosanya orang-orang yang mengamalkan perbuatan bid?ah itu, tanpa berkurang sedikitpun dari dosa-dosa mereka?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah riwayat juga menceritakan dari Imam Thabrani dan shahabat Abi Hurairoh Ra. Ia berkata : Rasulullah saw. Bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المتمسك بسنتى عند فساد أمّتى له أجر مائة شهيد &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Seseorang yang eksis berpegang teguh dalam menjalankan sunnahku pada saat carut marutnya ummatku, maka baginya pahala sebagaimana pahalanya 100 orang yang mati syahid.?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-8551052153122116468?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/8551052153122116468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=8551052153122116468' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8551052153122116468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8551052153122116468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-08-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 08 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-4964827139877070521</id><published>2008-02-07T20:05:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:07:13.061-08:00</updated><title type='text'>Bagian 07 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>PASAL &lt;br /&gt;WAJIBNYA TAQLID BAGI SESEORANG YANG TIDAK MEMILIKI KEAHLIAN UNTUK BERIJTIHAD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan Jumhuril Ulama setiap orang yang tidak memiliki keahlian untuk sampai pada tingkat kemampuan sebagai mujtahid mutlak, sekalipun ia telah mampu menguasai beberapa cabang keilmuan yang dipersyaratkan di dalam melakukan ijtihad, maka wajib baginya untuk mengikuti (taklid) pada satu qaul dari para Imam Mujtahid dan mengambil fatwa mereka agar ia dapat keluar dan terbebaskan dari ikatan beban (Taklif) yang mewajibkannya untuk mengikuti siapa saja yang ia kehendaki dari salah satu Imam Mujtahid, sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فاسئلوا اهل الذكر إن كنتم لاتعلمـون &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Maka bertanyalah kalian semua kepada ahli ilmu jika kalian semua tidak mengetahui? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berdasar pada ayat ini, seseorang yang tidak mengetahui diwajibkan oleh Allah Swt. untuk bertanya, Nah bertanya itu merupakan perwujudan sikap taqlid seseorang kepada orang yang alim. Firman Allah ini berlaku secara umum untuk semua golongan yang dikhitobi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum pula firman Allah ini, mewajibkan kita untuk bertanya dan mempertanyakan segala sesuatu yang tidak kita ketahui, sesuai dengan kesepakatan / konsensus Jumhur al ? Ulama. Karena sesungguhnya orang yang beridentitas awam itu pasti ada sejak zaman generasi sahabat, tabi?in dan hingga zaman setelahnya, mereka wajib meminta fatwa kepada para mujtahid dan mengikuti fatwa ? fatwa mereka dalam hukum-hukum syari?ah dan mengimplementasikannya sesuai dengan petunjuk Ulama. Pertanyaan esensial yang kemudian muncul adalah, mengapa harus mempertanyakan suatu hukum dan tuntutan syari?at yang tidak diketahui ? Karena sesungguhnya para ulamapun ketika menerima pertanyaan, mereka seringkali segera menjawab pertanyaan tersebut to the point tanpa memberi isyaroh untuk menuturkan dalil, di satu sisi ketika seorang ulama melarang untuk melakukan sesuatu kepada orang yang awam, merekapun (awam) langsung menerimanya tanpa mengingkarinya. Kondisi yang sedemikianlah yang lantas disepakati adanya kewajiban bagi orang awam untuk mengikuti pendapat seorang mujtahid, disadari pula bahwa sama sekali orang awam itu tidak memiliki kemampuan dan otoritas untuk memahami Al ? Kitab dan Al ? Sunnah dan tentunya pemahamannya tidaklah dapat diterima jika tidak cocok dengan pemahaman ulama ahli Al ? Haq yang agung dan terpilih. Sesungguhnya orang yang ahli bid?ah dan berperilaku menyimpang, mereka memahami hukum-hukum secara bathil dari Al ? Kitab dan Al ? Sunnah, pada kenyataannya apapun yang diambil oleh ahli bid?ah tidaklah dapat dipegangi sebagai kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang awam tidak diwajibkan untuk tetap eksis / konsisten mengikuti satu madzhab saja dalam menyikapi setiap masalah baru yang muncul. Walaupun ia telah menetapkan untuk mengikuti satu madzhab tertentu seperti madzhabnya Imam Al - Syafi?i ra., tidaklah selamanya ia harus mengikuti madzhab ini, bahkan diperkenankan baginya untuk pindah pada madzhab yang lain selain Al - Syafi?i. Seorang awam yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pengkajian masalah dan istidlal (melakukan pelacakan / pencarian sumber dalil) atau ia juga tidak memiliki kemampuan membaca sebuah kitabpun yang ada sebagai reverensi dalam sebuah madzhab, lantas ia mengatakan bahwa saya adalah bermadzhab Al-Syafi?i, maka pernyataan yang sedemikian itu tidaklah absah sebagai pengakuan bilamana hanya sekedar ucapan belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi menurut sebuah pendapat yang lain menyatakan bahwa ; ketika seorang awam itu konsisten mengikuti satu madzhab tertentu maka wajiblah baginya untuk menetapkan madzhab pilihanya. Karena jelas seorang ?Awam itu meyakini bahwa madzhab yang ia pilih adalah madzhab yang benar. Maka konsekwensi yang harus ia terima adalah wajib menjalankan apa yang menjadi ketentuan madzhab yang ia yakini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seseorang yang taqlid (مقلّد) boleh mengikuti selain imamnya dalam sebuah masalah yang timbul padanya. Misalnya saja ia taqlid pada satu imam dalam melaksanakan shalat dhuhur, dan ia taqlid dan mengikuti imam lain dalam melaksanakan shalat ashar. Jadi taqlid setelah selesainya melakukan sebuah amal/ ibadah adalah boleh. Untuk memahami hal ini dapatlah digambarkan sebuah masalah : ?Bila seorang yang bermadzhab syafii melakukan shalat dan ia menyangka (ظن)atas keabsahan shalatnya menurut pandangan madzhabnya, ternyata kemudian menjadi jelas bahwa shalatnya adalah batal menurut madzhab yang dianutnya, dan sah bila menurut pendapat yang lain maka baginya boleh langsung taqlid pada madzhab lain yang mengesahkan shalatnya. Dengan demikian cukup terpenuhilah kewajiban shalatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PASAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKAP EKSTRA HATI-HATI DIDALAM MENGAMBIL AGAMA DAN KEILMUAN, JUGA SIKAP ANTISIPATIF TERHADAP FITNAH YANG DIMUNCULKAN OLEH PARA AHLI BID?AH, ORANG-ORANG MUNAFIQ DAN PARA PEMIMPIN YANG MENJERUMUSKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib bersikap ekstra hati-hati didalam mencari dan menghasilkan keilmuan, maka janganlah anda mencari dan mendapatkannya dari selain ahli ilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;روى ابن عساكر وعن الامام مالك رضى الله عنـه: لاتحمل العلم عن اهل البدع ولا تحمله عمن لايعرف بالطلب ,ولاعمن يكذب فى حديث الناس وان كان لايكــذب فى حديث رسول الله صلى الله عليه وسلّم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Imam Ibnu Asakir dari Imam Malik Ra : ?Janganlah engkau menerima ilmu dari ahli bidah, jangan pula anda mencari dan menerima keilmuan (agama) dari seseorang yang tidak diketahui kepada siapa ia belajar, dan tidaklah pula diperkenankan menerimanya dari seseorang yang melakukan kebohongan publik didalam menceritakan manusia, walaupun ia diyakini tidak akan melakukan kebohongan terhadap hadits Rasulullah SAW?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروى ابن سيرين رحمه الله : هذا العلم دين, فانظروا عمّن تأخذون دينكم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan lagi dari Imam Ibnu Sirrin Ra : ?Ilmu ini adalah agama ;maka selektiflah kalian semua dari siapa kalian mengambil agama.? وروى الديلمى عن ابى عمررضى الله عنهما مرفوعا : العلم ديـن , والصّلاة ديـن , فانظروا عمن تأخــــذون هذا العلم , وكيف تصلون هذه فإنكم تسألون يوم القيامة , فلا ترووه الا عمن تحققت أهلّيــته بأن يكون من العدول الثقــات المتّقـــين &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Al - Dailami dari Ibnu Umar ra. dalam sebuah periwayatan yang marfu? : "Ilmu adalah agama dan shalat adalah agama. Maka bersikap telitilah kalian semua didalam mengambil/menerima ilmu itu. Bagaimana anda melakukan shalat seperti ini? Sesungguhnya kalian semua akan ditanya nanti dihari kiamat, maka janganlah anda meriwayatkan keilmuan itu kecuali dari seseorang yang benar-benar anda meyakini keahliannya yakni ia yang memiliki sifat-sifat keadilan, dapat dipercaya dan muttaqien". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروى مسلم فى صحيــحه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : سيكون فى اخر أمتى أناس يحـدثوكم ما لم تسمعوا انتم ولاابآئكم فاياكم واياهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam muslim meriwayatkan didalam kitab shahih-nya bahwa Rasulullah SAW bersabda :?Akan ditemukan dizaman akhir dari umatku sekelompok manusia yang senantiasa menceritakan kepada kalian segala sesuatu yang mereka tidak pernah mendengarkannya, kamu dan juga orang-orang tua kalian, maka jagalah diri kalian semua, dan waspadailah mereka?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفى صحيح مسلم أيضا أن أبا هر يرة رضى الله عنه يقول : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يكون فى أخر الزمان دجالون كذبون يأتونكم من الاحاديث بما لم تسـمعوا انتم ولااباؤكم فإياكم واياهم لايضلونكم ولايفتنـونكم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab Shahih Muslim juga disebutkan, sesungguhnya Abu Hurairah RA berkata : Rasulillah Saw bersabda : "Akan didapati diakhir zaman nanti Dajjal-dajjal yang menebar kebohongan-kebohongan, mereka datang membawa berita-berita yang, kalian dan orang tua kalian semua tidak pernahmendengarkannya, jagalah diri kalian dan waspadailah mereka, jangan sampai mereka menjerumuskan kalian semua, dan jangan pula kalian ter fitnah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفى صحيح مسلم أيضا عن عمر بن العاص رضى الله عنه قال: إن فى البحرسياطين مسجونة اوثقها سليمان ابن داود , يوشك ان تخرج فتقراء على الناس قرأنا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga di dalam kitab Shahih Muslim diriwayatkan sebuah hadits dari Umar bin al ? ?Ash Ra. beliau berkata : ?Sungguh di dalam lautan terdapat syetan-syetan yang terpenjarakan dan yang membelenggunya adalah Nabi Sulaiman bin Dawud, hampir saja mereka dapat keluar, dan mereka hendak membacakan Al-Qur'an kepada seluruh manusia?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al ? Nawawi mengomentari hadits ini dengan pernyataannya; bahwa makna (syetan-syetan) yang dikehendaki oleh hadist diatas adalah mereka yang membacakan sesuatu yang sebenarnya bukanlah Al-Qur'an, tetapi ia mengatakannya bahwa ini adalah Al-Qur'an, mereka mengecohkan manusia pada umumnya agar mereka menganggap aneh terhadap Al-Qur'an?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروى الطبرانى عن ابن الدرداء رضى الله عنه : إن أخوف ما اخاف على أمتى الأئمة المضلون . وروى الامام أحمد عن عمر رضى الله عنه : ان اخوف ما اخاف على أمتى كل منافق عليم اللسان &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abi Darda?i RA, ?Sesungguhnya yang paling menghawatirkan atas umatku adalah prilaku para pemimpin yang sesat?, Imam Ahmad dalam riwayatnya dari sahabat Umar Ra. Menyatakan : ?Sesungguhnya kekhawatiran terbesarku atas umat?ku adalah orang munafik yang kepandaiannya hanya di lisan saja?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al ? Munawwir Ra. menginterpretasikan/ menafsiri hadits ini dengan pernyataannya : ?Banyak sekali orang yang pandai beretorika tetapi bodoh hati dan perbuatannya, ia mencari ilmu dengan orientasi mencari kerja dari sanalah ia akan mencari makan, dan mengorbankan kesombongan demi meraih kemulyaan. Ia mengajak manusia semesta alam menuju Tuhannya, tetapi ia sendiri lari dari pada-Nya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وعن زياد بن حدير رحمه الله تعالى قال : قال لى عمر ابن الخطاب رضى لله عنه : هل تعرف مايهدم الإسلام ؟ قلت لا , قال يهدمه زلة العالم , وجدال المنافق باالكـتاب , وحكـم الأئمة المضـلين &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ziyad bin Jabir RA ia berkata ; telah berkata kepadaku Sayyidina Umar bin Khattab RA : "Tahukah kamu apakah yang dapat merobohkan Islam ?" Aku berkata tidak Ya Amirul Mukminin; Berkatalah beliau : "Yang akan merobohkan Islam adalah tergelincirnya orang awam (sebab mereka tidak bersikap hati-hati), orang munafiq yang menperdebatkan Al ? Kitab, dan supermasi hukum yang dikendalikan oleh para pemimpin yang menyimpang".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-4964827139877070521?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/4964827139877070521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=4964827139877070521' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/4964827139877070521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/4964827139877070521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-07-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 07 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-6823249989999137505</id><published>2008-02-07T20:03:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:04:53.375-08:00</updated><title type='text'>Bagian 06 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>PASAL &lt;br /&gt;MENJELASKAN TENTANG KHITTAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada ajaran ?Al ? Shalaf al - Shalih ? menjelaskan maksud dari kelompok yang disebut dengan ?Sawad al ? A?dham? di era ini dan pentingnya berpegang teguh pada salah satu madzhab yang empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami apa yang telah saya kemukakan di atas, kita menyadari bahwa sesungguhnya kebenaran yang haqiqi itu berpihak pada kalangan ?Al ? Salafiyah? generasi terdahulu yang konsisten dan survive mengugemi nilai-nilai ajaran agama yang telah dibangun oleh ulama Al - Salaf al ? Shalih merekalah yang oleh Rasulillah sendiri beliau identifikasi sebagai Al - Sawadu al - A?dham (golongan mayoritas) yakni mereka yang cocok dan menyepakati konsepsi-konsepsi agama yang ditetapkan oleh ulama-ulama Makkah, Madinah dan ulama-ulama Al ? Azhar yang mulia, kesemuanya adalah menjadi panutan kelompok ahli al ? Haq, sayangnya sulit sekali atau bahkan hampir tidaklah mungkin melakukan penelitian dan pelacakan secara seksama terhadap setiap persoalan dari sejumlah ulama-ulama ini. Karena kemasyhuran dan menyebarnya tempat domisili mereka diberbagai daerah. Dan tidak mungkin pula dapat menghitungnya karena keberadaan mereka sebagaimana bintang gumintang di langit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah haditsnya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ان الله لا يجتمع أمتى على ضلالة. ويدالله على الجماعة من شذ شذ إلى النار ,( رواه الترمذ ي ) زاد ابن ماجاه: فإذا وقع الاختلاف , فعليك بالسواد الاعظم مع الحق واهل &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sesungguhnya Allah Ta?ala memberikan jaminan bahwa umatnya tidaklah akan bersekongkol untuk menyepakati kesesatan, keberpihakan Allah adalah pada Al ? Jama?ah, barang siapa yang menyimpang dari konsensus mayoritas berarti bahwa ia mengasingkan diri menuju neraka?. (HR. Al ? Turmudzi) Imam Ibnu Majah menambahkan : ?Bila terjadi perselisihan maka pegangilah keputusan yang diambil oleh ?Al ? Aswad al - A?dham? (kelompok mayoritas) dengan segala komitmen atas kebenaran mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kitab ?Al ? Jami? Al ? Shagir? disebutkan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الله قد اجار أمـتى أن تجتـمع على ضــلالة &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sesungguhnya Allah telah menyelamatkan umatku dari segala bentuk persekongkolan atas perbuatan sesat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas dari mereka yang konsisten memegangi kebenaran (Ahli al - Haq) adalah mereka yang menjadi pengikut Imam Madzhab yang empat ?Al-Madzzhab al-Arba?ah?, mengapa demikian ? kita tahu bahwa Imam Bukhori adalah bermadzhab Syafi?iy beliau meriwayatkan hadits dari Imam Humaidiy, Al ? Za?faroniy, dan Imam Karobi?isiy, demikian juga Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Nasa?i. Demikian pula pada beberapa Imam/Muhaddits yang lain yakni : Imam Al-Syibi adalah pengikut madzhab Malikiy, Imam Mahaasibi adalah bermadzhab Syafi?iy. Imam Al ? Jariry merupakan Penganut setia Imam Hanafiy. Syaikh Abdul Qadir al ? Jailani bermadzhab Hambaliy, Imam Abu Hasan Al ? Syadhili pengikut madzhab Malikiy, dan dengan mengikuti satu madzhab tertentu akan lebih dapat terfokus pada satu nilai kebenaran yang haqiqi, lebih dapat memahami secara mendalam dan akan lebih memudahkan dalam mengimplementasikan amalan. Dengan menentukan pada satu pilihan madzhab inilah berarti ia telah pula melakukan jalan yang juga ditempuh oleh ?Al ? Salaafuna al ? Shaalih?, mudah-mudahan keridloan Allah terlimpah curahkan pada mereka semua, Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai kelompok awam dari mayoritas kaum muslimin harus membulatkan tekad untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah swt. Haqqo al - Taqwa, dan senantiasa berharap agar nantinya kita semua tidak mati meninggalkan dunia yang fana ini kecuali tetap mengugemi agama Islam, kita sepakat untuk senantiasa berdamai dan melakukan rekonsiliasi dengan mereka atau siapa saja yang berselisih. Merekatkan tali persaudaraan, bersikap dan berperilaku baik terhadap semua tetangga, kerabat dan seluruh teman, dapat memahami dan melaksanakan hak-hak para pemimpin, bersikap santun dan belas kasihan terhadap kaum dlu?afa? dan kalangan wong cilik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berusaha mencegah mereka dari segala bentuk permusuhan, saling benci-membenci, memutuskan hubungan, hasut-menghasut, sekterianisme dan memebentuk sekte-sekte baru yang mengkotak-kotakkan Agama, kita menghimbau pada mereka semua untuk bersatu, bersahabat, tolong menolong dalam kebaikan, berpegang teguh pada agama Allah yang kokoh, dan menghindari perpecahan (Dis integrasi). Hendaknya kita tetap eksis berpedoman pada Al ? Kitab , Al ? Sunnah , dan apa saja yang menjadi tuntunan para ulama?, panutan umat yakni Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafi?i dan Imam Ahmad bin Hambal Ra. Merekalah ulama yang mujma? alaih, Sah untuk diikuti dan dilarang keluar dari madzhab-madzhab mereka. Hendaknya kita juga berpaling dari segenap bentuk organisasi ? organisasi baru yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar yang dibangun oleh ?Al ? Salaf al ? Sholihin?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من شــذّ ســذّ على الــنّار &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Barang siapa yang menyimpang (keluar dari Al - Jamaah ) berarti ia mengungsikan dirinya ke beraka.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu hendaknya kita tetap konsisten memegangi ?Al ? Jamaah? (organisasi Aswaja) ?alaa thariqati Al ? Salaf Al ? Shalihin?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و أنا آمركم بخمس أمرنى الله بهــن : السمع ,والطاعة ,والجهاد , والهجرة , والجمــاعة . فإنّ من فارق الجمـاعة قيد سبـر فقد خلع ربقــة اللإ سلام عن عنـقه &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Aku perintahkan pada kalian semua untuk melaksanakan lima hal, dimana Allah telah memerintahkan hal itu padaku, yakni bersedia untuk mendengarkan, taat dan siap untuk berjihad, melakukan hijrah dan bergabung masuk dalam bingkai Al - Jamaah. Sesungguhnya seseorang yang berpisah dari jamaah walaupun hanya sejengkal, berarti sungguh ia telah melepaskan ikatan tali keislamannya dari lehernya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidina Umar bin Al ? Khattab ra berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عليكم بالجماعة وإيكم والفرقة , فان الشيطان مع الواحد وهو مع الاثنـين أبعد ومن أراد بحبوحة الـجِـنّة فليلـزم الجمـاعة &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Berpegang teguhlah kalian semua pada Al ? Jama?ah, hindarkan diri kalian dari segala bentuk perpecahan, karena sesungguhnya syetan ketika menyertai anda seorang diri saja, maka dengan sangat mudah ia menaklukkannya dibanding ketika ia menyertai dua orang yang bersekutu, barang siapa bermaksud dan ingin mendapat kenikmatan hidup di dalam surga maka tetaplah bersama Al ? Jama?ah".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-6823249989999137505?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/6823249989999137505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=6823249989999137505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/6823249989999137505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/6823249989999137505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-06-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 06 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-6209726170925583262</id><published>2008-02-07T20:00:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:02:03.557-08:00</updated><title type='text'>Bagian 05 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>Pernyataan keras nabi ini menjelaskan kepada kita bahwa siapa saja yang menyakiti para sahabatnya maka berarti ia menyakiti nabi, dan menyakiti nabi Saw adalah haram?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاتؤذونى فى اصحابى ومن اذاهم فقد اذانى, وقال لاتؤذونى فى العائشة, وقال فى فاطمة رضى الله عنها بضعة منى يؤذينى مااذاها &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Janganlah kalian semua menyakitiku melalui para sahabatku, barang siapa menyakiti sahabat-sahabatku berarti ia menyakitiku, dan nabi juga bersabda, jangalah kalian menyakitiku dengan cara menyakiti Aisyah dan nabi bersabda pula ; janganlah pula dengan cara menyakiti diri Fatimah RA karena ia adalah keratan darah dagingku, menyakitiku segala yang menyakitkan dirinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul juga sekelompok kaum yang lantas disebut sebagai sekte ?Abahiyyun? yakni golongan yang memperkenankan untuk melakukan apa saja yang disukai, mereka berkata : ?Sesungguhnya seorang hamba, ketika ia telah sampai kepada puncak rasa cintanya, dan hatinya telah suci dan terbersihkan dari sifat lupa, dan dia telah memilih iman daripada kufur dan kekufuran, maka gugur dan terbebaskanlah ia dari tuntutan perintah dan larangan. Dan tidaklah Allah akan memasukkannya ke neraka sebab melakukan dosa-dosa besar?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari mereka juga berkata : ?Bagi seorang hamba yang telah sampai pada puncak posisi mahabbah, maka gugurlah baginya kewajiban untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang dlohir, maka yang menjadi substansi ibadahnya adalah bertafakkur dan mempercantik akhlaq batiniahnya?. Syayid Muhammad di dalam syarah ihya? ? nya berkata : Pernyataan ini adalah kufur zindik dan kesesatan, tetapi golongan Abahiyyun ini memang sudah ada sejak zaman dulu, penganutnya adalah orang-orang bodoh dan sesat mereka tidak memiliki pemimpin yang mengerti tentang ilmu syari?at sebaagimana layaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul pula aliran yang lantas memproklamirkan diri sebagai ?Tanasukhil al ? Arwah? kelompok yang mengaku sebagai titisan ruh-ruh yang selalu berpindah-pindah selama-lamanya dari satu jasad seseorang ke jasad yang lain baik sejenis maupun berlainan jenis. Mereka menyangka bahwa siksaan dan kenikmatan yang dirasakan oleh Arwah tersebut didasarkan atas pertimbangan bersih dan kotornya arwah tersebut. Imam al-Syihab al-Khofaji di dalam syarahnya kitab Al-Syifa? berkata : ?Sungguh ahli syari? telah mengkafirkan mereka karena muatan pendapat-pendapatnya ternyata melakukan pembohongan terhadap Allah, Rasul nya, dan kitab suci - Nya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian lagi ada yang menganut ajaran Hulul dan Ittihad, mereka adalah orang-orang yang menjalankan tasawufnya dengan kebodohan, mereka berkeyakinan bahwa Allah swt. adalah wujud yang mutlak. Sesungguhnya selain dari pada Allah tidaklah ia memiliki sifat Al-Wujud sama sekali, sehingga bila dikatakan ?Al-Insanu Maujudun? maka makna yang dikehendaki adalah bahwa manusia itu memiliki hubungan dengan Al ? Wujud al ? Mutlaq yakni Allah Ta?ala. Al ? ?Allamah al ? Amir di dalam kitab Hasyiyah-nya Imam Abdi al-Salam, beliau berkata : Ucapan dengan interpretasi di atas, merupakan kufur yang shorih, karena tidaklah mungkin terjadi yang namanya hulul dan ittihad. Bila hal tersebut benar terjadi pada diri para pembesar wali maka kejadian itu harus dita?wili dengan sesuatu yang cocok dengan kondisi dan derajat kewalian mereka. Sebagai mana faham Wahdati al ? Wujud yang mereka anut. Seperti ucapan mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما فى الجبة ا لا الله ?(Tidak ada di dalam jubah ini kecuali Allah )? Mereka menghendakinya dengan makna bahwa apa saja yang ada di dalam jubah bahkan apapun yang wujud di dalam seluruh alam ini, tidaklah ia terwujud kecuali atas kehendak Allah, Syaikh Muhammad al ? Safarini berkata di dalam kitab ?Lawaaihu al ? Anwar? : ?Sebagian dari tanda sempurnanya kema?rifatan adalah kemampuan seorang hamba untuk menyaksikan Tuhannya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ?Arif (orang yang ma?rifat) selama ia masih menafikan pengetahuan atas Tuhannya pada waktu apapun maka bukanlah ia dinamakan sebagai ?Arif tetapi hanya disebut sebagai ?Shohibul haali? dimana ?Syuhudihi Robbahu?- nya, (penyaksiannya terhadap realitas tuhannya) hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu saja. Nah, keberadaan Shohibul haali ini sama dengan orang yang mabuk, dimana pengetahuan spiritualnya belumlah cukup mengukuhkan eksistensinya sebagai seorang ?Arif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi jelaslah bahwa apa yang dimaksud dengan Wahdati al ? Wujud dan Al ? Ittihad dalam madzhab tasawuf adalah bukanlah hanya sekedar menggunakan parameter apa yang dhohir saja atau atas dasar persangkaan belaka. Dengan demikian pernyataan/statemen para penyembah berhala yang mengatakan bahwa : ?Kita tidak menyembah berhala ini kecuali hanya menjadikannya sebagai lantaran agar kita dapat mendekatkan diri kepada Dzat Allah?. Bagaimana mungkin pelaku sedemikian (Wahdati Al-Wujud) dianggap sebagai orang-orang yang ma?rifat (?Arifin). Padahal makna yang subtansial dari ittihad itu sendiri adalah sebagaimana dikatakan oleh Al-?Aarif : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; هو المعنى المسمـى بالا تحـادوعلمك أن كل أمر امر ى  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Pengetahuan anda atas segala sesuatu adalah urusan saya, inilah makna yang sesungguhnya dinamakan sebagai Al-Ittihad.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu jelaslah bahwa setiap umat Islam memiliki kemampuan dan kesempatan untuk meraih maqom ini walaupun pada tingkat yang berbeda-beda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja saya membahas secara panjang lebar terhadap sekte/golongan ini, karena saya menyaksikan bahwa golongan inilah yang sesungguhnya paling membahayakan terhadap kaum Muslimin dibandingkan bahaya yang dimunculkan oleh kaum kafir dan mubtadi?in, para ahli bid?ah. Karena mayoritas manusia mengagungkan golongan ini dan begitu antusiasnya ia mendengarkan fatwa-fatwa mereka dengan ketidak mengertiannya terhadap uslub-uslub atau gramatika bahasa arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asmu?i meriwayatkan sebuah hadits dari Imam Kholil dari Abi ?Amrin bin A?la?, beliau berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اكثرمن تزندق بالعراق لجهله بالعر بية وهم باعتقاده الحلول والانحاد كفرة &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kebanyakan orang yang kafir zindik dari penduduk Irak adalah disebabkan oleh ketidakmengertian mereka terhadap literatur Arab mayoritas dari mereka menjadi kufur karena keyakinan mereka yang salah terhadap pemahaman Hulul dan Ittihad?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qodli ?Iyadh didalam kitabnya Al ? Syifa? mewanti-wanti : Sesungguhnya setiap bentuk perkataan yang secara sharih, terang-terangan menafikan atau menghilangkan sifat ketuhanan dan ke Maha Esaannya, melakukan penyembahan terhadap selain Allah atau mempersekutukan Allah pada sesembahannya adalah merupakan bentuk kekufuran yang nyata. Seperti juga ucapan-ucapan yang dikeluarkan oleh Kaum Duhriyah, Nasrani, Majusi, dan orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan menyembah berhala, Malaikat, Syetan, Matahari, bintang-bintang, dan menyembah api ataupun selain daripada Allah. Demikian juga kekufuran itu terjadi pada orang-orang yang menyakini adanya ?hulul? (menempatnya Dzat Allah pada diri makhluk) dan terjadinya ?Al - Tanasukh? (Ruh Allah SWT menitis pada diri seorang hamba). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekufuran itu dapat pula terjadi pada orang yang mengakui ketuhanan Allah dan ke-Maha Esaannya tetapi ia menyakini bahwa Allah tidaklah hidup atau bukanlah Dzat yang Qadim (terdahulu), atau sesungguhnya Allah adalah dzat yang hadits (baru datang) dan memiliki bentuk, atau menyangka bahwa Allah memiliki anak istri, dan bahkan ia terlahirkan dari sesuatu yang maujud sebelum-Nya, atau sesungguhnya ada sesuatu selain Allah yang menyertai-Nya di zaman Azali, atau menyakini bahwa ada Dzat lain selain Allah yang menciptakan dan mengatur alam ini. Semua keyakinan dan anggapan sebagaimana disebut di atas merupakan bentuk kekufuran menurut ijma? kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kekufuran itu terjadi pada seseorang yang menganggap dirinya dapat duduk bersama Allah, menyertai-Nya naik ke Arasy, berbincang-bincang dengan-Nya dan meyakini dapat menyatunya Dzat Allah pada diri seseorang sebagaimana yang difahami oleh sebagian kaum Tasawuf, aliran kebatinan dan orang-orang Nasrani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk bentuk kekufuran yang lain adalah : seseorang yang menyakini sifat ketuhanan dan ke Maha Esaan Allah tetapi ia menentang pokok-pokok kenabian secara umum atau konsepsi-konsepsi kenabian kita Muhammad Saw secara khusus. Atau salah satu dari para nabi, dimana hal itu terjadi setelah ia mengetahui konsepsi ? konsepsi nash ? Nya, maka tanpa keraguan ia dihukumi kafir. Demikian pula menjadi kafir seseorang yang menyatakan bahwa Nabi kita Muhammad Saw adalah bukanlah ia yang berdomisili di Makkah dan Hijaz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekufuran itu juga akan terjadi sebab beberapa hal berikut ini, antara lain : Seseorang yang mengakui terutusnya nabi yang lain bersamaan dengan kenabian nabi Muhammad SAW atau masih akan ada nabi lagi setelah kenabian nabi Muhammad SAW juga seorang yang mengklaim bahwa kenabian Muhammad Saw adalah hanya dikhususkan untuk kalangan atau golongannya sendiri (bukan Nabi yang Rahmatan lil ?alamin). Demikian juga terjadi kekufuran apa bila ada seorang yang kondang sebagai ahli tasawwuf, tetapi hingga kebablasan ia menyatakan diri bahwa ia menerima wahyu dari Allah Ta?ala walaupun ia tidak sampai mengaku-aku menjadi Nabi. Imam Yusuf al ? Ardhabili di dalam kitab ?Al ? Anwarnya? memberikan pernyataan yang tegas bahwa : Dapatlah dipastikan kekafiran itu terjadi pada setiap orang yang mengucapkan suatu perkataan yang sebab ucapan itu umat menjadi terjerumus pada lembah kesesatan, apalagi bila sampai meng-kafirkan sahabat, termasuk juga setiap orang yang melakukan perbuatan dimana pekerjaan itu tidaklah muncul atau bersumber kecuali dari orang-orang kafir seperti sujud pada salib atau menyembah api, atau pergi menuju ke gereja-gereja bersama pengikut-pengikut gereja dengan mengenakan atribut-atribut yang juga dipakai oleh ahli-ahli gereja seperti memakai ikat pinggang atau yang lainnya. Demikian juga ia yang mengingkari eksistensi Makkah, Ka?bah, ataupun Masjidil Haram bilamana hal itu muncul dari seorang yang menurut pandangan kita ia sebenarnya tau dan memahami bahwa kenyataannya pergaulan mereka adalah dengan orang-orang Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-6209726170925583262?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/6209726170925583262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=6209726170925583262' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/6209726170925583262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/6209726170925583262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-05-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 05 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-8743436837895680316</id><published>2008-02-07T19:58:00.001-08:00</published><updated>2008-02-07T19:58:57.839-08:00</updated><title type='text'>Bagian 04 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>PASAL &lt;br /&gt;MENJELASKAN TENTANG :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA MASYARAKAT JAWA BERPEGANG TEGUH PADA MADZHAB ?AHLI AL SUNNAH WA AL ? JAMA?AH?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG KAPAN LAHIRNYA BID?AH DAN PENYEBARANNYA DITANAH JAWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG MACAM-MACAM PERILAKU AHLI BID?AH YANG TERJADI DI ZAMAN INI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Muslim di pulau Jawa tempo dulu memiliki pandangan dan madzhab yang sama, memiliki satu reverensi dan kecenderungan yang sama. Semua masyarakat Jawa ketika itu menganut dan mengidolakan satu madzhab yakni Imam Muhammad bin Idris Al- Syafi?i dan didalam masalah teologi atau aqidahnya mengikuti madzhab Imam Abu Hasan al ? Asy?ari dan di bidang Tasawuf mengikuti madzhab Imam al ? Ghazali dan Imam Abi al ? Hasan al ? Syadili, Rodiallahu ?Anhum ?Ajma?in. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangan selanjutnya di tahun 1330 H. muncul beberapa golongan yang bermacam-macam, dan mulai timbul berbagai pendapat yang saling bertentangan, isu yang bertebaran, dan pertikaian dikalangan para pemimpin. Diantara mereka ada yang beraviliasi pada kelompok Salafiyyin, golongan Tradisional yang tetap eksis berpegang teguh pada doktrin ajaran yang diinginkan Salafuna al ? Shalih , bermadzhab kepada satu madzhab tertentu, berpegang kepada kitab-kitab mu?tabarah yang beredar, mencintai ahlul bait, para wali dan orang-orang yang sholih, mengharap berkah mereka baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, melakukan ritus ibadah berupa ziarah kubur, mentalqin mayit, shadaqah untuk mayit dan menyakini adanya syafaat atau pertolongan, kemanfaatan doa, mengerjakan tawassul dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari masyarakat kita terdapat kelompok yang mengikuti pendapat Muhammad Abduh dan Rasyid Ridlo, yang menyepakati pendapat yang menyatakan bidahnya beberapa hal diatas sebagaimana dikemukakan oleh Abdul Wahab al ? Nadji dan Ahmad bin Taimiyah dan dua muridnya yakni Ibnu al-Qoyyim dan Ibnu Abdi al ? Hadi, kelompok kedua ini secara tegas mengharamkan apa yang telah menjadi kesepakatan kaum muslimin sebagai bentuk ibadah sunnah, yakni pergi untuk menziarahi makam Rasulullah SAW. Firqoh ini secara terus menerus melakukan penentangan keras terhadap kaum muslimin atas rutinitas yang mereka jalankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Taimiyah berkata di dalam kitab Fatawinya : ?Ketika seseorang itu bepergian untuk ziarah, dan ia menyakini bahwasanya menziarahi makam Rasulillah Saw itu adalah merupakan perbuatan taat, maka hal itu diharamkan menurut Ijma atau konsensus para ulama'. Konsekwensi dari pengharaman ini diharapkan menjadi sesuatu yang mampu memutuskan aktifitas tersebut. Al ? ?Allamah Syaikh Muhammad Bakhit al ? Hanafi al ? Mut?i di dalam kitab risalahnya yang berjudul ?Thahiru al ? Fuad min Danasi al ? ?I tiqod? mengatakan : Kehadiran firqoh atau sekte-sekte pemecah belah ini memberikan cobaan tersendiri pada mayoritas kaum muslimin baik mereka yang salaf, kelompok tradisionalis maupun generasi khalaf, atau kelompok modernis, sehingga kaum muslimin ketika itu semacam tertimpa musibah keretakan dan perpecahan dikalangan mereka. Ibarat anggota tubuh terkena penyakit yang menular, kemudian ia harus memotongnya agar tidak menjalar atau menular pada anggota tubuh yang lain. Firqoh ini seolah-olah seperti penyakit lepra yang harus kita hindari sejauh mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sekte ini merupakan segolongan kaum Muslim yang mempermainkan agama mereka sendiri, mereka mencaci maki para ulama salaf dan Khalaf, kelompok agama yang mempermainkan agama ini berkata : "Mereka semua para ulama adalah bukanlah orang-orang yang ma?sum, tersucikan, terhindar dari kesalahan dan dosa, maka tidaklah selayaknya untuk taqlid kepadanya, sama saja apakah mereka saat ini masih hidup ataukah sudah wafat". Selalu saja mereka mencaci maki para ulama dan mengobarkan shubhat, mereka sebarluaskan kesamaran tersebut dihadapan dhu?afa, dan mereka berupaya untuk membutakan pandangan orang-orang yang lemah agamanya tersebut atas diri mereka. Kesemuanya itu dimaksudkan untuk mengobarkan permusuhan dan saling membenci, mereka berusaha mencari simpati dan popularitas sehingga dengan leluasa mereka dapat berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka berkata : ?Kebohongan harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT?, padahal mereka semua mengetahui, bahwa apa yang mereka katakan adalah untuk mengelabuhi masyarakat awam, agar orang ? orang awam ini menyangka bahwa merekalah orang ? orang yang mengemban tugas Amar Ma?ruf Nahi Mungkar, merekalah orang ? orang yang senantiasa memotivasi dan meyakinkan kepada manusia untuk tetap mengikuti syara? dan menjauhi bid?ah?. Berkaitan dengan ini Allahlah Dzat yang menjadi saksi bahwa sesungguhnya sekte inilah yang pada hakikatnya merupakan komplotan orang-orang yang menempuh jalan bid?ah dan menuruti hawa nafsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qodli ?Iyad di dalam kitab Al ? Syifa? berkata : Kerusakan yang terbesar akibat ulah firqah ini adalah terjadinya distorsi pemahaman agama, dan kerusakan itupun merambah ke dalam persoalan-persoalan dunia sebagai akibat dari provokasi mereka terhadap kaum muslimin untuk bersengketa di dalam masalah agama yang kemudian merambat ke dalam urusan-urusan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al??Allamah Mulla?uddin?Aly al?Qariy mengisyaratkan problematika ini di dalam kitab syarahnya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقد حرم الله تعالى الخمر والميسير لهــذه العلة قال تعالى : انما يريد الشيطان ان يوقع بينكم العداوة والبضاء فى الخمر والميسر &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Sungguh Allah Ta?ala mengharamkan khomer dan perjudian karena alasan ini, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah : Sesungguhnya Syaitan bermaksud untuk mendatangkan sikap permusuhan dan saling membenci diantara kalian semua melalui khomer dan perjudian.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam katagori gerakan baru yang muncul di pulau Jawa adalah sekte Syi?ah Rafidloh, yakni golongan yang mencela sahabat Abu Bakar al ? Shiddiq dan Sayyidina Umar Bin Khattab RA, golongan ini juga membenci para sabahat RA, dan berlebih-lebihan dalam mencintai dan fanatik terhadap Sayyidina Ali RA dan Ahli bait. Sayyid Muhammad Di dalam syarah Al ? Qomus al ? Munith berkata : sebagian dari mereka telah beridentitas sebagai kafir Zindiq, mudah-mudahan Allah menjaga kita dan kaum Muslimin semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al ? Qodli ?Iyad di dalam kitab Al ? Syifa? juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin Mughoffah RA ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله الله فى اصحابى لا تتخذوهم غرضا بعدى , فمن احبهم فبحبى أحبهم, ومن ايغضهم فببغضى ابغضهم, ومن اذاهم فقد اذآنى, ومن اذانى فقد اذى الله ومن اذى الله يوشك ان يأخـذه &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Takutlah kalian semua kepada Allah SWT, takutlah kalian semua kepada Allah SWT dan berhati ? hatilah kalian semua dalam menyikapi para sahabatku, mudah-mudahan Allah memberikan penjagaan kepada para sahabatku, janganlah kalian semua bermaksud buruk dan menganiaya mereka setelah kematianku. Barang siapa mencintai mereka maka dengan sepenuh hati aku mencintainya, Barang siapa membenci mereka maka dengan segala kebencianku pula aku membencinya. Barang siapa membenci dan menyakiti mereka berarti ia menyakitiku, barang siapa menyakitiku maka berarti menyakiti Allah, dan barang siapa menyakiti Allah maka bersiaplah untuk menerima adzhab Allah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Saw bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاتسـبوا اصحابى فانه يجئ قوم فى أخرالزمان يسـبون اصحـابى. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فلا تصلوا عليهم ولا تصلوا معهم ولاتناكحوهم ولا تجالسوهم, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فان رضوا فلاتعودوهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Janganlah kalian semua mencaci maki para sahabatku, karena sesungguhnya akan datang di akhir zaman nanti, sekelompok kaum yang mencela sahabat-sahabat ku, maka janganlah kalian semua mensholati janazah mereka, janganlah kalian semua sholat bersama mereka, janganlah kalian semua menjalin pernikahan dengan mereka. Jangan pula kalian berdiskusi bersama mereka, jika mereka sakit, maka jangan jenguk mereka?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من سب اصحابـى فاضربـوه &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Barang siapa mencela sahabat-sahabatku maka bunuhlah dia?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-8743436837895680316?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/8743436837895680316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=8743436837895680316' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8743436837895680316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8743436837895680316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-04-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 04 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-8519370481480629004</id><published>2008-02-07T19:56:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T19:57:53.201-08:00</updated><title type='text'>Bagian 03 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>Syekh Zaruq berpandangan bahwa : berkaitan dengan mizan yang kedua ini, beliau mencontohkannya dengan terjadinya perbedaan pandangan diantara para ulama tentang hukumnya membuat kepengurusan jamiyyah, membaca dzikir dengan keras, dan melangsungkan do'a bersama. Karena didalam hadits ada semacam support atau al - Targhib di dalam hal ini,sekalipun Salafuna al - Sholih tidak melakukannya sehingga dengan hal ini tidaklah setiap orang yang menyepakati hal itu dianggap sebagai pembuat bid'ah dalam pandangan orang yang berpendapat lain, jika ternyata pendapat tersebut bertolak belakang dengan dalil-dalil hukum yang diambil sebagai hasil ijtihadnya, selagi tidak melampui batas wilayah yang diperkenankan baginya. Dan tidaklah sah pula perkataan seseorang yang memiliki pendapat berbeda itu dipergunakan untuk membatalkan pendapat lain yang bertolak belakang karena adanya kesamaran dalam memproses kesimpulan hukumnya. Bila dalam persoalan ini dilegalkan segala bentuk upaya pembatalan pendapat orang lain, maka yang terjadi adalah klaim pembid'ahan terhadap seluruh prilaku umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah diketahui bahwa sesungguhnya hukum Allah Ta'ala dalam kerangka yang bersifat ijtihadiyah dan pada wilayah furu'iyah, bagi seorang mujtahid akan sangat memungkinkan untuk dimunculkan ijtihad baru, baik hasil ijtihad baru itu mendapatkan pembenaran dari hanya seorang saja atau lebih. &lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda : &lt;br /&gt;لايصلين احد العصر إلا فى بنى قربيظة فادركهم العصرفى الطـريق ,فقال بعضهم امرنا بالعجلة وصلوا فى الـريق وقال أخرون : امرنا بالصلاة هناك فاخروا ولم يعب صلى الله عليه وسلّم على واحد منهم. &lt;br /&gt;?Sungguh seseorang tidak akan dapat melaksanakan sholat fardu Ashar kecuali diperkampungan Bani Quradloh, lantas para sahabat mendapati masuknya waktu sholat Ashar ketika masih diperjalanan, sebagian dari mereka berkata : kita diperintahkan untuk bergegas (dalam melakukan / mendirikan sholat) dan mereka melakukan sholat diperjalanan. Sebagian dari sahabat yang lain berkata : kita diperintahkan untuk melakukan sholat di sana (perkampungan Bani Quraidloh), lantas mereka mengakhirkan sholat, dan Rasulullah Saw. tidak mencaci maki kepada salah seorangpun diantara mereka?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Rasululah yang sedemikian begitu menyejukkan, dan menunjukkan keabsahan untuk melakukan sesuatu amal sesuai dengan apa yang dapat mereka pahami dari sabda Nabi sebagai Al - Syari, sumber persyari'atan, karena pemahaman tersebut tidaklah dilandasi oleh hawa nafsu. &lt;br /&gt;Mizan yang ketiga adalah pertimbangan yang bersifat membedakan yang didasarkan pada beberapa kriteria hukum yang otentik, hal ini akan bersifat tafsili, atau terperinci. Dengan mizan ini sebuah persoalan akan dapat diklasifikasikan dalam enam bentuk hukum syari'at yakni : wajib, sunnah, haram, makruh, khilaful aula dan mubah. Segala bentuk persoalan itu diilhaqkan dengan dalil tersebut, dan jika tidak memiliki dalil maka dapatlah dikatakan sebagai bid'ah. Melalui mizan ini, banyak dari hukum yang kemudian mengistilahkan identitas hukum dari sebuah persoalan tersebut dengan bid'ah wajibah, nadbiah, tahrimah, karohah, khilafal aula dan bid'ah ibadah tetapi hanya dalam istilah kebahasaan saja untuk memberikan kemudahan. &lt;br /&gt;والله اعلم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih spesifik lagi Syekh Zaruq membagi bid'ah kedalam tiga kelompok yakni Bid'ah Shorihah yaitu suatu persoalan yang ditetapkan tanpa berlandaskan dalil syari' dan tidak mencocoki pada sebuah masalah yang telah mendapatkan ketetapan hukum syara' apakah wajib, sunnah, mandub atau yang lainnya. Bid'ah ini pada akhirnya membunuh potensi sunnah dan membatalkan perkara yang haq, bentuk ini adalah seburuk-buruknya bid'ah, meskipun daripadanya dikemukakan sejumlah alasan pada kerangka usul maupun furu' tetaplah tidak dapat mempengaruhi keshorihan bid'ah-nya. Kedua Al - bid?ah al - Idlofiyah yaitu bid'ah yang disandarkan pada sebuah perintah dimana bila perintah itu diterima sebagai sandaran bid'ah tersebut maka tidaklah sah terjadinya saling mempertentangkan keberadaan perkara tersebut, apakah sebagai sunnah ataupun bid'ah tanpa perselisihan sebagaimana tersebut di muka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Al - Bid'ah al - Khilafiyah, yaitu bid'ah yang dilandasi oleh dua dalil yang saling tarik menarik diantara keduanya, disatu sisi dia berkata : ini didasarkan pada sumber ini, dan pendapat yang lain menyatakan bid'ah, dan ia menyangkal dengan dalil yang bertolak belakang, dan ia menyatakan sunnah, sebagaimana contoh kasus di atas yakni tentang membuat kepengurusan jam'iyyah atau majlis dzikir dan do'a bersama. &lt;br /&gt;Al -'Allamah Imam Muhammad Waliyuddin al - Syibtsiri dalam Syarah Al - Arba'in al - Nawawiyah memberikan komentar atas sebuah hadits nabi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من احدث حدثا او آوى محــــدثا فعلــيه لعــنة الله &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa membuat persoalan baru atau mengayomi atau setidaknya mendukung seseorang yang membuat pembaharuan, maka ditimpakan kepadanya laknat Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk dalam kerangka interpretasi hadits ini yaitu berbagai bentuk transaksi/akad-akad fasidah, menghukumi dengan kebodohan, berbagai bentuk penyimpangan terhadap ketentuan syara' dan lain-lain. Keluar dari bingkai pemahaman terhadap hadits ini yakni segala hal yang tidak keluar dari dalil syara' terutama yang berkaitan dengan masalah-masalah ijtihadiyah dimana tidak terdapat korelasi yang tegas antara masalah-masalah tersebut dengan dalil-dalilnya kecuali sebatas dhon, persangkaan mujtahid. Seperti menulis Mushaf, meluruskan pendapat-pendapat Imam madzhab, menyusun kitab Nahwu, ilmu hisab dan lain-lain. Karena itulah Imam Ibnu Abdi al - Salam membagi perkara-perkara yang baru itu ke dalam hukum-hukum yang lima. Beliau lantas membuat batasan ; Bid'ah adalah melakukan sesuatu yang tidak disaksikan dizaman Rasulullah Saw, apakah beridentitas wajib seperti mengajar ilmu Nahwu, dan mempelajari lafadz-lafadz yang gharib (jarang ditemui dan maknanya sulit dipahami), baik yang terdapat didalam Al-Qur'an ataupun Al- Sunnah dimana pemahaman terhadap syari?ah menjadi tertangguhkan pada sejauhmana seseorang dapat memahami maknanya,. ataupun berstatus haram seperti paham madzhab Qodariah, Jabariah dan Majusiah, atau juga berstatus mandlubah seperti memperbaharui sistem pendidikan pondok pesantren dan madrasah-madrasah, juga segala bentuk kebaikan yang tidak disaksikan pada zaman generasi pertama Islam. Dan bid?ah yang berstatus makruhah seperti menghiasi Masjid dan memperindah Mushaf, bid'ah yang beridentitas Mubahah seperti bersalam-salaman atau mushofahah setelah sholat Shubuh dan Ashar, berlebih-lebihan dalam menyajikan menu-menu makanan dan minuman yang serba nikmat, bernecis-necis dalam berpakaian , dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui apa yang telah dituturkan di muka kita tahu bahwa adanya klaim bahwa ini adalah bid'ah, seperti memakai tasbih, melapatkan niat, tahlilan ketika kirim do?a dan sedeqah setelah kematian karena tidak ada larangan untuk bersedeqah, menziarahi makam dan lain?lain, maka kesemuanya bukanlah merupakan bid?ah. Dan sesungguhnya perkara-perkara baru seperti penghasilan manusia yang diperoleh dari pasar ? pasar malam, bermain undian pertunjukan tinju, gulat dan lain-lain adalah termasuk seburuk- buruknya bid'ah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-8519370481480629004?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/8519370481480629004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=8519370481480629004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8519370481480629004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/8519370481480629004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-03-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 03 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-3302495220942111079</id><published>2008-02-07T19:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T19:56:19.353-08:00</updated><title type='text'>Bagian 02 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>MUKADDIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahi al - Rahman al - Rahiem &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, 'Al-Hamdulillah sebagai sebuah ungkapan rasa syukur atas segala anugerah - Nya, Rahmat ta'dzim dan keselamatan mudah-mudahan terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW dan seluruh keluarganya. Apa yang akan hadir dalam kitab ini, saya tuturkan beberapa hal antara lain : Hadits ? hadits tentang kematian dan tanda-tanda hari Qiamat, penjelasan tentang Al - Sunnah dan Al Bid'ah dan beberapa hadits yang berisi nasehat-nasehat agama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Allah Dzat Yang Maha Mulia kutengadahkan jari-jemari dengan penuh kekhusyu'an, kumohonkan agar kitab ini memberikan manfaat untuk diri kami dan orang-orang bodoh semisal kami. Mudah-mudahan Allah menjadikan amal kami sebagai amal shalihah Liwajhillah al - Kariem, karena Ia-lah Dzat yang Maha dermawan penuh kasih sayang. Dengan segala pertolongan Allah Dzat yang disembah, penyusunan kitab ini dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH PASAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN TENTANG AL - SUNNAH DAN AL-BID'AH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafadz Al - Sunnah dengan dibaca dlammah sinnya dan diiringi dengan tasydid, sebagaimana dituturkan oleh Imam Al - Baqi dalam kitab Kulliyat-nya secara etimologi adalah Al - Thariqah, jalan, sekalipun yang tidak diridloi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut terminologi syara' : Al - Sunnah merupakan Al - Thoriqoh, jalan atau cara yang diridloi dalam menempuh agama sebagaimana yang telah ditempuh oleh Rosulillah Saw atau selain beliau, yakni mereka yang memiliki otoritas sebagai panutan di dalam masalah agama seperti pada para sahabat R.A. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini didasarkan pada sabda nabi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عليكم بسنتى وســنة الخلــفا ء الراشــدين من بعدى  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetaplah kalian untuk berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnahnya Al - Khulafaur Rasyidin, setelahku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut terminologi Urf adalah pengetahuan yang menjadi jalan atau pandangan hidup yang dipegangi secara konsisten oleh tokoh yang menjadi panutan, apakah ia sebagai nabi ataupun wali. Adapun istilah Al = Sunny merupakan bentuk penisbatan dari lafadz Al - Sunnah dengan membuang ta' marbuthah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafadz Al - Bid?ah sebagaimana dikatakan oleh Al - Syekh Zaruq di dilam kitab Iddati al - Murid menurut terminologi syara' adalah : "Menciptakan hal perkara baru dalam agama seolah-olah ia merupakan bagian dari urusan agama, padahal sebenarnya bukan, baik dalam tataran wacana, penggambaran maupun dalam hakikatnya. Hal ini didasarkan pada sabda nabi SAW : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من احدث فى امرنا هذا ما ليس مـــــنه فهو رد &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa menciptakan perkara baru didalam urusanku {yakni masalah agama}, padahal bukan merupakan bagian daripadanya, maka hal itu ditolak" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Rasul : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وكل محـــــدثة بدعة &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan segala bentuk perkara yang baru adalah bid'ah" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menjelaskan tentang esensi dari makna dua hadits tersebut di atas yakni, perkara baru yang menjadi bid'ah adalah segala sesuatu yang dijadikan rujukan bagi perubahan suatu hukum dengan mengukuhkan sesuatu yang sebenarnya bukan merupakan ibadah tetapi diyakini sebagai konsepsi ibadah. Jadi bukanlah segala bentuk pembaharuan yang bersifat umum karena kadang-kadang bisa jadi perkara baru itu berlandaskan dasar-dasar syari?ah secara asal sehingga ia menjadi bagian dari syari?at itu sendiri, atau berlandaskan Furu' al - Syari'ah sehingga ia dapat dikiaskan atau dianalogkan kepada syari'at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al - Syekh Zaruq lantas membuat tiga ukuran (mizan) dalam hal ini yakni : pertama ; harus dilihat keberadaan perkara baru tersebut, jika didalamnya didapati termasuk dalam koridor hukum syari'at dengan dukungan dalil atau dasar yang mengukuhkannya, maka bukanlah dinamakan bid'ah. Namun bila didalamnya terdapat beberapa dalil yang tampaknya kontradiktif sehingga terjadi kesamaran, dan muncul beberapa interpretasi dalam beberapa pandangannya, maka beberapa pandangan itu harus ditelaah ulang, mana yang paling unggul untuk dijadikan rujukan dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan kedua adalah dengan melihat beberapa kaidah-kaidah perundangan yang telah dibakukan oleh para imam mujtahid dan pengamalan para Salafuna al - Sholih sebagai tuntunan Thariqah al - Sunnah, jika ternyata perkara itu bertentangan dengan dasar-dasar di atas melalui beberapa pertimbangan, maka jelas tidak dapat diterima. Namun bila terjadi kecocokan dalam pandangan kaidah-kaidah perundang-undangan maka dapatlah diterima, sekalipun dikalangan para Imam Mujtahid sendiri terjadi perbedaan pendapat baik secara far maupun asal. Segala sesuatu itu mengikuti pada asalnya berikut dalilnya, sehingga apapun yang diamalkan oleh para Salafuna al - Sholih dengan berlandaskan pada kaidah-kaidah para Imam dan diikuti oleh kelompok Khalaf, maka tidaklah sah bila hal itu dianggap sebagai bid?ah madzumah, dan segala bentuk prilaku yang tidak dilakukan atau ditinggalkan oleh para Salafuna al - Shalih dengan kerangka pandangan yang jelas maka tidaklah sah pula hal itu dianggap sebagai tuntunan atau sunnah, dan bukan pula harus dianggap sebagai perkara yang terpuji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan suatu dasar yang telah ditetapkan oleh Salafuna al -Shalih tetapi tidak menjadi prilaku hidup mereka, maka Imam Malik berpendapat bahwa hal itu dianggap sebagai bid'ah dengan dalih bahwa mereka tidak akan meninggalkan segala sesuatu perbuatan apapun kecuali didalamnya ada perintah untuk meninggalkan perkara tersebut. Imam Al - Syafi'i berpandangan lain, bahwa hal itu tidaklah dianggap sebagai bid'ah, walaupun Salafuna al - Shalih tidak mengerjakannya, karena bisa jadi mereka meninggalkan perbuatan tersebut dikarenakan ada udzur yang menimpa mereka untuk melakukan hal itu pada suatu waktu, atau mereka meninggalkannya karena ia memilih untuk melakukan sesuatu yang lebih utama dari ketetapan tersebut. Dan karena segala bentuk hukum itu bisa jadi diambil atas dasar dzatiah persoalan terkait, atau dipengaruhi oleh kondisi psikologi dan sosio historis orang yang mensyari'atkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama juga berbeda pendapat dalam menyikapi persoalan yang tidak termasuk dalam kerangka sunnah, namun tidak ada dalil yang menentangnya bahkan juga tidak ada kesamaran di dalamnya. Imam Malik menganggap hal itu sebagai bid?ah, dan Imam Syafi'i menyatakan hal itu bukanlah bid'ah. Dalam hal ini Imam Syafi'i berlandaskan pada sebuah hadits : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما تركته لكم فهو عفو &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala sesuatu yang aku tinggalkan karena belas kasihan terhadap kalian semua adalah diampuni"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-3302495220942111079?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/3302495220942111079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=3302495220942111079' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/3302495220942111079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/3302495220942111079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-02-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 02 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-2639469343621159811</id><published>2008-02-07T19:53:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T19:54:27.039-08:00</updated><title type='text'>Bagian 01 Terjemahan Aswaja</title><content type='html'>AHLU AL-SUNNAH WAAL-JAMA'AH&lt;br /&gt;ترجمة &lt;br /&gt;رسالة أهل السنة والجماعة &lt;br /&gt;للعلامة حضرة الشيخ محمّد هاشم اشعرى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUKADDIMAH / PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;Segala Puji dan Keagungan senantiasa kita curahkan kepada Dzat yang telah berfirman di dalam kitabnya Al - Qur'an yang berfungsi sebagai pemberi penjelasan, ialah Dzat yang paling benar Qoulnya.&lt;br /&gt;هو الذى ارسل رسوله بالهدى ودين الحقّ ليظهره على الدين كله ولوكره المشركون &lt;br /&gt;Dialah Dzat yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq, agar dimenangkannya terhadap semua agama, sekalipun orang-orang musyrik membencinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmad ta?dzim dan keselamatan mudah-mudahan tetap terlimpah curahkan kepada junjungan kita, nabi yang menjanjikan syafa'at-nya kepada kita, Rasul yang menjadi wasilah kita untuk menuju Tuhan, ialah Nabi Muhammad Saw yang telah bersabda :&lt;br /&gt;إنّ اصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمّد وشرالامور محد ثاتها. وكل محدثة بدعة, وكل بدعة ضلالة, وكل ضلالة فى النار.&lt;br /&gt;Sungguh sebenar-benarnya hadits / ucapan adalah kitabullah "Al-Qur'an". Sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Muhammad Saw, dan seburuk-buruknya perkara adalah perkara baru yang tidak berdasar agama, setiap perkara yang baru adalah bid'ah, segala bid'ah adalah penyimpangan, dan setiap penyimpangan adalah bermuara pada Neraka.&lt;br /&gt;Risalah ini adalah merupakan karya besar yang memuat beberapa doktrin ajaran yang sangat berfaidah, juga beberapa pembahasan yang sangat dibutuhkan oleh kaum Muslim dalam rangka mengokohkan Aqidah agamanya, agar mereka masuk dalam bingkai Firqah al-Najiyah, golongan yang selamat yakni ?Ahlu al-Sunnah wa al-Jama'ah. Dalam kitab ini penulis melakukan counter terhadap para ahli Dlolalah / para pembuat bid?ah yang merupakan sumber dari segala sumber kebohongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itulah kitab ini merupakan Hujjah, argumentasi dan dalil, serta penjelasan yang sangat mendasar bagi kemuliaan kaum muslimin, untuk kemudian dapat mengantarkan keselamatan dan kebahagiaan mereka, dengan ini pula penulis melakukan indoktrinasi melalui beberapa aqidah yang benar 'Ala thariqati Ahli Sunnah Wal Jama'ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kaum muslimin sangat membutuhkan doktrin-doktrin ajaran yang benar, karena sungguh telah terjadi pencampuradukan ajaran dikalangan orang-orang yang mulia (para pemegang otoritas keagamaan) dengan orang-orang awam yang merendahkan martabat keagamaan, hingga tampak terjadi pembiasan, kesamaran antara yang "Haq" dan yang "Bathil". Banyak orang yang bodoh mulai berani maju berfatwa, padahal wawasan dan pemahaman mereka terhadap kitabullah dan sunnah Rasulillah SAW. sangat cupet dan kerdil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an telah datang untuk memberi penjelasan segala permasalahan secara detail dan terhindar dari segala pencampuradukan dan penyimpangan. Dengan demikian sangatlah memungkinkan dan seharusnya kaum Muslimin dapat terselamatkan dari kebodohan dan kesesatan, hingga apa yang mereka ucapkan Muwafiq/selaras dengan apa yang mereka perbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis kitab ini Hadratus Syaikh al-'Allamah Muhammad Hasyim Asy'ari, adalah salah seorang ulama terkemuka Indonesia dan termasuk pencetus berdirinya jam'iyah Nahdlotul Ulama yakni sebuah Organisasi kemasyarakatan yang telah dengan konsisten memegangi "Sunnata Khatamin Nabiyyiin", menjaga dan membentengi thariqah atau jalan hidup yang telah dibangun oleh Salafuna al-Sholih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah Swt. melimpahkan segala kebaikan dan ampunan-Nya kepada beliau, semua orang tua beliau dan seluruh keturunan beliau. Engkaulah Dzat yang Maha Pengampun. Mudah-mudahan Allah SWT. memberikan kemanfaatan atas kitab dan keilmuwan beliau bagi seluruh kaum Muslimin dan menjadikannya sebagai cahaya yang menghidupkan sunnah Rasulillah Saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, Rahmad Keagungan Allah Swt mudah-mudahan terlimpah curahkan pada baginda nabi besar Muhammad Saw, seluruh keluarganya, dan Sahabat-Sahabatnya, wa Alhamdulillah 'Alamin. &lt;br /&gt;Tebuireng, 1 Rajab 1418 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar dari cucu penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ishom Hadziq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-2639469343621159811?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/2639469343621159811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=2639469343621159811' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/2639469343621159811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/2639469343621159811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/02/bagian-01-terjemahan-aswaja.html' title='Bagian 01 Terjemahan Aswaja'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-7294728889428191197</id><published>2008-01-21T19:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-21T20:35:05.722-08:00</updated><title type='text'>KARAKTERISTIK AHLU AL-SUNNAH WAAL-JAMA'AH</title><content type='html'>I. PENGERTIAN AHLI SUNNAH WALJAMA'AH &lt;br /&gt;ASWAJA sesungguhnya identik dengan pernyataan nabi "Ma Ana 'Alaihi wa Ashabi" seperti yang dijelaskan sendiri oleh Rasululloh SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud bahwa :"Bani Israil terpecah belah menjadi 72 Golongan dan ummatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, kesemuanya masuk nereka kecuali satu golongan". Kemudian para sahabat bertanya ; "Siapakah mereka itu wahai rasululloh?", lalu Rosululloh menjawab : "Mereka itu adalah Maa Ana 'Alaihi wa Ashabi" yakni mereka yang mengikuti apa saja yang aku lakukan dan juga dilakukan oleh para sahabatku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist tersebut Rasululloh SAW menjelaskan bahwa golongan yang selamat adalah golongan yang mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasululloh dan para sahabatnya. Pernyataan nabi ini tentu tidak sekedar kita maknai secara tekstual, tetapi karena hal tersebut berkaitan dengan pemahaman tentang ajaran Islam maka "Maa Ana 'Alaihi wa Ashabi" atau Ahli Sunnah Waljama'ah lebih kita artikan sebagai "Manhaj Au Thariqoh fi Fahmin Nushus Wa Tafsiriha" ( metode atau cara memahami nash dan bagaimana mentafsirkannya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian diatas maka Ahli Sunnah Wal Jama'ah sesungguhnya sudah ada sejak zaman Rasululloh SAW. Jadi bukanlah sebuah gerakan yang baru muncul diakhir abad ke-3 dan ke-4 Hijriyyah yang dikaitkan dengan lahirnya kosep Aqidah Aswaja yang dirumuskan kembali (direkonstuksi) oleh Imam Abu Hasan Al-Asy'ari (Wafat : 935 M) dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi (Wafat : 944 M) pada saat munculnya berbagai golaongan yang pemahamannya dibidang aqidah sudah tidak mengikuti Manhaj atau thariqoh yang dilakukan oleh para sahabat, dan bahkan banyak dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik dan kekuasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. RUANG LINGKUP KERANGKA BERFIKIR ASWAJA &lt;br /&gt;Ahli Sunnah wal Jama'ah meliputi pemahaman dalam tiga bidang utama, yakni bidang Aqidah, Fiqh dan Tasawwuf. Ketiganya merupakan ajaran Islam yang harus bersumber dari Nash Qur'an maupun Hadist dan kemudian menjadi satu kesatuan konsep ajaran ASWAJA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilingkunagn ASWAJA sendiri terdapat kesepakatan dan perbedaan. Namun perbedaan itu sebatas pada penerapan dari prinsip-prinsip yang disepakati karena adanya perbedaan dalam penafsiran sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ushulul Fiqh dan Tafsirun Nushus. Perbedaan yang terjadi diantara kelompok Ahli Sunnah Wal Jama'ah tidaklah mengakibatkan keluar dari golongan ASWAJA sepanjang masih menggunakan metode yang disepakati sebagai Manhajul Jami' . Hal ini di dasarkan pada Sabda Rosululloh SAW. Yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim : "Apabila seorang hakim berijtihad kemudian ijtihadnya benarmaka ia mendapatkan dua pahala, tetapi apabila dia salah maka ia hanya mendapatkan satu pahala". Oleh sebab itu antara kelompok Ahli Sunnah Wal Jama'ah walaupun terjadi perbedaan diantara mereka, tidak boleh saling mengkafirkan, memfasikkan atau membid'ahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kelompok yang keluar dari garis yang disepakati dalam menggunakan Manhajul jami' yaitu metode yang diwariskan oleh oleh para sahabat dan tabi'in juga tidak boleh secara serta merta mengkafirkan mereka sepanjang mereka masih mengakui pokok-pokok ajaran Islam, tetapi sebagian ulama menempatkan kelompok ini sebagai Ahlil Bid'ah atau Ahlil Fusuq. Pendapat tersebut dianut oleh antara lain KH. Hasyim Asy'ari sebagaimana pernyataan beliau yang memasukkan Syi'ah Imamiah dan Zaidiyyah termasuk kedalam kelompok Ahlul Bid'ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. KERANGKA PENILAIAN ASWAJA &lt;br /&gt;Ditinjau dari pemahaman diatas bahwa didalam konsep ajaran Ahli Sunnah Wal Jama'ah terdapat hal-hal yang disepakati dan yang diperselisihkan. Dari hal-hal yang disepakati terdiri dari disepakati kebenarannya dan disepakati penyimpangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang disepakati kebenarannya itu antara lain bahwa; &lt;br /&gt;1. Ajaran Islam diambil dari Al-Qur'an, Hadist Nabi serta ijma' (kesepakatan para sahabat/Ulama) &lt;br /&gt;2. Sifat-sifat Allah seperti Sama', Bashar dan Kalam merupakan sifat-sifat Allah yang Qodim. &lt;br /&gt;3. Tidak ada yang menyerupai Allah baik dzat, sifat maupun 'Af'alnya. &lt;br /&gt;4. Alloh adalah dzat yang menjadikan segala sesuatu kebaikan dan keburukan termasuk segala perbuatan manusia adalah kewhendak Allah, dan segala sesuatu yang terjadi sebab Qodlo' dan Qodharnya Allah. &lt;br /&gt;5. Perbuatan dosa baik kecil maupun besar tidaklah menyebabkan orang muslim menjadi kafir sepanjang tidak mengingkari apa yang telah diwajibkan oleh Allah atau menghalalkan apa saja yang diharamkan-Nya. &lt;br /&gt;6 Mencintai para sahabat Rasulillahmerupakan sebuah kewajiban, termasuk juga meyakini bahwa kekhalifahan setelah Rasulillah secara berturut-turut yakni sahabat Abu Bakar Assiddiq, Umar Bin Khattab, Ustman Bin "Affan dan Sayyidina "Ali Bin Abi Thalib. &lt;br /&gt;7. Bahwa Amar ma'ruf dan Nahi mungkar merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim termasuk kepada para penguasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang disepakati kesesatan dan penyimpangannya antara lain : &lt;br /&gt;1. Mengingkari kekhalifahan Abu Bakar Assiddiq dan Umar Bin Khattab kemudian menyatakan bahwa Sayyidina Ali Bin Abi Thalib memperoleh "Shifatin Nubuwwah" (sifat-sifat kenabian) seperti wahyu, 'ismah dan lain-lain. &lt;br /&gt;2. Menganggap bahwa orang yang melakukan dosa besar adalah kafir dan keluar dari Islam seperti yang dianut oleh kalangan Khawarij, bahkan mereka mengkafirkan Sayyidina Ali karena berdamai dengan Mu'awiyah. &lt;br /&gt;3. Perbuatan dosa betapapun besarnya tidaklah menjadi masalah serta tidak menodai iman. Pendapat ini merupakan pendapat kaum murji'ah dan Abahiyyun. &lt;br /&gt;4. Melakukan penta'wilan terhadap Nash Al-Qur'an maupun Hadist yang tidak bersumber pada kaidah-kaidah Bahasa Arab yang benar. Seperti menghilangkan sifat-sifat ilahiyyah (Ta'thil) antara lain menghilangkan Al-Yad, Al-Istiwa', Al-Maji' padahal disebut secara sarih (jelas) dalah ayat suci Al-Qur'an, hanya dengan dalih untuk mensucikan Allah dari segala bentuk penyerupaan (tasybih) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PERKEMBANGAN AHLI SUNNAH WALJAMA'AH &lt;br /&gt;Pada periode pertama, yakni periode para sahabat dan tabi'in pada dasarnya memiliki dua kecenderungan dalam menyikapi berbagai perkembangan pemikiran dalam merumuskan konsep-konsep keagamaan, terutama yang menyangkut masalah Aqidah. Kelompok pertama senantiasa berpegang teguh kepada nash Qur'an dan Hadist dan tidak mau mendiskusikannya. Kelompok ini dipelopori oleh antara lain; Umar Bin Khottob, 'Abdulloh Bin 'Umar, Zaid Bin Tsabit Dan lain-lain. Sedangkan dari kalangan tabi'in tercatat antara lain Sofyan Tsauri, Auza'I, Malik Bin Anas, dan Ahmad Bin Hambal. Jika mereka menyaksiksn sekelompok orang yang berani mendiskusikan atau memperdebatkan masalah-masalah aqidah, mereka marah dan menyebutnya sebagai melakukan "Bid'ah Mungkarah" . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kelompok yang kedua adalah kelompok yang memilih untuk melakukan pembahasan dan berdiskusi untuk menghilangkan kerancuan pemahaman serta memelihara Aqidah Islamiyah dari berbagai penyimpangan. Diantara yang termasuk dalam kelompok ini adalah antara lain ; Ali Bin Abi Thalib, 'Abdulloh Bin 'Abbas dan lain-lain. Sedangkan dari kalangan tabi'in tercatat antara lain Hasan Bashri, Abu Hanifah, Harish Al-Muhasibi dan Abu Tsaur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kedua ini juga merasa terpanggil untuk menanggapi berbagai keadaan yang dihadapi baik yaang menyangkut masalah Aqidah, Fiqh maupun Tasawuf karena adanya kekhawatiran terhadap munculnya dua sikap yang ekstrim. Pertama adalah kelompok yang terlampau sangat hati-hati yang kemudian disebut sebagai "Kelompok Tafrith" Kelompok ini memahami agama murni mengikuti Rasulillah dan para sahabatnya secara tekstual. Mereka tidak mau memberikan ta'wil atau tafsir karena kuawatir melampaui batas-batas yang diperbolehkan. Sedangkan yang kedua yaitu kelompok yang menggunakan kemaslahatan dan menuruti kebutuhan perkembangan secara berlebihan dan kelompok ini disebut dengan "kelompok Ifrath" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai diskusi dan perdebatan, kelompok kedua ini tidak jarang menggunakan dalil-dalil manthiqi (deplomasi) dan ta'wil majazi. Pendekatan ini terpaksa dilakukan dalam rangka memelihara Aqidah dari penyimpangan dengan menggunakan cara-cara yang dapat difahami oleh masyarakat banyak ketika itu, namun tetap berjalan diatas manhaj sahaby sesuai dengan anjuran Nabi dalam sebuah sabdanya : "Kallimunnas Bima Ya'rifuhu Wada'u Yunkiruna. Aturiiduna ayyukadzibuhumuLlahu wa rasuluh" (Bicaralah kamu dengan manusia dengan apa saja yang mereka mampu memahaminya, dan tinggalkanlah apa yang mereka ingkari. Apakah kalian mau kalau Allah dan Rasul-Nya itu dibohongkan?. Sebuah hadis marfu' yang diriwayatkan oleh Abu Mansur Al-Dailami, atau menurut Imam Bukhari dimauqufkan kepada Sayyidina Ali RA. &lt;br /&gt;Strategi dan cara yang begitu adaptif inilah yang terus dikembangkan oleh para pemikir Ahli Sunnah Wal Jama'ah dalam merespon berbagai perkembangan sosial, agar dapat menghindari berbagai benturan antara teks-teks agama dengan kondisi sosial masyarakat yang berubah-rubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan strategi ini, mengikuti sahabat bukanlah dalam arti mengikuti secara tekstual melainkan mengikuti Manhaj atau metode berfikirnya para sahabat. Bahkan menurut Imam Al-Qorofi, kaku terhadap teks-teks manqulat (yang langsung dinuqil dari para sahabat) merupakan satu bentuk kesesatan tersendiri, karena ia tidak akan mampu memahami apa yang dikehendaki oleh Ulama-ulama Salaf.. &lt;br /&gt;(Al-jumud 'Alal mankulat Abadab dhalaalun Fiddiin wa Jahlun Bimaqooshidi Ulamaa'il Muslimin wa Salafil Maadhin) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. KEBANGKITAN (AN-NAHDHAH) AHLI SUNNAH WALJAMA'AH &lt;br /&gt;Sebagaimana dinyatakan dimuka, bahwa ASWAJA sebenarnya bukanlah madzhab tetapi hanyalah Manhajul Fikr (metodologi berfikir) atau faham saja yang didalamnya masih memuat banyak alaiaran dan madzhab. Faham tersebut sangat lentur, fleksibel, tawassuth, I'tidal, tasamuh dan tawazun. Hal ini tercermin dari sikap Ahli Sunnah Wal Jama'ah yang mendahulukan Nash namun juga memberikan porsi yang longgar terhadap akal, tidak mengenal tatharruf (ekstrim), tidak kaku, tidak jumud (mandeg), tidak eksklusif, tidak elitis, tidak gampang mengkafirkan ahlul qiblat, tidak gampang membid'ahkan berbagai tradisi dan perkara baru yang muncul dalam semua aspek kehidupan, baik aqidah, muamalah, akhlaq, sosial, politik, budaya dan lain-lain. &lt;br /&gt;Kelenturan ASWAJA inilah barangkali yang bisa menghantarkan faham ini diterima oleh mayoritas umat Islam khususnya di Indonesia baik mereka itu orng yang ber ORMASkan NU, Muhammadiah, SI, Sarekat Islam maupun yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wal hasil salah satu karakter ASWAJA yang sangat dominan adalah "Selalu bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi". Langkah Al-Asy'ari dalam mengemas ASWAJA pada masa paska pemerintahan Al-Mutawakkil setelah puluhan tahun mengikuti Mu'tazilah merupakan pemikiran cemerlang Al-As'ari dalam menyelamatkan umat Islam ketika itu. Kemudian disusul oleh Al-Maturidi, Al-Baqillani dan Imam Al-Juwaini sebagai murid Al-Asyari merumuskan kembali ajaran ASWAJA yang lebih condong pada rasional juga merupakan usaha adaptasi Ahli Sunnah Wal Jama'ah. Begitu pula usaha Al-Ghazali yang menolak filsafat dan memusatkan kajiannya dibidang tasawwuf juga merupakan bukti kedinamisan dan kondusifnya Ajaran ASWAJA. Hatta Hadratus Syaikh KH. Hasim Asy'ari yang memberikan batasa ASWAJA sebagaimana yang dipegangi oleh NU saat ini sebenarnya juga merupakan pemikiran cemerlang yang sangat kondusif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pilar-pilar pemikiran KH. Hasyim Asy'ari tentang Ahli Sunnah Wal Jama'ah? Bisa dilihat pada : kitab karangan KH. Hasyim Asy'ari yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penulis (Ust. A. Zainul Hakim,SEI.)&lt;br /&gt;sumber : semua artikel ASWAJA diambil dari ahlussunnahwaljamaah.blogspot.com (link mungkin telah hilang)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-7294728889428191197?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/7294728889428191197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=7294728889428191197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/7294728889428191197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/7294728889428191197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/01/karakteristik-ahlu-al-sunnah-waal.html' title='KARAKTERISTIK AHLU AL-SUNNAH WAAL-JAMA&apos;AH'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-1736048662695206360</id><published>2008-01-12T03:59:00.000-08:00</published><updated>2008-01-12T04:01:26.556-08:00</updated><title type='text'>Ajaran dan Dzikir Thoriqoh Tijaniyyah</title><content type='html'>Ajaran dan Dzikir Thoriqoh Tijaniyyah&lt;br /&gt;Sejauh ini at-Tijani tidak meninggalkan karya tulis tasawuf yang diajarkan dalam Thoriqohnya. Ajaran-ajaran Thoriqoh ini hanya dapat dirujuk dalam bentuk buku-buku karya murid-muridnya, misalnya Jawahir al-Ma'ani wa Biligh al-Amani fi-Faidhi as-Syekh at-Tijani, Kasyf al-Hijab Amman Talaqqa Ma'a at-Tijani min al-Ahzab, dan As-Sirr al-Abhar fi-Aurad Ahmad at-Tijani. Dua kitab yang disebut pertama ditulis langsung oleh murid at-Tijani sendiri, dan dipakai sebagai panduan para muqaddam dalam persyaratan masuk ke dalam Thoriqoh Tijaniyyah pada abad ke-19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun at-Tijani menentang keras pemujaan terhadap wali pada upacara peringatan haii tertentu dan bersimpati kepada gerakan reformis kaum Wahabi, tetapi dia sendiri tidak menafikan perlunya wali (perantara) tersebut. At-Tijani sangat menekankan perlunya perantara (wali) antara Tuhan dan manusia, yang berperan sebagai wali zaman. Oleh karena itu, buku panduan Tijani kalimatnya dimulai dengan, "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan sarana kepada segala sesuatu dan menjadikan sang Syekh perantara sarana untuk manunggal dengan Allah". Dalam hal ini, perantara itu tak lain adalah dia sendiri dan penerusnya. Dan sebagaimana Thoriqoh-Thoriqoh lain, Thoriqoh ini juga menganjurkan agar anggota-anggotanya mengamalkan ajaran dengan menggambarkan wajah syekh tersebut dalam ingatan mereka, dan mengikuti seluruh nasehat syekh dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thoriqoh Tijaniyyah mempunyai wirid yang sangat sederhana dan wadhifah yang sangat mudah. Wiridnya terdiri dari Istighfar, Shalawat dan Tahlil yang masing-masing dibaca sebanyak 100 kali. Boleh dilakukan dua kali dalam sehari, setelah shalat Shubuh dan Ashar. Wadhifahnya terdiri dari Istghfar (astaghfirullah al-adzim alladzi laa ilaha illa hua al hayyu al-qayyum) sebanyak 30 kali, Shalawat Fatih (Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad al-fatih lima ughliqa wa al-khatim lima sabaqa, nasir al-haqq bi al-haqq wa al-hadi ila shirat al-mustaqim wa'ala alihi haqqaqadruhu wa miqdaruh al-adzim) sebanyak 50 kali, Tahlil (La ilaaha illallah) sebanyak 100 kali, dan ditutup dengan doa Jauharatul Kamal sebanyak 12 kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembacaan wadhifah ini juga paling sedikit dua kali sehari semalam, yaitu pada sore dan malam hari, tetapi lebih afdlal dilakukan pada malam hari. Selain itu, setiap hari Jum'at membaca Hayhalah, yang terdiri dari dzikir tahlil dan Allah, Allah, setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam. Dalam hal dzikir ini at-Tijani menekankan dzikir cepat secara berjamaah. Beberapa syarat yang ditekankan Thoriqoh ini untuk prosesi pembacaan wirid dan wadhifah: berwudlu, bersih badan, pakaian dan tempat, menutup aurat, tidak boleh berbicara, berniat yang tegas, serta menghadap kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang penting dicatat dari dzikir Thoriqoh Tijaniyyah -- yang membedakannya dengan Thoriqoh-Thoriqoh lain -- adalah bahwa tujuan dzikir dalam Thoriqoh ini, sebagaimana dalam Thoriqoh Idrisiyyah, lebih menitikberatkan pada kesatuan dengan ruh Nabi SAW, bukan kemanunggalan dengan Tuhan, hal mana merupakan perubahan yang mempengaruhi landasan kehidupan mistik. Oleh karena itu, anggota Thoriqoh ini juga menyebut Thoriqoh mereka dengan sebutan At-Thariqah Al-Muhammadiyyah atau At-Thariqah al-Ahmadiyyah, termanya merujuk langsung kepada nama Nabi SAW. Akibatnya, jelas Thoriqoh ini telah memunculkan implikasi yang ditandai dengan perubahan-perubahan mendadak terhadap asketisme dan lebih menekankan pada aktivitas-aktivitas praktis. Hal ini tampak sekali dalam praktik mereka yang tidak terlalu menekankan pada bimbingan yang ketat, dan penolakan atas ajaran esoterik, terutama ekstatikdan metafisis sufi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikan dari kitab As-sirr al-Abhar Ahmad at-Tijani yang menyangkut berbagai tata tertib, aturan dan dzikir dalam Thoriqoh ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda haruslah seorang muslim dewasa untuk melaksanakan awrad, sebab hal (awrad) itu adalah karya Tuhannya manusia. Anda harus meminta izin kepada orang tua sebelum mengambil thariqah, sebab ini adalah salah satu sarana untuk wushul kepada Allah. Anda harus mencari seseorang yang telah memiliki izin murni untuk mentasbihkan Anda ke dalam awrad, supaya Anda dapat behubungan baik dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sebaiknya terhindar sepenuhnya dari awrad lain manapun selain awrad dari Syekh Anda, sebab Tuhan tidak menciptakan dua hati di dalam diri Anda. Jangan mengunjungi wali manapun, yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, sebab tidak seorang pun dapat melayani dua mursyid sekaligus. Anda harus disiplin dan menjalankan shalat lima waktu dalam jamaah dan disiplin dalam menjalankan ketentuan-ketentuan syari'at, sebab semua itu telah ditetapkan oleh makhluk terbaik (Nabi SAW). Anda harus mencintai Syekh dan khalifahnya selama hidup Anda, sebab bagi makhluk biasa cinta semacam itu adalah sarana untuk kemanunggalan: dan jangan berfikir bahwa Anda mampu menjaga diri Anda sendiri dari Kreativitas Tuhan Semesta, sebab ini adalah salah satu ciri dari kegagalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dilarang untuk memfitnah, atau menimbulkan permusuhan terhadap Syekh Anda, sebab hal itu akan membawa kerusakan pada diri Anda. Anda dilarang berhenti untuk melantunkan awrad selama hidup Anda, sebab awrad itu mengandung misteri-misteri Sang Pencipta. Anda harus yakin bahwa Syekh mengatakan kepada Anda tentang kebijakan-kebijakan, sebab itu semua termasuk ucapan-ucapan Tuhan Yang Awal dan Yang Akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dilarang mengkritik segala sesuatu yang tampak aneh dalam thariqah ini, atau Penguasa Yang Adil akan mencabut Anda dari kebijak-kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan melantunkan wirid Syekh kecuali sesudah mendapat izin dan menjalani pentasbihan (talqin) yang selayaknya, sebab itu keluar dalam bentuk ujaran yang lugu. Berkumpullah bersama untuk wadhifah dan dzikir Jum'at dengan persaudaraan, sebab itu adalah penjagaan terhadap muslihat syetan. Anda dilarang membaca Jauharat al-Kamal kecuali dalam keadaan suci dari hadats, sebab Nabi SAW akan hadir dalam pembacaan ketujuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menginterupsi (pelantunan yang dilakukan oleh) siapa pun, khususnya oleh sesama sufi, sebab interupsi semacam itu adalah cara-cara syetan. Jangan kendur dalam wirid Anda, dan jangan pula menundanya dengan dalih apa pun atau yang lain, sebab hukuman akan jatuh kepada orang yang mengambil wirid lantas meninggalkan sama sekali atau melupakannya, dan dia akan menjadi hancur. Jangan pergi dan mengalihkan awrad tanpa izin yang layak untuk malakukan itu, sebab orang yang melakukan hal itu dan tidak bertaubat niscaya akan sampai kepada kejahatan dan kesengsaraan akan menimpanya. Anda dilarang memberitahukan wirid kepada orang lain kecuali saudara Anda dalam thariqah, sebab itu adalah salah satu pokok etika sains spiritual".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Thoriqoh memiliki satu atau lebih doa kekuatan khusus, misalnya Hizb al-Bahr milik Thoriqoh Syadziliyah, Subhan ad-Daim Isawiyah, Wirid as-Sattar milik Khalwatiyah, Awrad Fathiyyah milik Hamadaniyyah, dan lain-lain. Ciri khusu dari dzikir dan wirid yang menjadi andalan milik penuh Thoriqoh ini adalah Shalawat Fatih dan Jauharat al-Kamal. Mengenai Shalawat Fatih, at-Tijani mengatakan bahwa dirinya telah memperintahkan untuk mengucapkan doa-doa ini oleh Nabi SAW sendiri. Meskipun pendek, doa itu dianggap mengandung kebaikan dalam delapan jenis: orang yang membaca sekali, dijamin akan menerima kebahagiaan dari dua dunia; juga membaca sekali akan dapat menghapus semua dosa dan setara dengan 6000 kali semua doa untuk memuji kemuliaan Tuhan, semua dzikir dan doa, yang pendek maupun yang panjang, yang pernah dibaca di alam raya. Orang yang membacanya 10 kali, akan memperoleh pahala yang lebih besar dibanding yang patut diterima oleh sang wali yang hidup selama 10 ribu tahun tetapi tidak pernah mengucapkannya. Mengucapkannya sekali setara dengan doa seluruh malaikat, manusia, jin sejak awal penciptaan mereka sampai masa ketika doa tersebut diucapkan, dan mengucapkannya untuk yang kedua kali adalah sama dengannya (yaitu setara dengan pahala dari yang pertama) ditambah dengan pahala dari yang pertama dan yang kedua, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Jauharat al-Kamal, yang juga diajarkan oleh Nabi SAW sendiri kepada at-Tijani, para anggota Thoriqoh ini meyakini bahwa selama pembacaan ketujuh Jauharat al-Kamal, asalkan ritual telah dilakukan sebagaimana mestinya, Nabi SAW beserta keempat sahabat atau khalifah Islam hadir memberikan kesaksian pembacaan itu. Wafatnya Nabi SAW tidaklah menjadi tirai yang menghalangi untuk selalu hadir dan dekat kepada mereka. Bagi at-Tijani dan anggota Thoriqohnya, tidak ada yang aneh dalam hal kedekatan ini. Sebab wafatnya Nabi SAW hanya mengandung arti bahwa dia tidak lagi dapat dilihat oleh semua manusia, meskipun dia tetap mempertahankan penampilannya sebelum dia wafat dan tetap ada di mana-mana: dan dia muncul dalam impian atau di siang hari di hadapan orang yang disukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kaum muslim ortodoks membantah penyataan Ahmad Tijani dan para pengikutnya yang menyangkut pengajaran Nabi SAW ini kepadanya. Sebab jika Nabi SAW secara pribadi mengajari at-Tijani rumusan-rumusan doa tertentu maka itu berarti bahwa Muhammad telah "wafat" tanpa menyampaikan secara sempurna pesan kenabiannya, dan mempercayai hal ini sama dengan tindak kekafiran, kufr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, alasan kaum muslim ortodoks ini masih bisa diperdebatkan, misalnya tanpa bermaksud membela Thoriqoh ini dengan mempertanyakan kembali, apakah betul pengajaran Nabi SAW melalui mimpi itu berarti mengurangi kesempurnaan kenabiannya? Bukankah substansi dari pengajaran itu lebih tertuju kepada perintah bershalawat yang masih dalam bingkai pesan kenabian (syari'at), dan bukan merupakan hal yang baru? Bukankah Nabi SAW pernah bersabda bahwa mimpi seorang mukmin seperempat puluh enam dari kenabian? Menyangkut pahala pembacaannya, bukankah rahmat dan anugerah Allah yang tak terhingga akan tercurahkan kepada umat Islam yang senantiasa mewiridkan shalawat kepada sang hamba paripurna, kekasih dan pujaan-Nya, Muhammad Rasulullah SAW?. &lt;br /&gt;Sumber : sufinews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-1736048662695206360?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/1736048662695206360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=1736048662695206360' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1736048662695206360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1736048662695206360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/01/ajaran-dan-dzikir-thoriqoh-tijaniyyah.html' title='Ajaran dan Dzikir Thoriqoh Tijaniyyah'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5887814722407981295.post-1305963073773715527</id><published>2008-01-11T00:40:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T00:42:50.309-08:00</updated><title type='text'>Mengenal Thoriqoh Tijaniyyah</title><content type='html'>Thoriqoh Tijaniyyah&lt;br /&gt;Thoriqoh Tijaniyyah didirikan oleh Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin al-Mukhtar at-Tijani (1737-1815), salah seorang tokoh dari gerakan "Neosufisme". Ciri dari gerakan ini ialah karena penolakannya terhadap sisi eksatik dan metafisis sufisme dan lebih menyukai pengalaman secara ketat ketentuan-ketentuan syari'at dan berupaya sekuat tenaga untuk menyatu dengan ruh Nabi Muhammad SAW sebagai ganti untuk menyatu dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tijani dilahirkan pada tahun 1150/1737 di 'Ain Madi, bagian selatan Aljazair. Sejak umur tujuh tahun dia sudah dapat menghafal al-Quran dan giat mempelajari ilmu-ilmu keislaman lain, sehingga pada usianya yang masih muda dia sudah menjadi guru. Dia mulai bergaul dengan para sufi pada usia 21 tahun. Pada tahun 1176, dia melanjutkan belajar ke Abyad untuk beberapa tahun. Setelah itu, dia kembali ke tanah kelahirannya. Pada tahun 1181, dia meneruskan pengembaraan intelektualnya ke Tilimsan selama lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1186 (1772 - 1773), dia menuju Hijaz untuk menunaikan ibadah haji, dan meneruskan belajar di Makkah dan Madinah. Di dua kota Haramain ini, dia lebih banyak memfokuskan diri untuk berguru kepada banyak tokoh Thoriqoh sufi dan mengamalkan ajarannya. Di antara Thoriqoh yang dipelajarinya, misalnya Thoriqoh Qadiriyah, Thaibiyah, Khalwatiyah, dan Sammaniyah. Di Madinah dia belajar langsung kepada seorang tokoh sufi, Syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman, pendiri Thoriqoh Sammaniyah, yang mengajarinya ilmu-ilmu rahasia batin. Kemudian dari Makkah dan Madinah, dia menuju Kairo dan menetap untuk beberapa lama di sana. Pada tahun 1196 (1781 - 1782), atas saran dari seorang syekh sufi yang baru dikenalinya, dia kembali ke Tilimsan untuk mendirikan Thoriqoh sendiri yang independen. Di sana at-Tijani mengadakan khalwat khusus, yakni memutuskan kontak dengan masyarakat sampai mendapatkan ilham (fath/kasyf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fath yang diterimanya, dia mengaku bahwa hal itu terjadi dalam keadaan terjaga. Ketika itu, Nabi SAW mendatanginya dan memberitahukan bahwa dirinya tidaklah berhutang budi pada syekh Thoriqoh mana pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menurut dia, Nabi sendiri-lah yang selama ini menjadi pembimbingnya dalam berThoriqoh. Selanjutnya, Nabi SAW menyuruh dia untuk meninggalkan segala sesuatu yang telah dipelajari sebelumnya berkenaan dengan Thoriqoh. Bahkan dia juga diberi izin untuk mendirikan Thoriqoh sendiri disertai wirid yang mesti diajarkan kepada masyarakat, yaitu istighfar dan shalawat yang diucapkan masing-masing sebanyak 100 kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, ia kembali ber'uzlah di padang pasir dan berdiam di oase Bu Samghun. At-Tijani tampaknya menghadapi tekanan dari kaum otorita Turki. Di tempat inilah ia menerima ilham yang terakhir (1200/1786). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fath ini Nabi SAW memberikan tambahan wirid, yaitu tahlil yang harus diucapkan sebanyak 100 kali. Nabi SAW juga mengatakan bahwa at-Tijani adalah penunggu yang akan menyelamatkan hamba Allah yang durhaka. Pada tahun 1213/1798, dia meninggalkan 'uzlahnya dari padang pasir dan pindah ke Maroko untuk memulai menjalankan misi yang lebih luas lagi, dari kota Fes. Di kota ini dia diterima baik oleh penguasa Maulay Sulaiman dan tetap tinggal di sana sampai wafatnya pada 22 September 1815, dalam usia 80 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dia banyak berThoriqoh dan menjadi muqaddam khalwatiyah (at-Tijani mempunyai silsilah Khalwatiyah), tetapi pada perkembangan selanjutnya, yakni setelah menjalani hidup sufistik secara ketat dan keras, dia kemudian mendirikan Thoriqoh yang independen, yang diyakini atas izin Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thoriqoh yang didirikan at-Tijani ini agak unik dan sedikit banyak berbeda dengan Thoriqoh-Thoriqoh lain terutama soal silsilahnya. Misalnya dari Syekh Ahmad, sang pendiri, langsung kepada Nabi SAW, melintas jarak waktu 12 abad. Begitu juga anggota Thoriqoh ini bukan hanya tidak dibenarkan untuk memberikan bait 'ahd kepada syekh mana pun, tetapi juga melakukan dzikir untuk wali lain dan dirinya serta wali-wali dari Thoriqohnya. Menurut at-Tijani, Tuhan tidak menciptakan dua hati dalam hati manusia, dan oleh karenanya tak seorang pun dapat melayani dua orang mursyid sekaligus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, bagaimana mungkin seorang salik akan bisa sempurna menempuh suatu jalan, sedangkan pada waktu bersamaan ia juga sedang menampuh (mengambil) jalan lain?&lt;br /&gt;Sejak tinggal di kota Fes ini, at-Tijani lebih berkonsentrasi pada pengembangan Thoriqohnya sendiri. Sebagai seorang syekh Thoriqoh yang berpengaruh dia berkali-kali diajak oleh penguasa negeri itu untuk bergabung dalam urusan politik. Namun, dia tetap menolak. Sikapnya inilah yang membuat dia semakin disegani, dicintai, dan dihormati, baik oleh penguasa setempat maupun oleh masyarakat sekitarnya. Lebih dari itu, pihak penguasa Maulay Sulaiman, meski permintaannya ditolak, tetap memberikan berbagai hak istimewa kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula Thoriqoh yang dipimpin at-Tijani ini mendapatkan pengikut di Maghribi karena kecamannya terhadap ziarah ke makam para wali dan mawsin yang populer pada waktu itu. Namun karena perekrutan untuk menjadi muqaddam yang ditetapkan oleh at-Tijani agak longgar, misalnya dengan menunjuk sebagai muqaddam-muqaddam siapa pun yang melakukan bai'at, tanpa mengharuskan latihan selain dalam hukum dan aturan-aturan ritual, dengan tekanan utama pada ditinggalkannya semua ikatan dengan syekh-syekh lama kecuali dirinya. Sehingga setelah at-Tijani wafat, agen-agen tadi telah tersebar luas dan dengan sebuah sistem yang mendukungnya membuat dia mempunyai kekuatan penuh. Thoriqoh ini dengan segera menyebar luas dari Maghribi hingga Afika Barat, Mesir dan Sudan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivistas gerakan Thoriqoh Tijaniyyah terbukti sangat positif dan militan. Seperti halnya para pengikut Thoriqoh Qadariyah dan Syadziliyah, para murid Thoriqoh ini berjasa menyebarluaskan Islam ke berbagai kawasan Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Coppolani, mereka menyiarkan Islam di kalangan pemeluk animisme dengan persaudaraan-persaudaraan sufi lainnya dan berada di garis terdepan dalam melakukan perlawanan terhadap ekspansi kolonialisme. Dari at-Tijani lalu diwakili oleh tokoh lainnya seperti al-Hajj Umar di Sudan Barat. Di Republik Turki, sebuah kelompok kecil penganut Thoriqoh Tijaniyyah, adalah orang-orang muslim pertama yang secara terbuka menetang rezim sekulerisme sekitar tahun 1950. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thoriqoh ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1920-an, setelah disebarkan di Jawa Barat oleh seorang ulama pengembara kelahiran Makkah, Ali bin Abdullah at-Tayyib al-Azhari, yang telah menerima ijazah untuk mengajarkan Thoriqoh ini dari dua orang syekh yang berbeda. Dan, pada tahun-tahun berikutnya, beberapa orang Indonesia yang belajar di Makkah menerima bai'at untuk menjadi pengikut Thoriqoh Tijaniyyah dan mendapat ijazah untuk mengajar dari para guru yang masih aktif di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi setelah serbuan Wahabi kedua terhadap Makkah pada tahun 1824, dan kebanyakan Thoriqoh lain tidak dapat lagi menyebarkan ajaran pengkultusan terhadap para wali, tampaknya masih dapat ditolelir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, Tijaniyyah ditentang keras oleh Thoriqoh-Thoriqoh lain. Gugatan keras dari kalangan ulama Thoriqoh itu dipicu oleh pernyataan bahwa para pengikut Thoriqoh Tijaniyyah beserta keturunannya sampai tujuh generasi akan memperlakukan secara khusus pada hari kiamat, dan bahwa pahala yang diperoleh dari pembacaan Shalawat Fatih, sama dengan membaca seluruh al-Quran sebanyak 1000 kali. Lebih dari itu, para pengikut Thoriqoh Tijaniyyah diminta untuk melepaskan afiliasinya dengan para guru Thoriqoh lain, yang dalam pandangan syekh pesaingnya dianggap sebagai praktik bisnis yang culas. Meski demikian, Thoriqoh ini terus berkembang, utamanya di Cirebon dan Garut (Jawa Barat), Madura dan ujung Timur pulau Jawa sebagai pusat peredarannya. Penentangan ini baru mereda ketika Jam'iyyah Ahlith-Thariqah An-Nahdliyyah menetapkan keputusan setelah memeriksa wirid dan wadzifah Thoriqoh ini. Dan tanpa memberikan pernyataan-pernyataan ekstremnya Thoriqoh ini bukanlah Thoriqoh sesat, karena amalan-amalannya sesuai ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang tahun 80-an Thoriqoh ini ngalami perkembangan yang sangat pesat, terutama di Jawa Timur. Respons terhadap perkembangan yang dicapai Thoriqoh ini menyebabkan pecahnya kembali konflik dengan para guru dari Thoriqoh lain. Akar konflik ini lebih tertuju kepada persaingan keras untuk mendapatkan murid dan perasaan sakit hati di kalangan sebagian guru yang kehilangan banyak murid berpindah ke Thoriqoh Tijaniyyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepindahan murid-murid dari Thoriqoh lain ke Thoriqoh Tijaniyyah ini berarti hilang pula murid-murid dari Thoriqoh lain. Karena Thoriqoh Tijaniyyah sama sekali tidak membolehkan para pengikutinya untuk berafiliasi lagi kepada syekh Thoriqoh yang dianut sebelumnya.*** Sumber : Sufinews.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5887814722407981295-1305963073773715527?l=alfathircyberspace.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/feeds/1305963073773715527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5887814722407981295&amp;postID=1305963073773715527' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1305963073773715527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5887814722407981295/posts/default/1305963073773715527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfathircyberspace.blogspot.com/2008/01/mengenal-thoriqoh-tijaniyyah.html' title='Mengenal Thoriqoh Tijaniyyah'/><author><name>alfathir cyber space</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02513920808864269306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://4.bp.blogspot.com/_aE2LJyuR8bU/SgfzJm0cB2I/AAAAAAAAAAs/066wUqHeLm0/S220/vIEws0316.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
